SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan bergerak cepat merespons keresahan warga terkait menyeruaknya isu penyebaran virus super flu di wilayah Kelurahan Jetis, Kota Lamongan, Jawa Timur.
Setelah melakukan investigasi dan tracing mendalam, pihak dinas kesehatan menyatakan tidak ada warga yang terpapar virus super flu.
"Gejala yang dialami warga hanyalah demam biasa bukan serangan virus H3N2 yang berbahaya," kata Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr Chaidir Annas saat ditemui SURYA.co.id, Jumat (30/1/2026).
Terkait informasi tersebut, tim dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Lamongan langsung diterjunkan ke lokasi, guna menindaklanjuti informasi adanya warga yang diduga terpapar super flu.
Baca juga: Super Flu H3N2 Terdeteksi di Jawa Timur, Pakar Imunologi Unair Soroti Peran Vaksinasi dan Tes PCR
Berdasarkan data lapangan yang diperoleh SURYA.co.id, ditemukan adanya dua keluarga dengan total delapan orang yang sempat mengalami demam secara bersamaan pada 5 Januari lalu.
Namun, masih kata Annas, dari hasil pantauan terakhir, tujuh pasien sudah sembuh total hanya dalam waktu tiga hari.
"Satu pasien lainnya sembuh dalam tujuh hari," tambahnya.
Penyakit super flu termasuk varian infeksi virus influenza, terutama subtipe H3N2 (Influenza A), yang memiliki gejala lebih berat, penularan lebih cepat, dan durasi lebih lama dibandingkan flu biasa.
Super flu umumnya menyerang saluran pernapasan atas (hidung, tenggorokan, trakea) dan berbeda dari COVID-19 yang lebih cepat masuk ke paru-paru.
Dinkes juga berkoordinasi dengan klinik swasta setempat dan menunjukkan sejumlah pasien tersebut terdiagnosis bervariasi, mulai dari demam yang disertai penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi.
Ada juga penyerta radang tenggorokan hingga nyeri perut.
Dan Annas memastikan gejala ini dinilai jauh dari indikasi super flu yang biasanya disertai batuk dan pilek berat.
Dari data yang diperole dinas kesehatan Lamongan menyimpulkan bahwa gejala tersebut bukan kasus super flu atau H3N2.
Annas memastikan, warga warga yang sempat sakit seluruhnya sudah dalam kondisi bugar dan kembali beraktivitas normal.
Ia mengimbau pada warga masyarakat untuk selalu mengedepankan pola hidup bersih dan sehat.