Beli Whip Pink Rp 1,5 Juta, Doktif Curigai Gambar Astronot, Ucapan Seller Janggal: Ada Regulasi Baru
January 30, 2026 03:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Kehadiran Dokter Detektif atau yang akrab disapa Doktif dalam podcast Denny Sumargo kembali menyita perhatian publik.

Dalam perbincangan yang tayang pada Rabu (28/1/2026) tersebut, terungkap fakta mengejutkan terkait gas N2O Whip Pink yang belakangan ramai diperbincangkan.

Kontroversi penggunaan gas N2O Whip Pink memang tengah viral di media sosial.

Dalam podcast Densu, Doktif akhirnya angkat bicara dan menceritakan bagaimana awal mula dirinya tertarik menelusuri produk yang disebut-sebut kerap disalahgunakan itu.

Doktif mengungkapkan, ketertarikannya bermula saat ia terus-menerus melihat konten mengenai tabung gas berwarna pink tersebut muncul di linimasa media sosial.

Rasa penasaran pun muncul, mengingat selama ini N2O dikenal sebagai gas medis yang digunakan dalam prosedur anestesi.

Baca juga: Seperti Dopamin, Beri Rasa Senang & Nyaman, Risiko Serius Pengguna Whip Pink, Kematian Mendadak

"Pada saat muncul, sudah mulai FYP, muncul terus yang tabung pink ini, Doktif cari, telusuri. Karena 'kan ga tahu ya, sebenernya N2O kita gunakan pada saat anestesi bius. Jadi kok ini terdengar bahwa N2O digunakan untuk ngefly," kata Doktif.

Kecurigaan Doktif semakin kuat ketika mengetahui gas yang lazim dipakai untuk keperluan medis itu justru dapat diperoleh dengan mudah oleh masyarakat umum.

Ia mempertanyakan bagaimana zat tersebut bisa beredar bebas dan digunakan di luar fungsi aslinya.

"Aneh ini, apa hubungannya? Kok bisa didapatkan untuk ngefly dan katanya didapatkan secara bebas," kata Doktif lagi.

Tak berhenti pada rasa penasaran, Doktif pun memutuskan untuk melakukan penyelidikan sendiri.

Ia mengaku langsung mengunjungi situs penjualnya dan membeli Whip Pink, yang fotonya sempat beredar luas di berbagai platform media sosial.

"Nah, Doktif selidiki, langsung ke websitenya Bang. Doktif lihat ada 4 ukuran di situ. Jadi pada saat itu, Doktif beli di websitenya langsung," jelasnya.

Menurut Doktif, ada 4 jenis ukuran tabung namun ia tak tahu seberapa besar ukurannya.

Awalnya, wanita yang sedang berseteru dengan Richard Lee itu mengaku ia tak berniat membeli tabung sebesar itu.

Saat datang, Doktif kaget melihat ukuran tabung yang sebesar tabung diving.

"Di situ ada 4 tabung, tapi Doktif kan ga tahu ukurannya seperti apa. Sebenernya sih niatnya ga beli sebesar ini. Ini mah salah ini. Tapi kan ga ngerti sebesar apa. Datengnya begini, ya Allah kaget, kayak orang diving," kata Doktif.

"Segini berapa?" tanya Densu.

"Sejuta lima ratus lah kurang lebih. Doktif belinya pake ojek online langsung, dikirim," jawab Doktif.

Doktif mengaku curiga lantaran ada gambar astronot di situs Whip Pink.

Ia pun mempertanyakan hal tersebut di podcast Densu yang juga mengundang perwakilan BNN dan dokter spesialis paru tersebut.

Baca juga: Impian Terakhir Lula Lahfah, Reza Arap Janji Segera Wujudkan: Enggak Ada Waktu Buat Sedih-sedihan

KEJANGGALAN WHIP PINK - Doktif bongkar kejanggalan kemasan Whip Pink, tabung yang terlalu besar hingga ujung tutup yang lancip, bahaya jika disalahgunakan.
KEJANGGALAN WHIP PINK - Doktif bongkar kejanggalan kemasan Whip Pink, tabung yang terlalu besar hingga ujung tutup yang lancip, bahaya jika disalahgunakan. (Youtube/Curhat Bang Denny Sumargo | Instagram @whippink.co)

"Yang lucunya lagi Bang Densu, di webnya itu ada gambar seperti astronot. Jadi dia tu pake gambar-gambar kayak astronot. Lha Doktif itu bingung, apa hubungannya antara whip (whipped cream) atau cake dengan astronot. Astronot itu kan orang yang terbang di luar angkasa dengan membawa ini," katanya lagi.

Doktif kemudian bercerita bahwa ia sempat dihubungi seller Whip Pink soal regulasi baru. Seller mempertanyakan penggunaan Whip Pink kepada Doktif.

"Jadi pas Doktif chat, Doktif beli, itu ada pertanyaan dari mereka. 'Ada regulasi baru ini, ibu.' Menanyakan ini tu penggunaannya itu untuk apa karena ini digunakan untuk cake. Alasannya di chatnya seperti itu. Jadi nanti dialihkan ke chat Whats App. Setelah melakukan pembayaran, dialihkan ke chat itu. Kita dihubungin dari penjualnya. Doktif lalu bilang, 'Oh ya ini untuk cake, untuk kafe bla bla bla.' Udah ngarang aja kita. Intinya untuk cake," katanya lagi.

"Regulasi baru katanya? Namanya apa?" tanya Densu.

"Nggak tahu. Dan begitu Doktif jawab begitu, oke terima kasih. Udah, langsung dikirim. Selesai," jawab Doktif.

"Berarti kenapa dia mengatakan kalimat 'regulasi baru'? Pertanyaannya begitu. Udah Doktif selidiki?" tanya Densu lagi usai mendengar pengakuan Doktif beli Whip Pink.

"Belum, nanti kalo tanya ya ketahuan," tutupnya.

Sementara itu, melansir Antara, Badan Narkotika Nasional atau BNN baru-baru ini menghimbau agar gas tertawa atau Dinitrogen Oksida (N2O) tidak dikonsumsi.

N2O dapat menyebabkan euforia singkat hingga kerusakan saraf dan juga risiko kematian.

"N2O bukan untuk konsumsi rekreasi. Efek euforianya singkat, tetapi risikonya fatal dan permanen. Penyalahgunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, kekurangan vitamin B12 yang parah, hingga risiko kematian akibat kekurangan oksigen (hipoksia)," jelas Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

(TribunTrends/Grid.ID)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.