Kronologi Menantu Perempuan Cekik Ibu Mertuanya hingga Tewas, Pelaku Diusir
January 30, 2026 12:19 AM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Blitar - Kronologi menantu perempuan berinisial NV (21), cekik ibu mertuanya, inisial SP (70), hingga tewas, berawal dari cekcok yang berujung pada pengusiran pelaku.

Merasa tak terima diusir dari rumah sang suami, NV pun mendorong SP hingga tersungkur di atas kasur.

Tak berhenti sampai di situ, pelaku juga mencekik korban dan membekapnya menggunakan bantal.

Terakhir, pelaku menikamkan gunting ke leher ibu mertuanya hingga akhirnya korban tewas.

Peristiwa tragis tersebut terjadi tepatnya di Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Desa Gandekan berada di Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Desa ini merupakan kawasan perdesaan dengan aktivitas warga yang banyak bergantung pada pertanian dan usaha lokal.

Lingkungannya didominasi permukiman dan lahan pertanian, serta terhubung dengan jalan desa dan jalur penghubung antarkecamatan.

Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribunmataraman.com, NV yang merupakan wanita asal Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten itu, disebut sakit hari karena sering dicaci maki oleh ibu mertuanya.

"Motif tersangka melakukan perbuatannya karena rasa sakit hati kepada korban atau ibu mertuanya. Tersangka mengaku sering dicaci maki oleh korban," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, Selasa (27/1/2026). 

Kronologis Kejadian

Kalfaris menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. 

Saat peristiwa terjadi, anak korban atau suami pelaku sedang keluar rumah. 

Di dalam rumah, hanya ada pelaku, korban, dan anak pelaku yang berusia 1,5 tahun.

Sebelum terjadi pembunuhan, pelaku dan korban sempat bertengkar. Korban mengusir pelaku dari rumah.

Dalam pertengkaran itu, korban mengambil gergaji dan mengacungkan ke arah pelaku. Hal itu semakin menyulut emosi pelaku.

Pelaku kemudian mendorong korban ke kamar. Korban terjatuh si atas tempat tidur. 

Saat korban terjatuh, itulah pelaku mencekik leher korban. Pelaku juga membekap wajah korban menggunakan bantal. 

Baca juga: Menantu di Blitar Tikam Leher Mertua hingga Tewas

Pelaku juga menusuk korban memakai gunting. 

"Korban masih sempat meronta. Saat melihat korban meronta, pelaku kembali menusuk korban."

"Setelah korban tak berdaya, pelaku kabur bersama anaknya," ujarnya.

Dikatakan Kapolres, peristiwa pembunuhan yang dilakukan pelaku kepada korban secara spontanitas. 

"Peristiwa ini tidak direncanakan. Tindakan pelaku ini secara spontanitas. Mungkin ini puncak kemarahan pelaku kepada korban."

"Karena pelaku sering dicaci maki oleh korban. Korban tidak suka punya menantu pelaku," katanya. 

Kalfaris menjelaskan, pelaku menikah dengan anak korban sekitar 1,5 tahun. Setelah menikah, pelaku dan suami tinggal di rumah korban.

"Sekitar 2,5 jam setelah kasus dilaporkan, kami menangkap pelaku di wilayah Tulungagung. Pelaku hendak pulang ke Tangerang," ujarnya.

Sebelumnya, seorang perempuan lanjut usia, SP (70), ditemukan meninggal dunia dengan luka tusuk di leher di kamar rumahnya, Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Senin (26/1/2026) pukul 23.00 WIB. 

SP diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh menantu perempuannya sendiri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.