TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Menjelang bulan puasa hingga Hari Raya Idulfitri 2026, warga Kabupaten Tebo meminta pemerintah segera memperbaiki Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang melintasi wilayah tersebut.
Jalan itu menjadi akses utama masyarakat, terutama bagi pemudik yang akan pulang kampung saat Lebaran.
Pantauan di lapangan menunjukkan masih banyak lubang-lubang kecil hingga sedang di sejumlah titik Jalinsum yang dinilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Warga berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya tambal sulam.
Salah seorang warga Tebo, Fajri, mengatakan terdapat beberapa titik jalan yang kondisinya cukup membahayakan dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
“Kecelakaan itu banyak faktor, salah satunya kondisi jalan yang rusak,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Ia mengakui pemerintah telah melakukan perbaikan di beberapa ruas jalan. Namun, menurutnya, masih ada sejumlah titik yang belum tersentuh perbaikan.
“Memang ado yang sudah diperbaiki, tapi masih ado jugo yang rusak. Harapan kami sebelum Lebaran semua sudah selesai dikerjakan,” katanya.
Fajri juga menyebutkan, selain kondisi jalan yang berlubang, jalur lintas di Kabupaten Tebo memiliki banyak tikungan tajam yang kerap menjadi lokasi kecelakaan.
“Sering terjadi kecelakaan, apalagi di jalan yang berlubang,” ungkapnya.
Saat ini, pemerintah diketahui masih melakukan perbaikan jalan lintas di wilayah Tebo Ilir, tepatnya dari Simpang Betung hingga Desa Sungai Aro.
Sementara itu, data kepolisian menunjukkan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tebo mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Kapolres Tebo, AKBP Triyanto, menjelaskan bahwa berdasarkan data Satlantas Polres Tebo, pada tahun 2025 tercatat 128 kasus kecelakaan lalu lintas, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 97 kasus.
“Dari data yang kami himpun, jumlah kecelakaan di tahun 2025 meningkat dibandingkan tahun 2024,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Selain peningkatan jumlah kasus, kerugian materil akibat kecelakaan juga melonjak cukup tajam.
Sepanjang 2025, kerugian materil tercatat mencapai lebih dari Rp1 miliar, sementara pada 2024 berkisar Rp400 juta.
Dari sisi korban, sepanjang tahun 2025 tercatat 33 orang meninggal dunia, 9 orang luka berat, dan 234 orang luka ringan akibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tebo.
AKBP Triyanto menambahkan, kecelakaan lalu lintas dipicu oleh berbagai faktor, antara lain pengemudi mengantuk, kurang konsentrasi, kecepatan berlebih, serta kelalaian dalam mematuhi aturan lalu lintas.
Selain itu, kondisi jalan dan kendaraan yang tidak layak juga turut berkontribusi.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, serta memastikan kondisi tubuh dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum berkendara,” pungkasnya. (Tribunjambi.com/Sopianto)
Baca juga: 2 Polisi di Jambi Ikut Rudapaksa Remaja 18 Tahun, Korban Dipaksa Layani 4 Pria di 2 Lokasi
Baca juga: ASN Batang Hari Siap-siap Dirazia Satpol PP Jika Kedapatan Nongkrong di Jam Kerja