MEDAN, TRIBUN - Warga Medan diminta untuk beradaptasi pada rekayasa arus lalu lintas yang akan diterapkan. Ruas Jalan Putri Hijau/Jalan Yos Sudarso, Kota Medan akan ditutup sementara selama seminggu mulai 31 Januari hingga 6 Februari 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono memohon maaf selama ada pengalihan arus sementara. Penutupan dilakukan seiring adanya aktivitas pekerjaan pemasangan beton (Electronic Girder) proyek Jalan Layang Kereta Api Medan–Binjai.
"Kita mohon maaf atas ketidaknyamanan rekayasa arus sementara. Pada 31 Januari-6 Februari 2026 akan ada pemasangan rel kereta api Medan-Binjai di Jalan Putri Hijau. Jadi ada rekayasa arus sementara," kata Suriono, Kamis (29/1).
Untuk mengantisipasi kemacetan akibat penutupan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas sebagai jalur alternatif bagi para pengendara.
"Permohan maaf dan imbauan rekayasa sudah kami pasang dan sosialisasikan. Dinas Perhubungan Kota Medan sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas terkait penutupan Jalan Putri Hijau-Yos Sudarso,” ujar Suriono.
Suriono menjelaskan, terdapat dua rute alternatif utama yang disiapkan, yakni untuk pengendara yang hendak menuju Pulo Brayan dan Lapangan Merdeka. “Peta pengalihan arus lalu lintas sudah kita pasang di ruas-ruas jalan yang beririsan dengan penutupan jalan tersebut," katanya.
Baca juga: Gumpalan Asap Masih Mengudara, Sejumlah Karyawan Pantau Kondisi Pabrik
Untuk rute alternatif menuju Pulo Brayan, pengendara akan dialihkan dengan rute sebagai berikut: Belok kanan ke Jalan Prof H.M Yamin, Belok kiri ke Jalan Merak Jingga, Belok kanan ke Jalan Perintis, dan Belok kiri ke Jalan Gaharu
Selain itu, pengendara juga dapat: Lurus menuju Jalan Yos Sudarso, Belok kanan ke Jalan Merak Jingga, Belok kiri ke Jalan Perintis, dan Belok kiri ke Jalan Gaharu
Sedangkan rute alternatif menuju Lapangan Merdeka, arus lalu lintas dialihkan melalui: Belok kanan ke Jalan H. Adam Malik, Belok kiri ke Jalan Gatot Subroto, Lurus ke Jalan Kapten Maulana Lubis, dan Lurus menuju Lapangan Merdeka.
Selain peta papan pengalihan arus, personel Dishub Medan juga akan disiagakan di lapangan untuk membantu pengendara mencari jalur alternatif. “Sekali lagi mohon maaf atas rekayasa Arus sementara ini," pungkas Suriono.
Amatan Tribun-Medan.com, sejumlah pekerja pasangan rel kereta api di Putri Hijau sudah mulai bekerja di sisi jalan sejak 27-28 Januari 2026 pada malam hari. Di sekitar Jalan Putri Hijau juga beberapa halte ditutupi seng proyek. (dyk/Tribun-Medan.com)