TRIBUNNEWS.COM - Sorotan publik mendadak tertuju pada presenter Irfan Hakim setelah namanya ikut terseret dalam polemik dugaan penelantaran anak yang menyeret penyanyi Denada.
Pernyataan Irfan dalam sebuah tayangan televisi justru memantik perdebatan di media sosial, lantaran ia dianggap membela Denada di tengah pengakuan mengejutkan seorang pemuda bernama Ressa Rizky Rosano.
Ressa Rizky Rosano, pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang mengaku sebagai anak biologis Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan.
Klaim itu sontak menyedot perhatian publik, mengingat selama ini Denada dikenal hanya memiliki satu anak perempuan yang kini menetap di luar negeri.
Ressa mengungkapkan bahwa dirinya dibesarkan oleh keluarga Denada di Banyuwangi.
Sejak duduk di bangku SMP, ia mulai mendengar desas-desus dari lingkungan keluarga yang mengasuhnya bahwa dirinya merupakan darah daging Denada, mantan istri Jerry Aurum.
Keyakinan itu kemudian mendorong pria yang kini berusia 24 tahun, untuk menempuh jalur hukum dengan menggugat Denada ke Pengadilan Negeri Banyuwangi atas dugaan penelantaran anak.
Di tengah ramainya isu tersebut, Irfan Hakim ikut menjadi sorotan usai berdebat dengan Hotman Paris dalam sebuah tayangan televisi.
Potongan video perdebatan itu viral dan memunculkan anggapan bahwa Irfan tengah membela Denada.
Hal ini bermula ketika Irfan mempertanyakan waktu pengungkapan klaim Ressa yang dinilai baru muncul saat sudah dewasa.
“Anaknya kan sudah 24 tahun, kan hitungannya sudah bukan anak-anak lagi, sudah dewasa. Nah ketika anak-anak kenapa tidak diungkapnya dulu? Kenapa baru sekarang?” tanya Irfan Hakim kepada Hotman dalam tayangan FYP Trans 7, dikutip Tribunnews, Jumat (30/1/2026).
Baca juga: Kuasa Hukum Tegaskan Denada Tak Pernah Anggap Ressa Bukan sebagai Anak Kandungnya
Mendengar pertanyaan tersebut, Hotman Paris pun mengurai kemungkinan yang melatarbelakangi langkah Ressa.
Menurut Hotman, bisa saja keberanian Ressa baru muncul setelah ia dewasa.
“Ya mungkin dia baru ada keberanian. Dia kan bukan ahli hukum. Saya dengar dia cuma kerja di warung kopi gaji Rp3 juta sebulan di Banyuwangi, ya mungkin dia baru ada yang menyarankan, itu boleh-boleh aja, tidak ada kadaluarsa istilahnya, belum,” jelas Hotman.
Lebih lanjut, Hotman juga menjelaskan bahwa dugaan penelantaran anak bisa ditempuh melalui dua jalur hukum.
“Dugaan bahwa seorang anak menggugat ibu kandungnya karena tidak kasih nafkah. Sebenarnya dia bisa menempuh dua jalur, perdata tapi bisa juga secara pidana loh,” kata Hotman Paris.
Irfan kemudian melontarkan pertanyaan lanjutan terkait pihak yang seharusnya bertanggung jawab apabila Ressa memang benar anak Denada.
Ia menyinggung peran ayah biologis dalam tanggung jawab terhadap anak.
“Mengenai Denada itu, banyak yang ngomong kok nuntutnya ke ibunya, kan yang tanggung jawab atas kehidupan anak tuh sebenarnya bapak,” cecar Irfan Hakim.
Menanggapi hal itu, Hotman Paris memberikan penjelasan dari sudut pandang hukum.
Ia menegaskan bahwa status anak menjadi faktor penentu dalam penentuan tanggung jawab hukum.
“Saya enggak tahu apakah dia anak luar nikah atau anak sah atau dalam perkawinan. Kalau itu anak dalam perkawinan ya harusnya gugat dua-duanya. Tapi kalau memang dia anak ibunya tanpa perkawinan yang sah, maka hanya punya hubungan hukum dengan ibunya, jadi hanya bisa gugat ibunya,” ungkap Hotman.
Usai mendengar penjelasan tersebut, Irfan kembali menegaskan pandangannya bahwa isu dugaan penelantaran anak ini sejauh ini baru datang dari satu pihak.
Ia menilai kebenaran klaim tersebut belum bisa dipastikan lantaran Denada belum memberikan pernyataan resmi.
“Tapi kan kita baru dengar dari satu pihak ya, dari pihak Denada belum ada statement. Jadi benar atau tidaknya yang diungkapkan si anak tersebut belum bisa terbukti,” kata Irfan Hakim.
“Benar,” respon Hotman.
Irfan pun melanjutkan dengan pertanyaan soal kemungkinan tuntutan balik jika klaim tersebut terbukti tidak benar.
“Tapi jika itu terbukti tidak benar yang disampaikan, berarti bisa dituntut balik pencemaran nama baik?” tanya Irfan lagi.
Hotman menjawab dengan penjelasan tegas mengenai batasan hukum dalam kasus semacam ini.
“Tergantung, kalau dia hanya menempuh jalur pengadilan itu bukan pencemaran nama baik karena dia menempuh upaya yang benar. Tapi kalau dia podcast di mana-mana, termasuk kamu bisa kena, karena pidana itu ada pelaku utama, ada pelaku turut serta,” kata Hotman.
Respons Irfan Hakim dalam menyikapi polemik tersebut dinilai sebagian publik kurang menunjukkan sikap netral.
