Nama Dr Mariano Barbacid mendadak jadi buah bibir di media sosial, khususnya platform X (dahulu Twitter). Peneliti senior asal Spanyol mencuri perhatian karena prestasi medisnya yang dianggap sebagai "keajaiban" baru dalam dunia kanker.
Ilmuwan dari Pusat Penelitian Kanker Spanyol (CNIO) ini baru saja melaporkan terobosan besar yang bisa mengubah nasib jutaan pasien kanker pankreas di seluruh dunia. Lewat tangan dinginnya, tumor paling mematikan dilaporkan bisa hilang sepenuhnya tanpa muncul kembali.
Adenokarsinoma duktal pankreas selama ini dicap sebagai salah satu "vonis mati" di dunia medis. Penyakit ini sangat sulit dideteksi sejak dini, menyebar dengan kecepatan luar biasa, dan yang paling parah: ia sangat cerdas dalam menghindari obat.
Mayoritas kasus ini dipicu oleh gen rusak bernama KRAS. Meski sudah ada obat penghambat KRAS seperti daraxonrasib, kanker ini punya seribu satu cara untuk bertahan hidup.
"Kanker itu cerdas. Saat satu jalur diblokir, tumor sering kali menemukan 'jalan tikus' atau jalur alternatif untuk tetap tumbuh," ungkap tim peneliti dalam laporannya di jurnal PNAS.
Apa yang Dilakukan Para Peneliti?
Tim Barbacid mencoba strategi yang berbeda, yaitu menyerang kanker dari tiga arah sekaligus. Obat pertama, daraxonrasib, memblokir sinyal KRAS utama yang mendorong pertumbuhan tumor
Obat kedua, afatinib, menonaktifkan EGFR dan HER2, jalur yang sering digunakan sel kanker untuk menghindari pengobatan yang menargetkan KRAS. Obat ketiga, SD36, menonaktifkan STAT3, sistem cadangan yang membantu sel kanker bertahan dari stres dan melawan terapi.
Ketiga obat itu digunakan bersamaan pada tikus. Hasilnya, tumor pankreas menyusut sepenuhnya dan tidak muncul kembali, bahkan setelah lebih dari 200 hari setelah pengobatan dihentikan.
Buka Jalan untuk Pengobatan pada Manusia
Efek yang sama terlihat pada model tikus hasil rekayasa genetika dan pada tumor yang diambil dari pasien manusia dan ditumbuhkan di laboratorium.
Pengobatan ini ditoleransi dengan baik. Hewan-hewan tersebut tak menunjukkan efek samping yang serius. Hal tersebut menunjukkan bahwa kombinasi tersebut cukup aman untuk diuji pada manusia.
Pada intinya, penelitian menunjukkan bahwa kanker pankreas bisa dikalahkan dengan memblokir mesin utamanya, jalur pelariannya, dan sistem cadagan daruratnya secara bersamaan. Jadi, kanker tidak memiliki cara untuk beradaptasi dan melawan balik.
Meski masih terbatas pada model eksperimental, pada peneliti menuturkan bahwa hasilnya cukup kuat untuk membuka jalan bagi uji klinis baru. Jika bisa menunjukkan hasil yang baik pada pasien, cara ini bisa digunakan untuk melawan salah satu kanker paling mematikan di dunia.







