TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Nanggerang, RT 03/02, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor membuat 51 warga terpaksa mengungsi.
Pergerakan tanah itu perlahan terjadi pada Kamis (29/1/2026) ketika wilayah Sukamakmur Bogor dilanda hujan deras.
"Saat ini mengungsi di rumah warga dan saudaranya yang tidak terdampak dan akan dialihkan ke tenda pengungsian yang disiapkan oleh pihak Kecamatan Sukamakmur," kata Kabid Ratik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani.
Adam menjelaskan bahwa total ada 15 rumah warga yang mengalami kerusakan.
Rinciannya, tiga rumah rusak berat, lima rumah rusak sedang dan tujuh rumah rusak ringan.
Pergerakan tanah itu membuat rumah-rumah warga yang terbuat dari beton retak-retak dari dinding hingga lantai.
Dalam foto BPBD yang didapat TribunnewsBogor.com, pada Kamis (29/1/2026) warga yang terdampak disibukan dengan menyelamatkan barang-barang mereka.
Barang yang diselamatkan ini dikumpulkan di rumah warga lain yang tak terkena dampak pergerakan tanah.
BPBD dan aparat setempat juga turut membantu mengangkut barang-barang warga.
"Saat ini rumah pemilik sudah tidak ditempati karena dikhawatirkan akan ambruk akibat pergeseran tanah yang terus terjadi di wilayah tersebut," kata Adam.
Selain 15 rumah rusak, BPBD juga mencatat ada 10 rumah lainnya dihuni 48 jiwa yang masuk kategori terancam dalam pergerakan tanah ini.