Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Laber | Gayo Lues
SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN – Pengabdian seorang aparatur negara tidak selalu berakhir dengan tepuk tangan. Bagi almarhum Sahidan, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Gayo Lues, pengabdian tersebut justru berujung pada kepergian yang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
PT Taspen bersama Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp145 juta kepada ahli waris almarhum Sahidan. Santunan diberikan karena almarhum gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan pada masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi yang melanda Gayo Lues beberapa waktu lalu.
Penyerahan santunan dilakukan langsung oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., didampingi Wakil Bupati Gayo Lues, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi almarhum yang wafat saat melaksanakan instruksi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
Baca juga: Ketua Tim Penggerak PPK Tutup Pelatihan Anyaman Eceng Gondok di Kluet Selatan
Bupati Suhaidi menjelaskan, pada masa darurat bencana pemerintah daerah menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) serta perangkat desa untuk bergerak cepat membantu warga di wilayah masing-masing. Kebijakan tersebut diambil mengingat keterbatasan personel serta jauhnya sejumlah lokasi bencana dari pusat Kota Blangkejeren.
“Situasi saat itu tidak memungkinkan untuk menunggu prosedur administratif. Semua ASN kami minta turun langsung membantu masyarakat di desanya masing-masing. Almarhum menjalankan tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab hingga akhirnya gugur,” ujar Suhaidi dengan nada haru, Kamis (29/1/2026).
Dalam suasana duka, Bupati berharap santunan JKK tersebut dapat membantu keberlangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, lanjutnya, juga berkomitmen memberikan kemudahan perizinan usaha secara gratis apabila keluarga almarhum ingin memulai usaha produktif, baik di Blangkejeren maupun di daerah lain.
Ungkapan belasungkawa turut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional Aceh, Agus Sutiadi. Ia menyebut almarhum sebagai aparatur negara yang telah mengabdi hingga akhir hayatnya dan berharap santunan tersebut dapat menjadi penguat bagi keluarga dalam menata kembali kehidupan pascakehilangan.
Sementara itu, Kepala PT Taspen Cabang Lhokseumawe, Hangga Pratama, menegaskan bahwa layanan Jaminan Kecelakaan Kerja merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada aparatur negara beserta keluarganya.
“Kami memahami kondisi keluarga yang sedang berduka, terlebih di tengah situasi pascabencana. Karena itu, Taspen menerapkan layanan jemput bola. Keluarga tidak perlu datang ke Lhokseumawe, seluruh proses administrasi kami fasilitasi langsung di sini,” jelas Hangga.
Penyerahan santunan tersebut turut disaksikan Kepala BKPSDM Gayo Lues Abdul Wahab, SE, Kepala Dinas Pariwisata Irwansyah, S.Si., MM, Kabag Prokopim Yasir Hardika Utama, SE., MM, serta Pengulu Kampung Pepalan dan Pengulu Kampung Badak.
Di balik besaran santunan yang diserahkan, tersimpan kisah pengabdian dan pengorbanan seorang aparatur negara. Negara mungkin tak mampu mengembalikan sosok yang telah pergi, namun melalui perlindungan JKK, negara berupaya memastikan keluarga yang ditinggalkan tidak berjalan sendiri dalam duka.(*)