Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG BARAT - Polisi memastikan bahwa kerangka manusia yang ditemukan pada area, pada sektor B1 bukanlah korban longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dari hasil pemeriksaan dan identifikasi tim DVI Polri, kerangka tersebut telah berumur lebih dari satu tahun.
"Setelah dilakukan proses identifikasi posmortem dan antemortem, diperkirakan kerangka tersebut berusia lebih dari satu tahun," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochawan, Kamis (29/1/2026).
Hendra mengungkapkan, pos DVI menerima 3 kantung jenazah meliputi dua jenazah utuh dan satu kantung berupa tulang belulang. Dua jenazah utuh saat ini masih dalam proses identifikasi.
"Kami menerima dalam bentuk dua jasad utuh dan 1 berisi tulang," ungkapnya.
Dugaan sementara, kerangka manusia tersebut berasal dari makam keluarga yang terbawa longsor.
"Dimungkinkan kerangka tersebut merupakan (kerangka dari) makam keluarga yang terdampak longsor dan terawa olehh alat berat," tandasnya.
Baca juga: Tim SAR Temukan 2 Jenazah Korban Longsor Cisarua dan Satu Kerangka Manusia, 25 Lagi Masih Dicari
Sebelumnya, Basarnas mengkonfirmasi adanya temuan kerangka manusia dalam proses pencarian korban longsor pada Kamis (29/1/2026). Kerangka manusia tersebut ditemukan pada pukul 13.21 WIB di Sektor B1.
"Pukul 14.32 WIB dan Pukul 15.00 WIB ditemukan bodypack worksite A1, Pukul 13.21 WIB ditemukan bodypack di sektor B1," kata Kepala kantor SAR Bandung Ade Dian Permana di Posko Basarnas, Desa Pasirlangu, Bandung Barat, Kamis (29/1/2026) sore.
Dari hasil identifikasi, kerangka manusia yang ditemukan dibalik lumpur itu ternyata merupakan mayat yang diduga berasal dari kuburan keluarga warga setempat. Basarnas, tidak memasukkan temuan kerangka tersebut dalam korban longsor.
"Itu jenazah lama, namun tetap kami evakuasi agar dapat dikebumikan kembali secara layak oleh piha keluaraga, secara pendataan tidak kami masukkan data korban longsoran. Memang bukan dari pemakaman umum mungkin ada makam pribadi," ujarnya.
Hingga 6 hari pencarian, Basarnas telah mengangkat 55 jezanah dari balik lumpur longsoran. Dari angka tersebut, 41 diantaranya telah berhasil diidentifikasi.
"Sementara, lebih kurang korban dalam pencarian 25 jiwa," tandasnya.
Longsor melanda tiga kampung di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Total warga terdampak mencapai 158 orang dengan rincian 78 selamat dan 80 dilaporkan hilang.
Dari hasil verifikasi, longsor meratakan sejumlah perkebunan hingga mengakibatkan 48 rumah rusak berat. Satu bangunan musala pun dilaporkan terdampak longsor.
Sebelumnya, Badan SAR Nasional (Basarnas) mengangkat dua jenazah dan satu kerangka manusia pada pencarian korban longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Kamis (29/1/2026).
Dua jenazah ditemukan pada sektor A1 sedangkan kerangka di sektor B1.
"Pukul 14.32 WIB dan Pukul 15.00 WIB ditemukan bodypack worksite A1, Pukul 13.21 WIB ditemukan bodypack di sektor B1," kata Kepala kantor SAR Bandung Ade Dian Permana di Posko Basarnas, Desa Pasirlangu, Bandung Barat, Kamis (29/1/2026) sore.
Dari hasil identifikasi, kerangka manusia yang ditemukan dibalik lumpur itu ternyata merupakan mayat yang diduga berasal dari kuburan keluarga warga setempat. Basarnas, tidak memasukkan temuan kerangka tersebut dalam korban longsor.
"Itu jenazah lama, namun tetap kami evakuasi agar dapat dikebumikan kembali secara layak oleh piha keluarga, secara pendataan tidak kami masukkan data korban longsoran. Memang bukan dari pemakaman umum mungkin ada makam pribadi," ujarnya.
Baca juga: 27 Warga Pasirlangu Masih Dalam Pencarian Tim SAR, 35 Korban Longsor Cisarua Teridentifikasi
Baca juga: 4 Hari Pencarian Tim SAR Temukan 48 Jenazah di Lokasi Longsor Cisarua KBB
Hingga 6 hari pencarian, Basarnas telah mengangkat 55 jenazah dari balik lumpur longsoran. Dari angka tersebut, 41 orang di antaranya telah berhasil diidentifikasi.
"Sementara, lebih kurang korban dalam pencarian 25 jiwa," ujarnya.
