Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani meminta kepada Dinas Sosial (Dinsos) untuk memastikan ketersediaan logistik bagi para penyintas banjir di ibu kota, sehingga kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama musibah terjadi.

"Terkait banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Jakarta, kami mendorong Dinas Sosial untuk memastikan kesiapsiagaan berjalan optimal, khususnya dalam penanganan warga terdampak," kata Rani di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, Dinsos harus memastikan ketersediaan logistik dasar, seperti makanan siap saji, selimut, matras, dan kebutuhan bagi kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, serta penyandang disabilitas yang menjadi korban banjir tetap terpenuhi.

Dia juga meminta agar Dinsos memperkuat koordinasi lintas instansi, baik dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, maupun aparat wilayah, sehingga penyaluran bantuan dan layanan pengungsian dapat berjalan cepat, tepat, dan merata.

Selain itu, perempuan yang juga merupakan Koordinator Komisi E DPRD DKI Jakarta itu menilai pendataan warga yang terdampak perlu dilakukan secara cermat dan tepat sehingga benar-benar menerima bantuan dari pemerintah.

"Yang tidak kalah penting, pendataan warga terdampak harus akurat agar bantuan tidak terlambat atau salah sasaran," ujar Rani.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan sedikitnya 64 warga di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat hingga Kamis (29/1) malam masih mengungsi akibat banjir.

"Lokasi pengungsian di Jakarta Pusat berada di RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) Segas RW 06 dan aula Masjid Muhajirin RW.07, Kelurahan Tengsin," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan, Kamis (29/1).

Dia mengatakan jumlah pengungsi di Jakarta Pusat mencapai 50 jiwa karena rumah mereka sempat terendam banjir pada Kamis (29/1) petang.

Dia juga menyebutkan lokasi pengungsian di Jakarta Barat berada di Masjid Jami AlFudhola, Kelurahan Kedaung Kali Angke, dengan total 14 jiwa.

Pada Jumat pagi, banjir masih merendam sebanyak 39 RT dan tiga ruas jalan di Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara dengan ketinggian air maksimal mencapai 3,5 meter.

"Di Jakarta Selatan dan Timur, terutama di bantaran Sungai Ciliwung, ketinggian banjir mencapai 3,5 meter," ungkap Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji.