Biang Kerok Macet Horor Daan Mogot, Polisi: Bukan Cuma Banjir, Tapi Ulah Pengendara
January 30, 2026 04:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polisi menyebut kemacetan parah di Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (29/1/2026), bukan hanya dipicu genangan air, melainkan ulah pengendara yang melawan arus dan tak patuh instruksi petugas.

Pantauan wartawan Tribunnews.com di lokasi pada Kamis malam menunjukkan genangan air yang sempat menutup jalur utama penghubung Jakarta–Tangerang sudah menyusut. 

Kendaraan roda dua maupun roda empat kembali bisa melintas. 

Kanit Lantas Polsek Cengkareng, AKP Yeni, menyebut kerja keras petugas sejak pagi dibantu empat unit pompa dari Dinas SDA mempercepat surutnya air.

“Alhamdulillah, mulai dari pagi tadi kita pengaturan baik di TL maupun di genangan. Untuk saat ini sudah surut, sudah bisa dilintasi baik kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujarnya.

Kemacetan parah melanda Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (29/1/2026), setelah banjir setinggi 20–40 sentimeter merendam jalur utama sejak pagi hingga petang. 

Genangan akibat hujan deras semalam dan luapan Kali Mookervart membuat arus lalu lintas lumpuh total di sejumlah titik, mulai dari kawasan Samsat Jakarta Barat hingga Halte Transjakarta Taman Kota.

Kondisi ini memaksa penumpang turun dari bus dan berjalan kaki untuk melanjutkan perjalanan.

Separator Berantakan

Selain genangan, petugas juga sempat direpotkan dengan pembatas jalan busway yang berantakan.

AKP Yeni menduga hal itu akibat arus air deras dan pengendara yang tidak sabar. 

“Tadi sore sudah dirapikan kembali. Itu karena didorong sama pengendara sendiri, mungkin karena derasnya hujan dan banyak yang enggak sabar,” katanya.

Ulah Pengendara Jadi Biang Kerok

Menariknya, AKP Yeni menegaskan kemacetan parah bukan semata karena air.

Ia menyebut perilaku pengendara yang melawan arus dan mengabaikan arahan petugas sebagai pemicu utama. 

“Penyebab macet stuck itu karena ketidaksabaran pengendara. Mereka tidak mengindahkan perintah petugas di lapangan,” tegasnya.

Baca juga: Banjir di Jakarta Genangi Belasan Ruas Jalan, Lubang pascabanjir Intai Pengendara

Menurutnya, banyak pengendara motor dan mobil nekat melawan arus demi menghindari genangan, padahal jalur alternatif sudah disiapkan.

“Kami sudah arahkan masuk jalur Rawabuaya, mereka tidak mau. Tetap melawan petugas, ya stuck di situ. Ditambah lagi banyak yang melawan arus, akhirnya tidak bisa lewat sama sekali. Itu yang bikin stuck,” ungkapnya.

Suara Pengendara

Akibat macet berkepanjangan, sejumlah pengemudi memilih mematikan mesin kendaraan untuk menghemat bahan bakar.

Bahkan, satu unit mobil pemadam kebakaran dan bus Transjakarta ikut terjebak di tengah antrean. 

David (40), sopir truk yang hendak menuju Pelabuhan Tanjung Priok, mengaku pasrah. 

“Matiin aja lah biar enggak boros, enggak gerak juga,” kata David. Ia berharap persoalan banjir dan kemacetan di Daan Mogot segera ditangani serius. “Bingung, kayak enggak belajar dari kejadian sebelumnya,” ujar David, dikutip Kompas.com.

Banjir dan Macet Berulang

Masalah banjir dan kemacetan di Jalan Daan Mogot bukan kali pertama terjadi.

Beberapa hari sebelumnya, banjir setinggi hampir 50 sentimeter juga merendam kawasan tersebut dan memaksa kendaraan berat melaju perlahan atau berputar balik. 

Warga pun kembali berharap pemerintah segera menemukan solusi permanen agar banjir dan macet tak terus berulang di salah satu jalur utama Jakarta Barat itu.

Imbauan Polisi

Mengantisipasi cuaca ekstrem, polisi mengimbau masyarakat memantau informasi lalu lintas melalui TMC Polda Metro Jaya.

Jika hujan deras kembali turun, pengendara diarahkan mencari jalur alternatif, seperti Rawabuaya dari arah Tangerang atau Kebon Jeruk dari arah Grogol.

“Kami menghimbau kepada pengendara agar selalu berhati-hati, jangan melawan arus, dan tolong perhatikan instruksi petugas di lapangan demi kenyamanan bersama. Gunakan helm dan kontrol emosi, jangan sampai stres di jalan,” pungkas AKP Yeni.

Macet parah di Daan Mogot jadi cermin masalah klasik Jakarta: banjir berulang dan perilaku pengendara yang abai aturan. Publik menanti solusi permanen agar jalan utama ini tak terus lumpuh setiap hujan deras.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.