Pertanyaan:
dr. Ambar, untuk mencegah kulit breakout di musim hujan, apakah rutinitas skincare di musim hujan harus berbeda dengan musim panas atau kemarau?
Nikita, Salatiga.
dr. Ambar Aliwardani, Sp. DVE yang merupakan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Menjawab:
Untuk skincare, secara basic yang digunakan itu sama.
Skincare yang kita butuhkan itu ada empat tahap, yaitu cleansing (pembersihan), moisturizer (melembapkan), protecting (melindungi dengan sunscreen), dan eksfoliasi.
Untuk cleansing atau pembersihan di bagian wajah atau badan, pilihlah sabun yang tidak membuat kulit semakin kering.
Jadi setelah kita mencuci wajah atau mandi, masih ada sensasi licin atau tidak ada rasa ketarik pada kulit kita, itu sabun yang baik seperti itu.
Baca juga: Mengapa Kulit Mudah Bermasalah Saat Musim Hujan? dr. Ambar Menjawab
Jangan menggunakan sabun wajah atau sabun mandi yang memberikan efek kulit terasa kesat atau kering, sabun ini tidak begitu baik karena mengikis lapisan alami lemak kulit kita.
Untuk pelembap, segera oleskan pelembap setelah kita mandi atau mencuci wajah.
Mandi juga tidak boleh lama-lama, cukup 5-10 menit dan hindari menggunakan air yang panas dan cukup menggunakan air hangat suam-suam kuku.
Segera oleskan pelembap setelah mandi, karena kadar air dalam kulit sudah terisi kembali setelah mandi.
Mengoleskan pelembap sesegara mungkin setelah mandi dapat mengunci kadar air dalam kulit supaya tidak menguap keluar.
Untuk pelembap, pilihlah pelembap yang sesuai dengan jenis kulit.
Baca juga: Mitos atau Fakta Treatment Laser Bikin Kulit Lebih Tipis? dr. Ambar Menjawab
Kulit cenderung berminyak sebaiknya memilih pelembap dengan tekstur yang ringan, misalnya gel atau losion.
Untuk kulit normal, boleh menggunakan moisturizer jenis apa pun, baik itu gel, losion, atau pun krim.
Sedangkan untuk kulit yang cenderung kering, pilihlah moisturizer yang lebih pekat, boleh krim atau sedikit mengandung minyak oklusif.
Bagi pemilik kulit berjerawat, jangan lupa untuk memilih moisturizer yang non-comedogenic.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai perawatan kulit di musim hujan, simak podcast kesehatan berikut ini.
Baca juga: 10 Makanan yang Dapat Memperlambat Tanda-tanda Penuaan, Termasuk Buah Beri hingga Cokelat Hitam
Pentingnya Menjaga Hidrasi Kulit di Musim Hujan
Menjaga hidrasi kulit saat musim hujan sangat penting untuk mencegah kulit kering, bersisik, pecah-pecah akibat penurunan suhu serta kelembapan yang esktrem.
Meski udara terasa lembap, kulit tetap bisa kehilangan cairan, menyebabkan kulit kusam dan rentan terinfeksi jamur atau bakteri.
Hidari optimal juga menjaga skin barrier tetap sehat, berikut ini cara menjaga hidrasi kulit saat musim hujan.
- Minum air yang cukup : cukupi kebutuhan cairan yaitu sekitar 8 gelas sehari.
Baca juga: 9 Cara Mudah Melembapkan Kulit, Bikin Kulit Lebih Bercahaya dan Sehat
- Gunakan pelembap : oleskan pelembap ringan atau bebas minyak dua kali sehari untuk mengunci kelembapan tanpa membuatnya berminyak.
- Gunakan sunscreen : meski mendung, sinar UV tetap bisa menembus awan, gunakan sunscreen yang mengandung pelembap.
- Kurangi mandi air panas : air panas berlebihan dapat merampas kelembapan alami kulit.
- Perhatikan asupan nutrisi : konsumsi makanan yang kaya asam lemak esensial seperti omega-3 dan makanan tinggi air.
Baca juga: Dokter, Jika Sudah Menginjak Usia 30 Tahun, Eksfoliasi Sebaiknya Dilakukan Berapa Hari Sekali?
Profil dr. Ambar Aliwardani, Sp. DVE
dr. Ambar Aliwardani, Sp. DVE adalah dokter spesialis kulit dan kelamin yang berpraktik di Surakarta.
dr. Ambar berpraktik di RSUD Bung Karno Surakarta dan pernah bergabung dengan RS Slamet Riyadi, menawarkan konsultasi kesehatan kulit dan kelamin.
Selain aktif menjadi dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Ambar juga aktif memberikan edukasi kesehatan sebagai narasumber di TribunHealth.
Jika Anda ingin berkonsultasi dengan dr. Ambar Aliwardani, Sp. DVE. silahkan kunjungi laman Instagram @rsudbungkarno, untuk mengetahui jadwal praktiknya.
Baca juga: 7 Makanan Kaya Antioksidan yang Bagus untuk Meningkatkan Kesehatan Kulit
(Tribunhealth.com)