Operasi pencarian korban longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilanjutkan Kamis (29/1/2026) pagi. Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Muda TNI Yudhi Bramantyo N mengatakan, hari ke-6 pencarian difokuskan kepada sektor A1,A2, dan B2.
"Kita akan melanjutkan hari ke 6 ini seperti hari kemarin, mungkin permasalahannya di kondisi cuaca, tadi ada matahari sebentar sekarang sudah gelap lagi, hujan," kata Bramantyo di Posko Basarnas.
Bramantyo optimis pencarian akan berlangsung dengan lebih baik dari hari sebelumnya yang dinilai belum maksimal karena terkendala hujan, kabut, dan potensi longsor susulan. Pada Rabu (28/1/2026), Basarnas mengangkat dua jenazah dari sektor A2.
"Kemarin mungkin kita tidak bisa maksimal, dua bodypack yang kita evakuasi, harapan kita hari ini bisa lebih," ujarnya.
Personel dan peralatan dalam misi pencarian dinilai sudah mencukupi dan terus ditinkatkan. Lebih dari 2000 petugas SAR gabungan dilibatkan dalam pencarian hingga menggunakan 17 alat berat.
"Alat berat 17, kita tambah kekuatan juga khususnya ekskavator yang 200 PC, lebih besar, yang terlibat dan tercatat kita ada 2.300 (persone), sampai 3.000 malah," tandasnya.
Hujan Tetap Turun
Hujan tetap mengguyur wilayah Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) meski telah dilakukan modifikasi cuaca untuk memuluskan upaya pencarian korban longsor. Pada Kamis (29/1/2026), hujan mengguyur sejak pagi secara berulang meski dengan durasi tak begitu lama.
Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, setidaknya ada 3 kali Operasi Modifikasi Cuaca (OPC) di langit Cisarua Bandung Barat dalam setiap hari.
"Dari pagi tadi sampai siang ini sudah tiga kali penerbangan OMC untuk area Burangrang sini. Cuma memang pertumbuhan awannya cukup tinggi," kata Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, Kamis (29/1/2026).
Fase puncak musim penghujan diduga menjadi faktor penyebab OPC mengalami kegagalan.
"Kalau dari awal lebih dari 20, misalnya dirata-ratakan 3 kali sehari, ada yang lebih juga. Ini kita sudah lakukan upaya semaksimal mungkin, namun memang ini sedang di puncak musim hujan," ujarnya.
Teguh menuturkan, cuaca di wilayah Bandung Raya diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam sepekan ke depan.
"Hari ini cuaca masih sama seperti kemarin, kita lihat bahwa sepekan kedepan juga potrnsinya masih sama. Hujan ringan sampai lebat, sehingga memang berdampak pada operasi pencarian," tandasnya.
Potensi Longsor Susulan
Basarnas mengkonfirmasi adanya potensi longsor susulan ke Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Curah hujan dengan intensitas ringan dan lebat membuat mahkota longsor di Gunung Burangrang akan tergenang air hingga berpotensi mengakibatkan longsor susulan.
"Yang dikhawatirkan kami dengan cuaca hujan ringan sampai dengan lebat yang mengakibatkan genangan air di mahkota itu bisa mengakibatkan terjadinya longsor susulan, itu laporan yang kami dapat dari ahli geologi," kata Kepalas kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana di Posko Basarnas, Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Rabu (28/1/2026).
Ade mengungkapkan, kontur tanah di titik mahkota longsor dinilai masih dalam kondisi labil, khususnya saat diguyur hujan seperti yang terjadi hari ini. Kerawanan mahkota longsor pula yang mendorong Basarnas akhirnya sempat menghentikan sementara misi pencarian korban
Operasi pencarian di hari ini juga sempat dihentikan berdasarkan hasil asesmen di mahkota longsor yang dinilai semakin rawan karena diguyur hujan di pagi hari.
"Sejak pagi hujan merata, berdasarkan hasil pemantauan lapangan serta aseselmen potensi bahaya, khususnya terkait stabilitas mahkota longsor, sektor A2 dan A3 sempat dihentikan karena berada pada jalur longsor," ungkapnya.
Ade menambahkan,hujan intensitas ringan hingga lebat masih mengguyur wilayah Cisarua pada Kamis (29/1/2026). Hal itu membuat Basarnas semakin meningkatkan kewaspadaan dalam misi pencarian korban longsor yang diduga masih terkubur lumpur.
"Kami menegaskan operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan prinsip utama keselamatan personel sebagai prioritas utama, pengendalian risiko bencana susulan, akurasi, dan transparansi data korban, serta sinergi seluruh unsur terkait," ujarnya.
Longsor melanda tiga kampung di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.
Total warga terdampak mencapai 158 orang dengan rincian 78 selamat dan 80 dilaporkan hilang.
Dari hasil verifikasi, longsor meratakan sejumlah perkebunan hingga mengakibatkan 48 rumah rusak berat. Satu bangunan musala pun dilaporkan terdampak longsor. (*)