Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maria Endang Sumiwi berharap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu menurunkan angka kekurangan sel darah merah atau anemia pada ibu hamil.

Maria menyampaikan data Kemenkes bahwa angka anemia memang sudah menurun, yang lima tahun lalu tercatat 48 persen, kini sudah 27 persen.

"Kalau dulu satu dari dua ibu anemia, sekarang satu dari tiga. Ini membaik, tetapi masih harus turun jauh lagi kalau mau di bawah lima persen. MBG ini sasarannya ada ibu hamil, mudah-mudahan bisa memenuhi itu," katanya dalam webinar Pekan Gizi Nasional yang diikuti di Jakarta, Kamis.

Maria menekankan pentingnya gizi ibu hamil karena mampu membentuk 75 persen otak anak sejak dalam kandungan, sehingga ketika gizi tidak terpenuhi, maka perkembangan otak anak bisa terhambat.

"Sekitar 75 persen otak manusia itu dibuat di dalam kandungan, dan ketika usia tiga tahun itu sudah selesai pembentukan volume otak. Jadi, kalau gizi saat hamil tidak terpenuhi, maka otak bisa terhambat," ujar dia.

Maria juga memaparkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang menunjukkan bahwa 10 persen anak berusia dua tahun menderita anemia.

"Jadi, 1 dari 10 bayi usia dua tahun anemia, artinya kita masih punya pekerjaan rumah untuk balita, dengan MBG mudah-mudahan balita anemia kita menurun. Di usia sekolah, pada SMP kelas 1 dan SMA kelas 1 itu 27 persen, masih satu dari tiga, mudah-mudahan setelah ada MBG ini, anemia kita akan turun karena kalau gizi kita baik, anaknya tumbuh bagus, konsentrasi meningkat," ujarnya.

Maria juga menyampaikan bahwa tujuan Program MBG salah satunya meningkatkan IQ rata-rata masyarakat Indonesia agar setidaknya sama dengan Jepang, yakni 115.

"Kita masih 80-an. Kalau dampak pemenuhan gizi tidak tercapai, maka perkembangan generasi muda, bahkan sejak dalam kandungan itu tidak akan optimal," tuturnya.

Oleh karena itu, menurutnya, melalui MBG, perbaikan dan pemenuhan gizi terus dilakukan oleh pemerintah bersama seluruh pihak untuk mewujudkan generasi masa depan Indonesia yang berkualitas.