Di Depan KDM, Suderajat Ngaku Belum Dapat Bantuan, Gubernur Sempat Geram
January 30, 2026 12:19 AM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bogor - Pengakuan penjual es gabus, yang viral lantaran dituding menggunakan bahan spons dalam dagangannya, saat bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Di hadapan gubernur yang akrab disapa KDM itu, penjual es gabus bernama Suderajat (49) itu mengaku belum menerima bantuan apapun.

Padahal, sejak hari ketiga seusai viral, sejumlah pihak sudah mendatangi Suderajat untuk memberi bantuan. Termasuk dari Pemkab Bogor.

Es gabus adalah jajanan tradisional khas Indonesia yang terbuat dari tepung hunkwe atau tepung kanji, gula, santan/susu, dan pewarna, lalu dibekukan sehingga teksturnya lembut dan ringan seperti gabus.

Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunnewsBogor.com, kepada Dedi Mulyadi, Suderajat juga mengaku belum membayar uang kontrakan hingga uang sekolah anak.

Suderajat mengatakan kalau anaknya dalam sebulan bayar uang sekolah Rp200.000. Ia mengaku belum bayaran sekolah selama empat bulan, namun nominal yang ia sebut yakni Rp1,5 juta.

Karena kebohongannya itu, Dedi Mulyadi pun tidak percaya pada Suderajat. Dedi yang akrab disapa KDM itu tidak mau memberikan uang langsung pada Suderajat.

Ia memilih memberikan bantuan dengan cara langsung membayar kontrakan dan biaya sekolah.

KDM awalnya menanyakan soal motor pemberian Kapores Metro kepada Suderajat.

"Bapak kan udah dikasih motor?" kata KDM.

"Hah?" jawab Suderajat kaget.

"Kan kemarin dikasih motor? Kan dikasih motor kan?" tanya KDM lagi.

"Iya, dipake sama anak," jawabnya.

"Iya artinya udah dikasih motor sama Kapolres Metro, motornya sekarang sama siapa?" tanya KDM lagi.

"Sama anak nomor dua, katanya buat ngojek," jawab Suderajat lagi.

Baca juga: Suderajat Gelagapan Ditanya Soal Motor Pemberian Kapolres, "Boro-boro Punya Motor"

Kemudian Suderajat ditanya soal kronologi penganiayaan yang menimpa dirinya.

Saat itu, Suderajat tidak menjawab secara tegas dan keterangannya berbeda-beda.

Ia awalnya mengaku dipukul oleh preman, namun saat ditunjukkan video, ia mengaku yang memukulnya itu adalah pria berseragam polisi.

"Bukannya untung malah buntung pak," kata Suderajat.

Lagi-lagi Dedi Mulyadi menyinggung soal motor yang diberikan oleh Kapolres Metro.

"Tapi kan sudah untung dapet motor?" tanya KDM.

"Buat anak," jawab Suderajat.

"Ya tapi kan bapak juga yang dapet," kata KDM.

Namun, menurut Suderajat, yang untung anaknya, bukan dirinya.

"Dapet, tapi gigit jari, buat anak semua," ucapnya.

Tak hanya itu, kepada Dedi Mulyadi, Suderajat juga tidak mengaku sudah mendapat bantuan.

"Sudah ada yang bantu siapa aja?" tanya Dedie Mulyadi.

"Gak ada yang bantu pak," jawabnya lagi.

"Loh itu motor, bapak jangan ilang-ilangin," kata KDM mulai geram.

"Ya buat anak itu mah," kata Suderajat kekeuh.

"Ya pokoknya kan motornya buat bapak gimana sih," ucap KDM.

Suderajat juga mengaku ingin menangis karena belum bayar kontrakan hingga uang sekolah anaknya.

"Saya mau nangis, belum bayaran, ngontrak. Sekitar Rp 1,5 juta, udah empat bulan belum bayar-bayar," kata dia.

Saat ditanya uang bayaran per bulan, jumlahnya tidak sampai Rp 1,5 juta.

"Sebulan Rp 200 ribu. Sekolah negeri," kata dia.

Dedi Mulyadi yang mulai menyadari kebohongan Suderajat pun akhirnya memberikan nasihat.

"Kalau ingin hidup maju, harus jujur," ucapnya.

KDM lalu memberikan bantuan berupa uang Rp15 juta untuk bayaran sekolah dan uang kontrakan.

Namun, untuk kontrakan dan bayaran sekolah, uangnya akan langsung dibayarkan, tidak diberikan kepada Suderajat.

"Saya gak percaya sama bapak. Ini bayar kontrakan sama sekolah, sama ke warung nanti staf saya yang bayarin," kata KDM.

Kemudian ia pun memberikan uang tunai Rp5 juta kepada Suderajat untuk modal jualan dan kebutuhan sehari-hari.

"Ini aja modal dagang Rp5 juta sama beli beras segala macem, cukup itu. Saya kasih Rp15 juta, bayaran saya yang bayarin," tandas Dedi Mulyadi.

Banyak dapat bantuan

Mengaku tak dapat bantuan apapun, rumah Suderajat di Kampung Panjang, Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor ternyata dipenuhi perabotan hasil pemberian.

Sejak kasus ini mencuat, mulai dari tetangga, pemerintah daerah, kepolisian, hingga influencer terus berdatangan untuk memberikan bantuan serta dukungan moril.

Kontrakan pria yang karib disapa Jajat karena tempat tinggalnya sedang direnovasi itupun penuh oleh benda-benda pemberian donatur.

Hingga sore hari menjelang waktu magrib, terpantau satu persatu influencer masih terus berdatangan untuk memberikan bantuan sekaligus membuat konten.

Dari pantauan TribunnewsBogor.com, pada area ruang tamu kontrakannya terisi oleh sepeda motor baru, gerobak, kulkas, hingga lemari pakaian.

Ketua RW setempat, M. Ali Akbar mengungkapkan, benda-benda tersebut merupakan pemberian dari banyak pihak.

"Alhamdulillah donasi yang telah membantunya di antaranya polsek, polres, kepala desa, danramil dari donatur-donatur kemarin yang telah memberikan bantuan," ujarnya, Rabu (28/1/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.