PROHABA.CO, BANDA ACEH - Sedikitnya 3.706 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mendapatkan kebijakan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) setelah dinyatakan terdampak bencana alam banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumatera pada tahun 2025.
Kebijakan ini merupakan wujud solidaritas dan komitmen USK dalam menjamin keberlanjutan pendidikan mahasiswa di tengah kondisi darurat.
Pendataan mahasiswa terdampak telah dilakukan secara ketat sejak 28 November 2025 melalui proses verifikasi menyeluruh guna memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.
Berdasarkan hasil verifikasi, tercatat sebanyak 3.706 mahasiswa USK terdampak bencana banjir dan longsor.
Dari jumlah tersebut, 1.099 mahasiswa masuk kategori terdampak berat, 1.350 kategori sedang, 1.263 kategori ringan, serta 5 mahasiswa yang orang tuanya meninggal dunia akibat bencana.
Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, menegaskan bahwa universitas memberikan perhatian khusus bagi mahasiswa yang kehilangan orang tua.
“Insya Allah, anak-anak kami yang terdampak bencana dan orang tuanya meninggal dunia akan kami gratiskan UKT hingga menyelesaikan studi sarjana,” ujar Prof. Marwan.
Baca juga: USK Berikan Bantuan Biaya Hidup Tiga Bulan bagi Mahasiswa Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera
Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Sampaikan Tausiyah Subuh di Masjid Agung Ruhama Takengon
Keputusan ini akan dituangkan secara resmi dalam Surat Keputusan (SK) Rektor sebagai langkah strategis dan bentuk empati institusi dalam menjaga masa depan pendidikan mahasiswa agar tidak terputus akibat musibah alam.
Terkait skema keringanan, Prof. Marwan menjelaskan bahwa mahasiswa dengan kategori terdampak berat akan memperoleh pembebasan UKT selama satu semester.
Sementara itu, mahasiswa dengan kategori terdampak sedang dan ringan diberikan keringanan pembayaran UKT sebesar 50 persen pada semester berjalan.
Menurutnya, kebijakan ini disusun secara proporsional dengan mengedepankan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
Diharapkan, bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi keluarga mahasiswa sehingga mereka dapat bangkit dan melanjutkan studi dengan baik.
“Semangat pendidikan harus tetap hidup meskipun berada dalam situasi sulit.
Dengan kebersamaan, empati, dan kolaborasi, kita akan pulih dan bangkit menjadi lebih baik,” pungkas Rektor.
(Serambinews.com/Muhammad Nasir)
Baca juga: Rumah Amal Masjid Jamik USK Serahkan Beasiswa dan Bantuan Sembako Senilai Rp 900 Juta
Baca juga: Lumpur Banjir Bandang Bisa Diolah Jadi Batu Bata, Pernyataan Guru Besar USK, Ahli Bata Ringan
Baca juga: Di Bawah Guyuran Hujan Deras, Mualem Serahkan SK PPPK Paruh Waktu untuk Ribuan Honorer