Jalan Provinsi Ruas Utara Ende - Maumere yang Amblas Bakal Dikerjakan 
January 30, 2026 12:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bakal mengerjakan ruas pantai utara jalan Ende - Maumere yang amblas segera dikerjakan. 

Dinas PUPR Provinsi NTT telah meninjau jalan yang berada di Dusun Maumere, Desa Wewaria, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende. Rencananya pengerjaan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT, Ir. Benyamin Nahak bersama Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Martinus Talo, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jarot Nugroho, serta Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Ende Nasrul, bersama staf teknis, telah melihat lokasi. 

Baca juga: Jalan Provinsi Atambua-Wedomu Amblas Parah, Warga Desak Penanganan Cepat

Benyamin dan tim mengamati jalur penghubung Ende, Maumere dan Nagekeo itu. 
Jalan amblas sepanjang 200 meter atau terbentang di aliran Loworea. 

Benyamin meminta tim menyusun sketsa penanganan awal sebagai dasar langkah teknis perbaikan.

Ia menegaskan, ruas jalan di Kecamatan Wewaria menjadi prioritas utama karena tingkat kerusakannya paling parah dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Tahun ini langsung kami tangani menggunakan sumber dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Kalau dibiarkan, risikonya sangat besar bagi masyarakat yang melintas,” ujar Benyamin, pekan lalu. 

Ia menjelaskan, tahap awal penanganan difokuskan pada restorasi daerah aliran sungai (DAS) dengan mengembalikan alur Sungai Loworea ke jalur lamanya guna mencegah erosi lanjutan.

“Kami akan menelusuri morfologi sungai, mulai dari lebar, kedalaman aliran, lebar aliran banjir, kemiringan sungai, hingga jenis material dasar sungai,” katanya.

Tahap berikutnya adalah normalisasi sungai, meliputi pengerukan sedimen, pelebaran badan sungai, serta penguatan tebing sungai. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar aliran air, mencegah banjir berulang, sekaligus melindungi badan jalan dan permukiman warga.

“Normalisasi ini penting untuk mencegah banjir sekaligus menjaga stabilitas badan jalan,” kata Benyamin.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di ruas jalan yang terdampak amblas dan rawan longsor.

Dinas PUPR ingin agar jalur itu membantu kelancaran mobilitas warga antar daerah. 

Anggota DPRD NTT Syaiful Sengaji mengapresiasi langkah Dinas PUPR NTT. Politikus PAN itu menyebut pada musim hujan seperti ini, risiko infrastruktur publik terdampak sangat besar. 

"Cuaca seperti ini, memang jalan yang konstruksinya dekat sungai atau tanah labil pasti terdampak," katanya, Kamis (29/1/2026). 

Syaiful mendorong Dinas PUPR agar melakukan perbaikan pada jalur itu. Ia menyebut, jalan itu merupakan salah satu akses utama masyarakat di wilayah Flores bagian tengah. 

DPRD NTT khususnya komisi IV yang bermitra dengan Dinas PUPR, akan mengawal pelaksanaan pembangunan jalan tersebut. Syaiful meminta masyarakat sekitar juga mendukung pengerjaan jalan yang rusak itu. 

"Kita dorong agar Dinas PUPR bisa segera memperbaiki itu. Ini jalan penghubung dan sangat penting untuk masyarakat sekitarnya," katanya. 

Sebelumnya, akibat dari kerusakan jalan itu, akses warga terganggu. Jalan itu kini hanya bisa dilewati kendaran kecil seperti sepeda motor dan pikap. (fan) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.