TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian katolik Jumat 30 Januari 2026.
Tema renungan harian katolik "Tuhan bekerja bahkan saat kita tidak melihat".
Renungan harian katolik untuk hari Jumat biasa III, Santo Gerardus, Pengaku Iman, Santa Batildis, Pengaku Iman, Santa Maria Ward, Pangaku Iman, Beato Sebastianus, Imam, Santa Hyacintha Mariscotti, dengan warna liturgi hijau.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Jumat 30 Januari 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 30 Januari 2026, Tuhan Bekerja Setiap Saat
“Daud menghina Allah dengan mengambil istri Uria menjadi istrinya.”
Pada pergantian tahun, raja-raja biasanya maju berperang. Pada waktu itu Daud menyuruh Yoab maju bersama orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bangsa Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.
Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, ia berjalan-jalan di atas sotoh istana. Maka tampaklah kepadanya dari atas sotoh itu seorang wanita sedang mandi; wanita itu sangat elok rupanya.
Lalu Daud mengirim utusan kepada Yoab mengatakan, “Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku.” Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud. Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang. Kemudian berkatalah Daud kepada Uria, “Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu.”
Keeseokan harinya Daud memanggil Uria untuk makan dan minum dengannya dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring di tempat tidurnya bersama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya.
Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria. Ditulisnya dalam surat itu demikian: “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang hebat, kemudian kamu mengundurkan diri padanya supaya ia terbunuh mati.”
Pada waktu Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa. Ketika orang-orang itu keluar menyerang dan berperang melawan Yoab, gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud; juga Uria, orang Het itu, mati.
Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4.5-6a.6bcd-7.10-11
Ref. Kasihanilah kami, ya Tuhan, karena kami yang berdosa.
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.
Maka, Engkau adil bila menghukum aku, dan tepatlah penghukuman-Mu. Sungguh, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bangkit menari-nari! Palingkanlah wajah-Mu dari dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!
Bait Pengantar Injil: Matius 11:25
Ref. Alleluya
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.
Bacaan Injil: Markus 4:26-34
"Kerajaan Surga seumpama orang yang menabur benih. Benih itu tumbuh, namun orang itu tidak tahu."
Pada suatu ketika Yesus berkata, "Beginilah halnya Kerajaan Allah: Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah. Malam hari ia tidur, siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas, dan tunas itu makin tinggi! Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu!
Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkai, lalu bulir, kemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba".
Yesus berkata lagi, "Dengan apa hendak kita bandingkan Kerajaan Allah itu? Atau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah.
Memang biji itu yang paling kecil daripada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain, dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam rimbunannya".
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
Tuhan Bekerja Bahkan Saat Kita Tidak Melihat
Kita hidup di zaman yang serba instan. Jika pesan tidak dibalas dalam hitungan menit, kita resah. Jika hasil tidak segera terlihat, kita mudah menyerah. Kita terbiasa menilai segala sesuatu dari apa yang cepat, besar, dan terlihat.
Namun Injil hari ini justru berbicara tentang sesuatu yang sunyi, lambat, dan tersembunyi.
Dalam renungan Katolik harian Markus 4:26–34, Yesus mengajarkan dua perumpamaan tentang Kerajaan Allah: benih yang tumbuh dengan sendirinya dan biji sesawi yang sangat kecil. Melalui dua gambaran ini, Yesus mengajak kita masuk ke cara kerja Allah: tenang, setia, dan penuh misteri.
Benih yang Bertumbuh dengan Sendirinya
Yesus berkata:
“Beginilah hal Kerajaan Allah: seumpama orang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tumbuh, bagaimana terjadinya, tidak diketahui orang itu.”
Ini perumpamaan yang sangat menenangkan.
Petani menabur. Ia tidak bisa memaksa benih bertumbuh. Ia tidak bisa menarik tunas keluar dari tanah. Ia hanya bisa menabur, merawat, dan menunggu.
Lalu Yesus mengatakan sesuatu yang dalam: tanah itu dengan sendirinya mengeluarkan buah.
Kerajaan Allah tidak bertumbuh terutama karena kehebatan manusia, tetapi karena kesetiaan Allah.
Dalam renungan Katolik tentang Kerajaan Allah ini, kita diingatkan bahwa iman bukan proyek yang sepenuhnya kita kontrol. Kita dipanggil untuk bekerja sama, bukan menggantikan Tuhan.
Tuhan Bekerja Saat Kita “Tidur”
Menarik bahwa Yesus menyebut: petani itu tidur dan bangun, malam dan siang, dan benih tetap bertumbuh.
Artinya, bahkan ketika kita tidak sadar, tidak mengerti, bahkan ketika kita lelah, Tuhan tetap bekerja.
Banyak orang merasa gagal karena tidak melihat perubahan cepat dalam hidup:
doa terasa kering,
kebiasaan buruk belum hilang,
karakter belum berubah banyak,
keluarga belum membaik.
Injil hari ini adalah kabar baik: pertumbuhan rohani sering terjadi di bawah permukaan.
