Jambret ini Sasar Wanita Lansia yang Mengenakan Perhiasan, Modus Pura-pura Tanya
January 29, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Polisi mengimbau para wanita lansia agar berhati-hati dari modus penjambretan.

Sebab terbaru ada modus jambret menyasar wanita lansia yang menggunakan perhiasan.

Jambret itu menggunakan Honda PCX warna merah yang beraksi di jalan raya Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Senin (26/1/2026) membuat heboh.

Jambret dengan inisial TS (32) kabur usai menjambret kalung Sukatin (69), warga Dusun Jatibanggi, Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat.

Baca juga: Dapur Rumah Lansia di Tulungagung Ludes Terbakar, Bahan Selamatan 40 Hari Istrinya Ikut Hangus

Aksinya sempat terekam kamera dashcam mobil warga yang berusaha mengejarnya.

Selain TS, polisi juga menangkap seorang jambret yang beraksi di wilayah Kecamatan Sendang dan Karangrejo dengan inisial APK (25).

APK menjambret tas berisi 2 HP milik korban, Nadif Faturohmah (24) di jalan raya Mojogitik, Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo.

APK diketahui sudah pernah 2 kali menjambret di Kecamatan Sendang, namun tidak berhasil mendapatkan barang berharga.

Namun yang paling kejam adalah, pasangan jambret asal Malang, AS (49) dan MH (46).

Keduanya lebih dari 20 kali beraksi di wilayah Tulungagung, bahkan tak segan melakukan kekerasan.

Polisi harus menembak keduanya saat proses penangkapan, karena menabrak polisi.

MH ditangkap saat bersembunyi di kandang ayam milik warga Desa Tunggangri, Kecamatan Kalidawir, Senin (22/12/2025) pagi.  

Sementara AS yang kabur akhirnya terjatuh karena kehilangan kesadaran, usai luka tembak yang dialaminya mengeluarkan banyak darah.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana N, mengatakan para pelaku jambret ini rata-rata mengincar kaum perempuan.

“Modusnya hampir sama semua, mereka mencari perempuan sendiri yang membawa barang berharga,” ungkapnya.

Salah satu modus umum yang sering dilakukan adalah pura-pura tanya alamat.

Modus ini biasanya menyasar perempuan lansia yang diketahui pelaku sedang mengenakan perhiasan emas.

Seperti yang dilakukan TS kepada korban Sukatin di Desa Tanggung.

“Saat itu TS melihat korban buang sampah sambil mengenakan kalung emas. Tersangka putar balik, pura-pura tanya, lalu menarik kalung korban,” tutur Ryo.

Sebab itu Ryo mengingatkan kaum perempuan agar tidak mengenakan perhiasan yang mencolok di tempat umum.

Terutama kaum lansia yang terbiasa mengenakan perhiasan emas saat di rumah.

Tanpa sadar kadang mereka keluar rumah dan ke jalan raya sehingga bisa memancing pelaku kejahatan.

“Niat jahat itu sering muncul karena pelaku melihat ada peluang. Jadi jangan memberi mereka kesempatan,” tegasnya.

Selain itu, para perempuan yang biasa mengendarai sepeda motor sendirian juga wajib waspada.

Tas yang berisi barang berharga lebih baik disembunyikan, seperti di dalam jok agar tidak mudah direbut orang.

Demikian juga dompet atau HP agar tidak ditaruh di saku depan karena memudahkan pelaku kejahatan.

Ryo juga mewanti-wanti kaum perempuan yang sedang sendirian, dengan orang asing yang menanyakan alamat.

Karena modus tanya alamat ini yang paling umum dilakukan pelaku jambret di Tulungagung.

“Tetap waspada, misalnya jaga jarak. Jangan lengah apalagi jika membawa barang berharga,” pungkasnya. (David Yohanes)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.