Hal itu pun memicu kekecewaan, lantaran banyak warganet merasa sang presenter kurang menghadirkan empati, terutama dari sudut pandang anak yang merasa ditelantarkan.
"Aa' Irfan, saya adalah anak yang ditinggal oleh Ibu dan tumbuh di bawah asuhan kakek dan nenek. Setelah berusia 20 tahun, baru berani bertanya siapa ibu kandung saya," ujar akun @siapalahaku_12***58 dikutip Tribunnews dari akun TikTok, @dramahalu.
"Jangan mentang-mentang teman dekat, yang Salah pun dibela Aa," timpal akun @kh***za.
"Serius nih Irfan Hakim seen gak empati ini? Sebagai teman baik Denada, dia seharusnya bisa menasihati bukan bikin statement yang justru memperkeruh suasana," sahut akun @mom****ia.
Baca juga: Denny Sumargo Nangis Dengar Cerita Awal Ressa Tahu Dirinya Anak Denada saat Masih SMP: Sedih Sekali
Sementara itu, pihak pedangdut Denada melalui kuasa hukumnya buka suara mengenai polemik permasalahan Ressa Rizky Rossano.
Kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa selama ini kliennya tak pernah anggap Ressa bukan sebagai anak kandungnya.
"Denada ini nggak pernah tidak pernah menganggap Ressa itu tidak sebagai anak gitu, nggak pernah," ungkap Muhammad Iqbal, dikutip dari YouTube Cumicumi, Kamis (29/1/2026).
Iqbal juga memberikan bantahan kliennya menelantarkan Ressa.
Ia menyampaikan, bahwa selama ini kebutuhan dari Ressa selalu dipenuhi oleh Denada, termasuk biaya sekolah.
"Semua itu dipenuhi, sekolah juga dipenuhi, sudah semua," ungkapnya.
Menurutnya, masalah ini tak seharusnya dibesar-besarkan di media.
Hal ini lantaran sejak awal tak ada permasalahan dari Denada dan Ressa.
"Intinya nggak ada masalah apa-apa sebetulnya," ucap Iqbal.
Perkara ini menyedot perhatian publik, mengingat sosok Denada selama ini dikenal sebagai ibu yang kuat dan penuh pengorbanan.
Ressa mengungkapkan bahwa gugatan tersebut lahir dari perasaan yang telah lama ia pendam.
Ia merasa ada ketidakadilan dalam perlakuan Denada terhadap Aisha, putri Denada dari pernikahannya dengan Jerry Aurum, dibandingkan dengan dirinya yang mengaku tak pernah diakui sebagai anak.
Di mata publik, Denada dikenal sebagai ibu yang berjuang habis-habisan demi kesembuhan Aisha yang sempat mengidap leukemia.
Namun, bagi Ressa, perjuangan itu justru meninggalkan luka tersendiri.
Ia mengaku hatinya tersayat melihat perbedaan perlakuan tersebut.
Perasaan itu akhirnya ia ungkapkan saat menjadi bintang tamu dalam podcast YouTube milik Denny Sumargo.
Dalam kesempatan tersebut, Ressa secara terbuka menyampaikan pesan yang ditujukan langsung kepada Denada.
“Ibu (Denada), kan ini masalahnya biar enggak tambah panjang, Ressa mintanya ya cepat diakuin gitu,” ujar Ressa, dikutip Tribunnews, Selasa (27/1/2026).
Ia kemudian menyinggung bagaimana Denada membela Aisha ketika sang putri sakit, yang menurutnya berbanding terbalik dengan perlakuan yang ia terima.
“Kenapa kok maksudnya, Aisha yang ada sakit kayak gitu, dibelain Ibu sampai Ibu sejatuh-jatuhnya," katanya.
Meski demikian, Ressa menegaskan bahwa perasaan yang ia rasakan bukanlah bentuk kecemburuan.
“Aku sih enggak iri atau gimana, cuman lihat dari posisi Aisha sama Ressa sendiri kan berbeda gitu,” ucapnya.
Ressa juga menyoroti posisinya yang seharusnya bisa hadir sebagai kakak bagi Aisha, terutama di masa-masa sulit.
“Kenapa kok Ressa ini ya seharusnya jelas sebagai kakaknya Aisha, bisa juga masalah dulu Aisyah sakit, bisa juga Ressa yang bantuin atau ngejagain," lanjutnya.
Namun, menurut Ressa, hal paling mendasar yang ia perjuangkan adalah pengakuan.
“Kenapa Ressa kok nggak diakuin, itu aja,” katanya.
Ia pun menepis anggapan bahwa gugatan tersebut semata-mata soal materi.
“Kalau masalah yang minta uang, Ressa nggak minta uang,” tegasnya.
Ressa mengaku terluka dengan situasi yang ia alami selama ini.
“Cuman ya gimana ya, kok sampai, maaf, kok sampai sejahat ini, gitu aja," tandasnya.
Ressa juga menegaskan bahwa dirinya mampu hidup mandiri tanpa bergantung pada pelantun lagu Pitik Gemoy tersebut.
“Ressa bisa cari uang sendiri, bisa kerja sendiri. Cuma untuk ketenangan hati selama ini," tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan mengungkapkan penantian panjang yang selama ini ia jalani.
“Ressa, tunggu dari dulu. Mulai terpuruknya Ressa sampai detik sekarang pun ibu (Denada) enggak mau ngakuin," pungkasnya.
Baca juga: Emma Waroka Peringatkan Denada soal Hak Ressa Rizky Rosano, Kini Minta Masalah Segera Diselesaikan
(Tribunnews.com, Rinanda/Ifan)