Bryan Domani, Aktor yang Selalu Bikin Penonton Ikut Kehilangan
January 30, 2026 07:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM - Bryan Domani dikenal sebagai salah satu aktor muda Indonesia yang kerap berhasil mencuri perhatian lewat peran-peran yang penuh emosional.

Visual yang diatas rata-rata berpadu dengan kemampuan akting yang kuat membuat setiap karakter yang Bryan mainkan terasa menyentuh emosi penonton. 

Namun, setelah beberapa film yang Bryan mainkan sukses mencuri hati penonton, Bryan dijuluki sebagai "ubi" oleh netizen.

Pasalnya, beberapa kali film yang sukses meraih banyak perhatian itu, Bryan dijuluki sebagai artis dengan peran "ubi", karakter yang berakhir meninggal dalam film tersebut.

Terutama setelah Bryan tampil dalam beberapa film drama romantis yang sukses menguras emosi.

Tak sedikit yang menyebut bahwa kehadiran Bryan dalam film sering kali menjadi pertanda cerita penuh air mata.

Film Tak Ingin Usai di Sini

Dalam film Tak Ingin Usai di Sini (2025) menceritakan kisah K (Bryan Domani) dan Cream (Vanessa Prescilla), dua remaja yang dipertemukan dalam situasi sederhana hingga akhirnya saling jatuh cinta.

Hubungan mereka berjalan hangat dan penuh kebahagiaan.

K dikenal sebagai sosok yang ceria, perhatian, dan selalu berusaha membuat Cream tersenyum.

Namun di balik sikapnya yang tampak kuat, K menyimpan sebuah rahasia besar tentang kondisi kesehatannya.

Seiring waktu, Cream mulai menyadari perubahan sikap K yang kerap menjauh tanpa alasan jelas.

Hal ini memicu konflik emosional dalam hubungan mereka.

K memilih memendam semuanya sendiri karena tidak ingin orang yang ia cintai ikut terluka.

Cerita berkembang ketika rahasia tersebut perlahan terungkap, membawa hubungan mereka pada ujian terberat.

Film ini mengajak penonton menyelami perjuangan antara mempertahankan cinta dan menerima kenyataan bahwa tidak semua kebersamaan bisa berlangsung selamanya.

Bryan Domani memerankan K dengan sangat natural dan mendalami.

Banyak penonton mengaku menangis karena hubungan yang sudah terbangun sepanjang film harus berakhir dengan perpisahan yang tidak diinginkan.

Adegan-adegan menjelang akhir pun disebut sebagai salah satu momen paling menyayat dalam film drama romantis Indonesia.

Baca juga: Sinopsis "172 Days": Film Hijrah yang Diperankan Bryan Domani

Film 172 Days

Nama Bryan Domani kembali menjadi sorotan lewat film 172 Days (2023). 

Film 172 Days diadaptasi dari kisah nyata dan mengangkat cerita Zira (Yasmin Napper) dan Ameer (Bryan Domani) yang dipertemukan secara tak terduga.

Pertemuan singkat tersebut berkembang menjadi hubungan yang semakin dekat.

Meski waktu kebersamaan mereka sangat terbatas, keduanya merasakan kecocokan yang kuat.

Ameer (Bryan Domani) dikenal sebagai sosok pria yang lembut, religius, dan penuh tanggung jawab.

Hubungan mereka berjalan cepat hingga akhirnya memutuskan untuk menikah.

Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Setelah pernikahan, Ameer (Bryan Domani) harus menghadapi kondisi kesehatan yang semakin memburuk.

Hari-hari yang mereka jalani bersama menjadi masa paling berharga sekaligus paling berat.

Dalam waktu 172 hari, keduanya belajar tentang cinta, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi takdir yang tidak bisa dihindari.

Di film ini, Bryan Domani memerankan karakter yang lagi-lagi menguras emosi penonton.

Endingnya menjadi pukulan emosional besar, bukan hanya bagi karakter lain, tetapi juga bagi penonton. 

Film ini bahkan dikenal sebagai salah satu tontonan yang membuat bioskop dipenuhi isak tangis.

Peran Bryan di 172 Days dinilai berhasil karena mampu menampilkan sosok yang lembut, penuh iman, dan ikhlas, sehingga kehilangannya terasa sangat menyentuh.

Mengapa Bryan Domani Cocok Memerankan Karakter Tragis?

Bukan tanpa alasan Bryan sering dipercaya memainkan karakter dengan akhir hidup yang menyedihkan.

 Bryan Domani memiliki kemampuan membangun emosi secara perlahan, mulai dari kebahagiaan sederhana hingga rasa kehilangan yang mendalam.

Ekspresi wajah, intonasi bicara, serta gestur yang natural membuat penonton mudah terhubung secara emosional.

Ketika karakter yang Bryan mainkan berakhhir tragis, kesedihan itu terasa nyata dan membekas.

Reaksi Penonton: Siap Nonton, Siap Nangis

Setelah dua film tersebut, muncul candaan di media sosial bahwa Bryan Domani adalah “aktor spesialis bikin nangis”.

Meski hanya gurauan, hal ini menunjukkan betapa kuatnya dampak emosional dari peran-peran yang Bryan mainkan.

Banyak penonton mengaku tetap ingin menonton film Bryan, meski sudah tahu ceritanya akan berakhir sedih.

Bagi para penonton, akting Bryan selalu berhasil menyampaikan pesan cinta, kehilangan, dan keikhlasan dengan cara yang menyentuh.

Baca juga: TIPS Rawat Kulit Sehat dan Cerah Anti Belang dari Aktor Bryan Domani, Bikin Lebih Percaya Diri

Namun, Meski dikenal lewat peran yang berakhir "pergi", Bryan Domani tidak ingin terjebak dalam satu stereotip. 

Bryan terus mengeksplorasi berbagai karakter dan genre untuk menunjukkan sisi lain dari kemampuannya sebagai aktor.

Namun satu hal yang pasti, setiap peran tragis yang Bryan mainkan selalu meninggalkan kesan mendalam. 

Bryan Domani membuktikan bahwa akhir cerita bukanlah segalanya, melainkan bagaimana sebuah karakter mampu hidup lama di hati penonton.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.