PROHABA.CO - Malam Nisfu Syaban Sya'ban merupakan salah satu momen spiritual yang senantiasa dinanti-nantikan oleh umat Muslim di berbagai belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia.
Dikenal sebagai malam pembebasan, Nisfu Syaban memegang peranan penting dalam kalender Islam sebagai gerbang pembuka menuju bulan suci Ramadan.
Malam Nisfu Syaban diyakini penuh dengan keberkahan dan pengampunan, malam ini menjadi waktu di mana umat Muslim berbondong-bondong untuk melaksanakan serangkaian ibadah.
Pertanyaan mengenai kapan malam Nisfu Sya’ban 2026 jatuh mulai banyak dicari umat Islam seiring dengan pengumuman resmi awal bulan Syaban 1447 Hijriah.
Malam Nisfu Sya’ban dikenal sebagai salah satu malam paling istimewa dalam kalender Islam karena sarat dengan keutamaan, pengampunan dosa, serta doa-doa yang mustajab.
Setiap tahun, umat Islam mempersiapkan diri secara khusus untuk menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan berbagai bentuk ibadah, mulai dari dzikir, doa, shalat sunnah, hingga tradisi keagamaan yang telah mengakar kuat di masyarakat.
Oleh karena itu, kepastian jadwal menjadi sangat penting agar ibadah dapat dilaksanakan dengan tepat waktu.
Penetapan Awal Bulan Syaban 1447 H
Mengutip informasi dari NU Online, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) secara resmi telah menetapkan awal bulan Syaban 1447 Hijriah.
Penetapan ini didasarkan pada hasil rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik pengamatan di Indonesia.
Dalam pengumuman resmi PBNU Nomor 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026 yang dirilis pada Senin, 19 Januari 2026, disebutkan bahwa 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa Pahing, 20 Januari 2026 Masehi.
Penetapan ini menjadi rujukan penting bagi umat Islam, khususnya warga Nahdlatul Ulama, dalam menentukan berbagai agenda ibadah di bulan Syaban, termasuk penentuan malam Nisfu Sya’ban.
Dalam Islam, pergantian hari tidak dimulai pada pukul 00.00 seperti kalender Masehi, melainkan sejak matahari terbenam.
Dengan demikian, malam 1 Syaban sudah dimulai sejak Senin malam, 19 Januari 2026, selepas Maghrib.
Baca juga: Bacaan Niat Shalat Malam Nisfu Syaban, Tatacara dan Amalannya
Metode Rukyatul Hilal yang Digunakan PBNU
Penetapan awal Syaban oleh PBNU dilakukan dengan metode rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung terhadap keberadaan bulan sabit muda (hilal).
Metode ini telah menjadi tradisi keilmuan yang kuat di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Pada Senin sore, 19 Januari 2026, para perukyah dikerahkan di berbagai lokasi strategis di Indonesia.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa hilal berhasil terlihat di sejumlah titik, sehingga bulan Rajab tidak perlu digenapkan menjadi 30 hari atau diistikmalkan.
Secara astronomis, data hisab menunjukkan bahwa posisi hilal sudah memenuhi kriteria imkan rukyat.
Di markaz Jakarta, tinggi hilal mencapai sekitar 6 derajat lebih, dengan elongasi mendekati 8 derajat.
Sementara di wilayah lain seperti Bengkulu dan Merauke, tinggi hilal juga masih berada dalam batas aman pengamatan.
Data ini menunjukkan bahwa penetapan awal Syaban 1447 H tidak hanya didasarkan pada pengamatan visual, tetapi juga diperkuat oleh perhitungan falak yang akurat dan komprehensif.
Kapan Malam Nisfu Sya’ban 2026?
Dengan ditetapkannya 1 Syaban 1447 H pada Selasa, 20 Januari 2026, maka penghitungan pertengahan bulan Syaban menjadi jelas.
Nisfu Sya’ban sendiri berarti pertengahan bulan Syaban, yaitu malam ke-15.
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah:
Malam Nisfu Sya’ban 1447 H jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026
Siangnya bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026
Perlu dipahami bahwa dalam Islam, malam mendahului siang.
Artinya, meskipun tanggal 15 Syaban secara administratif jatuh pada hari Selasa, namun malam
Nisfu Sya’ban sudah dimulai sejak Senin sore setelah matahari terbenam.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mulai menghidupkan malam Nisfu Sya’ban sejak Senin malam, 2 Februari 2026, dengan berbagai amalan ibadah.
Biasanya, di berbagai wilayah Indonesia, masyarakat akan berkumpul di masjid setelah shalat Maghrib berjamaah. Mereka akan membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali dengan niat-niat khusus.
Niat yang umum dipanjatkan antara lain adalah memohon panjang umur dalam ketaatan, memohon diluaskan rezeki yang halal, serta memohon ketetapan iman dan Islam hingga akhir hayat.
Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan menjadi pengikat ukhuwah Islamiyah di lingkungan masyarakat. Kebersamaan dalam doa menciptakan suasana spiritual yang sangat kental.
Malam Senin, 2 Februari 2026 tersebut akan menjadi malam di mana langit terbuka bagi doa-doa hamba yang tulus.
Tidak ada doa yang tertolak pada malam yang mulia ini jika dipanjatkan dengan penuh keyakinan.
Mari jadikan informasi jadwal ini sebagai pengingat untuk tidak menyia-nyiakan waktu. Persiapan hati harus dimulai bahkan sebelum malam istimewa itu tiba.
Baca juga: Keutamaan Malam Nisfu Syaban, Dikabulkan Segala Doa hingga Pengampunan Dosa
Makna dan Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban
Malam Nisfu Sya’ban memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi keislaman.
Hal ini berlandaskan pada hadits yang diriwayatkan oleh ad-Dailami, 'Asakir, dan al-Baihaqy.
Keutamaannya disebutkan dalam sejumlah hadis yang diriwayatkan oleh para ulama, di antaranya menyebutkan bahwa malam Nisfu Sya’ban termasuk malam di mana doa-doa tidak tertolak.
Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa terdapat lima malam yang doa di dalamnya sangat mustajab, yakni:
Malam pertama bulan Rajab
Malam Jumat
Malam Nisfu Sya’ban
Malam Idul Fitri
Malam Idul Adha
Malam Nisfu Sya’ban juga dikenal sebagai malam pengampunan, di mana Allah SWT membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang bertaubat dengan sungguh-sungguh.
Dalam sejumlah riwayat, disebutkan pula bahwa pada malam ini Allah membebaskan banyak hamba dari api neraka, kecuali mereka yang masih menyimpan permusuhan, dengki, dan kebencian dalam hatinya.
Oleh karena itu, malam Nisfu Sya’ban tidak hanya menjadi momentum ibadah vertikal kepada Allah SWT, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan horizontal dengan sesama manusia melalui saling memaafkan.
Hadits ini menjadi motivasi besar bagi setiap Muslim untuk memperbanyak istighfar dan dzikir. Kesempatan untuk mendapatkan "tiket" doa yang pasti dikabulkan adalah anugerah yang sangat mahal.
Umat Islam dianjurkan untuk tidak hanya tidur atau melakukan kegiatan sia-sia pada malam tersebut. Sebaliknya, memperbanyak shalat sunnah seperti shalat tasbih atau shalat hajat sangatlah disarankan.
Tradisi Menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban
Di Indonesia, malam Nisfu Sya’ban biasanya dihidupkan dengan berbagai tradisi keagamaan yang telah berlangsung turun-temurun.
Setelah shalat Maghrib berjamaah, masyarakat akan berkumpul di masjid atau musala untuk melaksanakan doa bersama.
Salah satu amalan yang paling umum dilakukan adalah membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda, yaitu:
Memohon panjang umur dalam ketaatan kepada Allah
Memohon rezeki yang halal dan berkah
Memohon keteguhan iman dan Islam hingga akhir hayat
Tradisi ini menjadi bagian dari kekayaan Islam Nusantara yang mengedepankan nilai kebersamaan, kekhusyukan, dan ukhuwah Islamiyah.
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak:
Istighfar dan dzikir
Membaca Al-Qur’an
Shalat sunnah, seperti shalat hajat dan shalat tasbih
Memperbanyak doa untuk diri sendiri, keluarga, dan umat Islam secara umum
Doa Khusus Malam Nisfu Sya’ban
Salah satu doa yang sering diamalkan pada malam Nisfu Sya’ban adalah doa yang diriwayatkan dari Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani, sebagaimana tertuang dalam kitab Ghunyah ath-Thalibin.
Doa ini berisi permohonan perlindungan, ampunan, kelapangan rezeki, kesehatan, serta keteguhan iman.
Makna doa tersebut sangat dalam, karena tidak hanya memohon kebaikan dunia, tetapi juga keselamatan akhirat.
Doa ini juga mencerminkan kepasrahan seorang hamba kepada Allah SWT serta pengakuan atas kelemahan diri di hadapan-Nya.
Baca juga: 7 Amalan yang Baik di Malam Nisfu Syaban Dianjurkan Untuk Dikerjakan, Perbanyak Doa dan Istighfar
Doa Khusus dari Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani
Bagi yang ingin mengamalkan doa khusus, terdapat riwayat doa dari Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani. Doa ini beliau peroleh dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan tertuang dalam kitab Ghunyah ath-Thalibin.
