TRIBUNTRENDS.COM - Penggunaan whip pink kembali ramai diperbincangkan publik setelah dikaitkan dengan kasus meninggalnya seorang selebgram.
Isu ini memicu kekhawatiran masyarakat mengenai keamanan produk tersebut.
Menanggapi hal itu, Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Apt. Zullies Ikawati, menegaskan bahwa whip pink sejatinya aman digunakan sesuai fungsinya, khususnya untuk kebutuhan dapur.
Namun, ia mengingatkan bahwa produk ini dapat menjadi sangat berbahaya bila disalahgunakan, terutama jika gas di dalamnya dihirup secara langsung karena berpotensi menimbulkan dampak serius hingga mengancam nyawa.
Whip pink yang dimaksud adalah tabung gas kecil berwarna merah muda yang berisi nitrogen oksida (N₂O).
Zat ini merupakan bahan legal dan telah lama digunakan untuk tujuan tertentu.
Baca juga: Kejanggalan Kemasan Whip Pink Dibongkar Doktif, Ukuran Tabung hingga Tutup, Rawan Disalahgunakan
Selama dimanfaatkan sesuai peruntukannya, nitrogen oksida memiliki fungsi yang jelas dan relatif aman, baik dalam dunia kuliner maupun medis.
Dalam bidang kuliner, nitrogen oksida berperan penting dalam proses pembuatan krim kocok.
Di bidang kuliner, N₂O digunakan dalam alat pembuat whipped cream untuk menciptakan tekanan sehingga krim dapat mengembang dan bertekstur lembut,” ujar Prof. Zullies kepada wartawan.
Tak hanya di dapur, nitrogen oksida juga dikenal di dunia medis.
Gas ini kerap dimanfaatkan sebagai obat bius tambahan atau pereda nyeri ringan.
Penggunaannya umum ditemukan dalam praktik kedokteran gigi maupun saat proses persalinan.
Meski demikian, Prof. Zullies menekankan bahwa pemakaian N₂O di bidang medis dilakukan dengan dosis yang terkontrol, dicampur dengan oksigen, serta berada di bawah pengawasan ketat tenaga kesehatan.
Permasalahan muncul ketika nitrogen oksida digunakan di luar konteks tersebut.
Prof. Zullies menyoroti maraknya penyalahgunaan N₂O yang kini dikonsumsi secara rekreasional dengan cara dihirup langsung tanpa pengawasan medis.
Praktik inilah yang dinilai berisiko tinggi dan dapat menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan.
“Saat masuk ke tubuh, N₂O bekerja pada otak dan sistem saraf pusat,” jelasnya.
Gas ini memengaruhi pelepasan zat kimia di otak, seperti dopamin, yang berperan dalam menimbulkan rasa senang dan nyaman.
Akibatnya, pengguna dapat merasakan euforia singkat, sensasi ringan, tertawa tanpa sebab, hingga perasaan melayang.
Efek tersebut muncul dengan cepat dan juga menghilang dengan cepat, sehingga mendorong sebagian orang untuk mengulang pemakaian demi mendapatkan sensasi serupa.
Baca juga: Isu Overdosis & Whip Pink di Pusaran Kematian Lula Lahfah, Bahaya Gas Tertawa, Polisi: Jangan Bias
Rasa senang sesaat yang ditimbulkan nitrogen oksida dapat berujung pada dampak kesehatan yang serius, terutama bila digunakan berulang kali dalam jumlah besar.
N₂O dapat menggantikan oksigen di paru-paru, sehingga tubuh mengalami kekurangan oksigen (hipoksia).
Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat memicu pusing berat, pingsan, gangguan pernapasan, bahkan kematian mendadak.
Tak hanya itu, penggunaan berulang juga berpotensi mengganggu fungsi vitamin B12, yang berperan penting dalam kesehatan sistem saraf.
Dampaknya dapat berupa kesemutan, mati rasa, gangguan berjalan, hingga kerusakan saraf permanen.
Prof. Zullies mengungkapkan bahwa whip pink saat ini dijual bebas di pasaran sebagai perlengkapan dapur, sehingga sering kali dianggap aman dan tidak berbahaya karena 'bukan narkoba'.
Padahal, menurutnya, anggapan tersebut keliru.
“N₂O tetap merupakan zat psikoaktif yang berbahaya bila disalahgunakan. Efeknya mungkin terasa ringan di awal, tetapi dampaknya terhadap kesehatan bisa berat dan tidak selalu bisa dipulihkan,” tegas Prof. Zullies.
Ia kembali mengingatkan bahwa nitrogen oksida bukan untuk dihirup.
Gas ini aman bila digunakan sesuai fungsi medis dan kuliner, namun berisiko serius jika disalahgunakan untuk mencari sensasi sesaat.
Whip Pink belakangan juga ramai diperbincangkan publik karena dikait-kaitkan dengan kematian selebgram Lula Lahfah.
Produk yang disebut sebagai “gas tertawa” ini mengandung nitrous oxide (N2O), zat yang berbahaya jika disalahgunakan dengan cara dihirup untuk efek euforia sesaat.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI juga mengimbau masyarakat agar tidak mencoba mengonsumsi whip pink yang dikaitkan dengan selebgram Lula Lahfah yang mengandung dinitrogen oksida (nitrous oxide).
Gas ini sering disalahgunakan untuk sensasi senang sesaat hingga tertawa, sehingga dikenal sebagai 'gas tertawa'.
(TribunTrends/Tribunnews)