TRIBUNKALTIM.CO,SANGATTA – Rotasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali menghadirkan tantangan baru bagi para pejabat seniornya.
Salah satu sosok yang menjadi sorotan adalah Bohari, pria kelahiran Makassar yang kini resmi mengemban amanah di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur.
Langkah kaki Bohari kini tak lagi mengitari lorong-lorong pasar.
Setelah sebelumnya dikenal sebagai Kepala UPT Pasar Induk Sangatta Utara di bawah naungan Disperindag, ia kini menjabat sebagai Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan di DTPHP.
Transisi ini menjadi babak baru bagi pria yang telah mendedikasikan dirinya selama puluhan tahun di Bumi Tuah Bumi Untung Benua.
Meski bidang yang digeluti kali ini berbeda jauh dari urusan pasar, Bohari menunjukkan sikap optimis dalam menjalankan instruksi pimpinan.
Baca juga: Sosok Kapolresta Sleman, Disorot Usai Korban Jambret Jadi Tersangka, Pernah Tugas di Polda Kaltim
"Insyaallah, namanya kita sudah diamanahkan, sesegera mungkin sesuai pesan Pak Bupati, kita membereskan tugas lama dan menjemput tugas yang baru," ujar Bohari, Jumat (30/1/2026).
Bagi masyarakat Sangatta, Bohari bukanlah orang baru.
Pria kelahiran 5 April 1974 ini merupakan salah satu saksi sejarah perkembangan daerah.
Ia merupakan bagian dari generasi yang ikut membuka wilayah Sangatta sejak masa-masa awal pembangunan.
Kariernya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) telah teruji selama lebih dari 20 tahun.
Pengalaman panjang ini membentuknya menjadi sosok yang adaptif terhadap perubahan regulasi dan dinamika birokrasi.
Sebelum berlabuh di sektor pertanian, Bohari tercatat telah melanglang buana di lima instansi berbeda. Pengalamannya mencakup sektor-sektor krusial, mulai dari infrastruktur hingga jaminan sosial:
Dinas Pekerjaan Umum (PU)
Inspektorat Daerah
Dinas Sosial
Dinas Kesehatan
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)
"Sudah lima kali saya pindah instansi. Dari PU ke Inspektorat, lalu ke Sosial, Kesehatan, hingga Disperindag," bebernya.
Dengan latar belakang yang beragam, tugas barunya dalam memimpin Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian diharapkan mampu memberikan perspektif baru. Fokus utamanya kini adalah penguatan fasilitas dan penyuluhan bagi para petani di Kutai Timur.
Baca juga: Sosok dan Nasib Todotua Pasaribu Akibat Absen di Peresmian RDMP Balikpapan, Begini Perintah Presiden
Di minggu-minggu awal pasca pelantikan, Bohari berkomitmen untuk segera menuntaskan segala administrasi di tempat lama agar bisa fokus sepenuhnya di DTPHP. Baginya, perpindahan jabatan adalah bentuk integritas seorang abdi negara.
"Itulah tanggung jawab sebagai ASN. Di mana pun ditempatkan, kita harus siap mengemban amanah," tutup pria berusia 51 tahun tersebut dengan mantap. (*)