TRIBUNCIREBON.COM - Simak doa menyambut Ramadan jelang bulan puasa atau Ramadan 2026/1447 H yang akan tiba sekitar satu bulan lagi.
Ada beberapa doa yang dapat dibaca untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Sebagai informasi, diperkirakan, ada dua versi yang berbeda mengenai jatuhnya tanggal 1 Ramadan 1447 H.
Muhammadiyah telah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Selasa, 18 Februari 2026 setelah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, sebuah sistem perhitungan astronomi yang dikembangkan dengan parameter dan prinsip tertentu.
Sementara, pemerintah kemungkinan menetapkan 1 Ramadan pada Rabu, 19 Februari 2026, karena menggunakan metode rukyatul hilal yang dikombinasikan dengan kriteria imkanur rukyat.
Sehingga, kepastian 1 Ramadan 1447 H menurut pemerintah masih harus menanti hasil sidang isbat.
Berikut lima doa yang bisa dibaca untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan, dirangkum dari berbagai sumber:
Baca juga: Kapan Batas Waktu Akhir Qadha Puasa Ramadhan? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Doa yang Dibaca Nabi Muhammad SAW Saat Melihat Hilal
Salah satu doa yang dapat dibaca untuk menyambut Ramadan adalah doa yang dilafalkan oleh Nabi Muhammad SAW saat melihat hilal.
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
Allahu akbar, Allahumma ahillahu ‘alaina bil amni wal imaani, wassalaamati wal islaami, wattaufiii limaa tuhibbu wa tardha, rabbunaa wa rabbukallahu
Artinya:
“Allah Mahabesar, Ya Allah tampakkan hilal itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta taufiq yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan), adalah Allah.” (HR ad-Darimi no 1729, hadits serupa dengan sedikit perbedaan redaksi juga diriwayatkan Ahmad dan at-Tirmidzi)
Doa agar Dipertemukan dengan Ramadan dengan Keadaan Terbaik
Menyambut bulan Ramadan, ada doa untuk meminta agar dipertemukan dengan bulan seribu bulan tersebut dengan kondisi terbaik, serta ketenteraman dan keamanan sehingga dapat melaksanakan ibadah sebaik mungkin.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ قَدْ حَلَّ بِنَا فَادْخِلْهُ عَلَيْنَا بِأَمْنٍ وَأَمَانٍ وَصِحَةٍ مِنَ السَّقَمِ وَبِالْفَرَاغِ مِنَ الشُّغْلِ وَأَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ حَتَّى يَنْقَضِي عَنَّا وَغَفَرْتَ لَنَا وَرَضِيْتَ عَنَّا.
اللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ قَدْ حَصَّ فَسَلِّمْهُ لَنَا وَسَلِّمْنَا لَهُ فِي سُرُوْرٍ مِنْكَ وَعَافِيَةٍ. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا صِيَامَهُ وَقِيَامَهُ وَبِقَبُوْلٍ مِنْكَ وَامْتِثَالِ أَمْرِكَ وَاجْتِنَابِ نَهْيِكَ. اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْكَسَلَ وَالْفَتْرَةَ وَالسَّتَامَةَ وَارْزُقْنَا فِيهِ الْخَيْرَ وَالْجَدَّ وَالِاجْتِهَادَ وَالْآخِرَ وَالْقُوَّةَ وَالنَّشَاطَ كَمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى
Bismillahirrahmanirrahim.
Allaahumma haadza syahru rama- dhaana qad halla binaa fa adkhilhu ‘alainaa bi-amnin wa amaanin wa sihhatin minas saqami wa bil faraaghi minas syughli wa a’inna ‘alash shiyaami wal qiyaami wa qiraa-atil qur’aani hattaa yanqadhii ‘annaa wa ghafarta lanaa wa radhiita ‘anna
Allaahumma haadza syahru ramadhaana qad hashsha fa- sallimhu lanaa fii suruurin minka wa ‘aafiyatin. Allaahummar zuqnaa shiyaamahu wa qiyaamahu wa bi-qabuulin minka wam-titsaali amrika waj-tinaabi nahyika. Allaahummarfa’ ‘annal kasala wal fatrata was sa-aamata war zuqna fiihil khaira wal jadda wal ijtihaada wal ajra wal quwwata wan nasyaatha kamaa tuhibbu wa tardhaa
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang."
"Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadan, sungguh ia (Ramadan) telah tiba dalam kehidupan kami, maka masukkanlah ia (Ramadan) dalam kehidupan kami dengan penuh ketenteraman, keamanan, dan kesehatan dari penyakit serta kesempatan yang jauh dari kesibukan. Bantulah kami untuk melakukan puasa dan ibadah di malam harinya, dan membaca Al-Qur’an hingga Ramadan berlalu dari kehidupan kami, berilah kami ampunan dan keridhaan.”
“Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadan, sungguh ia (Ramadan) telah tiba waktunya, maka sampaikanlah ia bagi kehidupan kami dan sampaikanlah kami kepada Ramadan dalam keadaan bahagia dan sehat sentosa. Ya Allah, berilah kami rezeki berupa kemampuan untuk berpuasa dan beribadah dan pengabulan puasa dari-Mu, melaksanakan perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu. Ya Allah, hilangkanlah dari diri kami rasa malas untuk berpuasa, ketidakberdayaan, rasa bosan, berilah kami rezeki di bulan Ramadan berupa kebaikan, kesungguhan, keseriusan, pahala, kekuatan, semangat sebagaimana yang Kau cintai dan Kau ridai.”
3 Doa Saat Ramadan Tiba yang Dihimpun oleh Ahli Hadits Imam Ath-Thabarani
Imam ath-Thabrani adalah seorang imam sekaligus pemuka ahli hadits, yang memiliki nama lengkap Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad bin Ayyub bin Muthir al-Lakhmi asy-Syami ath-Thabrani.
Ia lahir di kota Akka pada bulan Safar tahun 260 H, dan meninggal dunia di Isfahan pada 28 Żūlqa'dah tahun 360 H.
Imam ath-Thabrani telah menghimpun beberapa riwayat yang berisi doa untuk dibaca menjelang Ramadan dalam Kitab ad-Du'a.
1. Riwayat ‘Ubadah bin ash-Shamith RA
Menurut hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW ‘Ubadah bin ash-Shamith RA, dia berkata bahwa ada doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada para sahabat saat Ramadhan tiba:
أللهمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
Allahumma salimni min ramadhana wa sallim ramadhana li wa tasallamhu minni mutaqabbalan
Artinya: “Ya Allah, sampaikan aku (dengan selamat menuju bulan) Ramadan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal ibadahku (di bulan) Ramadhan.”
2. Riwayat Abdul Aziz bin Abi Rawad
Menurut hadits yang diriwayatkan oleh tabi'in (generasi setelah sahabat Nabi) Abdul Aziz bin Abi Rawad, umat Islam berdoa saat Ramadan tiba dengan bacaan berikut:
اللّٰهمَّ أَظَلَّ شَهْرُ رَمَضَانَ وَحَضَرَ، فَسَلِّمْهُ لِي وَسَلِّمْنِي فِيهِ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي، اللهمَّ ارْزُقْنِي صِيَامَهُ وَقِيَامَهُ صَبْرًا واحْتِسَابًا، وَارْزُقَنِي فِيْهِ الْجَدَّ وَالْإِجْتِهَادَ والقُوَّةَ والنَّشَاطَ، وَأَعِذْنِي فِيهِ مِنَ السّآمَةِ وَالفَتْرَةِ وَالكَسَلِ والنُّعَاسِ, وَوَفِّقْنِي فيه لِلَيْلَةِ الْقَدْرِ وَاجْعَلهَا خَيْرًا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Allahumma adhalla syahru ramadhana wa hadhara, fa sallimhu li wa sallimni fihi wa tasallamhu minni. Allahummarzuqnii shiyamahu wa qiyamahu shabran wahtisaban, warzuqni fihil jadda wal ijtihada wal quwwata wan nasyatha, wa a’idzni fihi minassaamati wal fatrati wal kasali wan nu’asi, wawaffiqnii fihi li lailatil qadri waj’alha khairan min alfi syahrin.
Artinya: “Ya Allah, bulan Ramadhan sudah membayangi dan datang. Maka, sampaikanlah (bulan) Ramadhan kepadaku, dan sampaikanlah aku (dengan selamat) ke dalamnya, dan terimalah amal ibadahku (di bulan) Ramadan. Ya Allah, anugerahilah aku kesabaran dan niat ikhlas mengharap pahala dan ridha-Mu atas puasaku dan shalat malamku. (Ya Allah), anugerahilah aku di bulan Ramadhan ini kesungguhan hati, ketekunan, kekuatan, dan semangat. (Ya Allah), lindungilah aku di bulan Ramadhan ini dari kebosanan, lemah lesu, kemalasan, dan banyaknya kantuk. (Ya Allah), berikanlah aku taufiq agar aku mendapatkan lailatul qadar di bulan Ramadhan ini, dan jadikanlah (pahala di malam itu) lebih baik dari seribu bulan.”
3. Riwayat Abu ‘Utsman an-Nahdi
Perawi hadits yang juga berasal dari kalangan tabi'in Abu ‘Utsman an-Nahdi menceritakan bahwa ketika Ramadan datang, Aisyah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “Ya Rasulullah, Ramadhan telah tiba, maka apa yang harus aku ucapkan?”
Rasulullah menjawab, “Ucapkanlah”:
اللهمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Memaafkan, mencintai 'maaf', maka maafkanlah diriku.” (Sulaiman bin Ahmad Ath-Thabarani, Kitab ad-Du’aa, hal 1226-1227)