Akar tumbuh sebelum batang terlihat. Proses panjang terjadi sebelum buah muncul.
Dalam refleksi Injil hari ini, Yesus mengajak kita mempercayai pekerjaan Allah bahkan ketika kita belum melihat hasilnya.
Refleksi:
Apakah aku memberi waktu bagi Tuhan untuk bekerja, atau aku ingin segalanya cepat?
Ada Waktu untuk Menabur, Ada Waktu untuk Menuai
Yesus melanjutkan:
“Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”
Kerajaan Allah bukan hanya tentang proses, tetapi juga tentang penggenapan. Tuhan tahu waktunya. Tidak terlalu cepat. Tidak terlambat.
Sering kali kita ingin menuai saat baru menabur. Atau sebaliknya, kita menyerah ketika musim menuai belum tiba.
Dalam renungan Katolik tentang iman, kita belajar bahwa kesetiaan lebih penting daripada hasil cepat. Tuhan tidak meminta kita menciptakan buah. Ia meminta kita setia menabur.
Menabur kebaikan.
Menabur doa.
Menabur kesabaran.
Menabur pengampunan.
Menabur kejujuran.
Buahnya akan datang. Pada waktu Tuhan.
Biji Sesawi: Kecil, Tapi Tidak Sia-sia
Yesus lalu memberi perumpamaan kedua:
“Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Ia memang yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran lain.”
Yesus sengaja memilih sesuatu yang kecil. Hampir tak berarti. Mudah diabaikan.
Kerajaan Allah sering tidak dimulai dari sesuatu yang spektakuler, tetapi dari:
doa sederhana, keputusan kecil untuk jujur, langkah kecil untuk berubah, pelayanan kecil yang tidak terlihat.
Dalam dunia yang memuja angka, popularitas, dan hasil besar, Yesus menegaskan bahwa di hadapan Allah, yang kecil tidak pernah remeh.
Dalam renungan Katolik remaja, ini sangat kuat: kamu tidak perlu menunggu menjadi “hebat” untuk dipakai Tuhan. Tuhan sering memulai karya besar justru dari kesediaan kecil.
Refleksi:
Apa “biji sesawi” dalam hidupku yang mungkin selama ini kuremehkan?
Kerajaan Allah yang Memberi Ruang
Yesus berkata bahwa biji sesawi itu tumbuh besar sehingga burung-burung bisa bersarang di cabang-cabangnya.
Ini gambaran indah tentang Kerajaan Allah yang menjadi tempat teduh. Bukan hanya bertumbuh, tetapi juga memberi ruang bagi yang lain.
Iman yang sejati tidak membuat kita sempit. Ia membuat kita luas. Lebih sabar. Lebih ramah. Lebih mampu menerima perbedaan. Lebih siap mengampuni.
Dalam The Katolik renungan harian, ini menjadi inspirasi penting: iman Katolik bukan hanya tentang pertumbuhan pribadi, tetapi tentang menjadi tempat aman bagi sesama.
Yesus Berbicara dalam Perumpamaan
Markus menulis bahwa Yesus mewartakan sabda dengan perumpamaan, supaya orang dapat menangkap sesuai dengan pengertiannya.
Ini menunjukkan bahwa Tuhan menghormati proses. Ia tidak memaksa. Ia menuntun. Ia berbicara dengan cara yang mengundang orang untuk merenung.
Iman tidak dibangun lewat paksaan, tetapi lewat perjumpaan.
Refleksi Pribadi
Luangkan waktu sejenak hari ini:
Benih apa yang sedang Tuhan taburkan dalam hidupku?
Apakah aku setia menabur meski belum melihat hasil?
Di bagian mana aku perlu lebih sabar terhadap diriku sendiri?
Apakah imanku menjadi tempat teduh bagi orang lain?
Doa Penutup
Tuhan Yesus,
Engkau adalah Tuhan pertumbuhan. Sering kali aku gelisah karena tidak melihat hasil. Sering aku ingin menyerah karena proses terasa lambat.
Hari ini Engkau mengajarku untuk percaya. Bahwa benih bekerja dalam diam. Bahwa Kerajaan-Mu tumbuh bahkan ketika aku tidak melihat.
Ajari aku setia menabur kebaikan, rendah hati menunggu waktu-Mu, dan bersyukur atas hal-hal kecil.
Jadikan hidupku tanah yang subur bagi karya-Mu. Amin.
Penutup: Kesetiaan Kecil, Kerajaan yang Besar
Kerajaan Allah tidak datang dengan gemuruh. Ia datang dengan tunas kecil. Dengan benih yang pecah di dalam tanah. Dengan kesetiaan yang tidak selalu terlihat.
Semoga renungan Katolik harian Markus 4:26–34 ini meneguhkan para remaja, keluarga, dan komunitas untuk tidak lelah menabur kebaikan, karena Tuhan sedang bekerja bahkan ketika kita tidak melihatnya. (Sumber the katolik.com/kgg).