Berikut adalah doa khusus yang dianjurkan untuk dilangitkan pada malam Nisfu Sya'ban:
(Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âlihi, Mashâbihil hikmati wa mawâlin ni’mati, wa ma‘âdinil ‘ishmati, wa‘shimni bihim min kulli sû-in, wa lâ ta’khudznî ‘alâ ghirratin wa lâ ‘ala ghaflatin, wa lâ taj‘al ‘awâqiba amri hasratan wa nadâmatan, wardla ‘annî, fainna maghfirataka lidh dhâlimin, wa anâ minadh dhâlimîna, allâhumma ighfir lî mâ lâ yadlurruka, wa a‘thinî mâ lâ yanfa’uka, fainnaka al-wâsi’atu rahmatuhu, al-badî‘atu hikmatuhu, fa a‘thini as-sa‘ata wad da‘ata, wal-amna wash-shihhata wasy-syukra wal-mu‘âfata wattaqwa, wa afrighiash-shabra wash-shidqa ‘alayya, wa ‘alâ auliyâi fîka, wa a‘thinî al-yusra, walâ taj‘al ma‘ahu al-‘usra, wa a‘imma bi dzâlika ahlî wa waladî wa ikhwanî fîka, wa man waladanî minal muslimîna wal muslimâti wal mu’minîna wal mu’minâti.)
Artinya: “Ya Allah limpahkan rahmat ta’dhim-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lampu-lampu hikmah, tuan-tuan nikmat, sumber-sumber penjagaan. Jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka, janganlah engkau hukum aku atas kelengahan dan kelalaian, janganlah engkau jadikan akhir urusanku suatu kerugian dan penyesalan, ridhailah aku, sesungguhnya ampunanMu untuk orang-orang zhalim dan aku termasuk dari mereka, ya Allah ampunilah bagiku dosa yang tidak merugikanMu, berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat kepadaMu, sesungguhnya rahmat-Mu luas, hikmah-Mu indah, berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, perlindungan (dari segala penyakit) dan ketakwaan. Tuangkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku, kepada kekasih-kekasihku karena-Mu, berilah aku kemudahan dan janganlah jadikan bersamanya kesulitan, liputilah dengan karunia-karunia tersebut kepada keluargaku, anaku, saudar-saudaraku karena-Mu dan para orang tua yang melahirkanku dari kaum muslimin muslimat, serta kaum mukiminin dan mukminat.”
Selain itu, masyarakat Nusantara juga akrab dengan doa Nisfu Sya’ban versi Perukunan Melayu, yang biasa dibaca secara berjamaah.
Doa ini berisi permohonan agar Allah menghapus catatan keburukan dan menggantinya dengan kebaikan, serta membebaskan hamba dari kesempitan hidup dan musibah.
Berikut adalah teks doa Nisfu Sya'ban versi Perukunan Melayu:
(Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu ‘alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thawli wal in‘ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma’manal khā’ifīn. Allāhumma in kunta katabtanā (katabtani) ‘indaka fī ummil kitābi asyqiyā’a au mahrūmīna au mathrūdīna au muqattarīna ‘alayna fir rizqi, famhullāhumma bi fadhlika fī ummil kitābi syaqāwatanā (syaqāwati), wa hirmānanā (wa hirmāni), wa thardhanā (thardhani), waqtitāra rizqinā (waqtitāra rizqi), wa atsbitnā (wa atsbitni) ‘indaka fī ummil kitābi su‘adā’a marzūqīna muwaffaqīn lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munazzali ‘ala nabiyyikal mursali “Yamhullāhu mā yasyā’u wa yutsbitu wa ‘indahū ummul kitāb.” Ilāhanā (Ilāhi), bit tajalil a‘zham fī laylatin nishfi min syahri Sya‘bānal mukarrami, allatī yufraqu fīhā kullu amrin hakīmin wa yubram, ishrif ‘annā ('anni) minal balā’i mā na‘lamu wa mā lâ na‘lamu, wa anta ‘allāmul ghuyūbi, bi rahmatika yā arhamar rāhimīn. Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa sallama.)
Nisfu Sya’ban sebagai Momentum Persiapan Ramadan
Bulan Syaban sering disebut sebagai jembatan menuju Ramadan. Kehadirannya menjadi waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Malam Nisfu Sya’ban, yang berada di pertengahan bulan, menjadi momentum refleksi dan evaluasi diri.
Umat Islam diajak untuk merenungkan perjalanan hidup, memperbaiki niat, serta meningkatkan kualitas ibadah.
Dengan mengetahui jadwal pasti malam Nisfu Sya’ban 2026, umat Islam diharapkan tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga ini.
Malam yang hanya datang sekali dalam setahun tersebut merupakan waktu terbaik untuk “berdialog” dengan Allah SWT, memohon ampunan, serta mengetuk pintu rahmat-Nya.
Maka dari itu, mari manfaatkan malam Nisfu Syaban 1447 H nanti sebagai momentum perubahan besar dalam hidup. Semoga kita semua dipertemukan dengan malam mulia tersebut dalam keadaan sehat, lapang hati, dan penuh keimanan. Amin.
Baca juga: Amalan Bulan Syaban, Tata Cara Baca Surat Yasin 3 Kali pada Malam Nisfu Syaban
Baca juga: Nisfu Syaban, Simak Bacaan Doa Beserta Amalan-amalan yang Dianjurkan