TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Di 2 lokasi di Kota Jambi ini, remaja 18 tahun jadi korban rudapaksa 4 pria yang 2 diantaranya diduga anggota polisi.
Kasus ini jadi sorotan usai ibu korban yang berinisial MS melapor dan meminta perlindungan ke DPRD Kota Jambi.
Penuturan MS, anaknya yang jadi korban rudapaksa beinisial C (18), dirudapaksa di 2 lokasi oleh sejumlah pria.
Bahkan pascaperistiwa rudapaksa ini, C sempat berupaya mengakhiri hidupnya pascaperistiwa itu.
MS, ibu korban menyampaikan saat ini putrinya yang berusia 18 tahun itu hanya banyak diam dan mengurung diri di dalam kamar.
"Dia pernah mau bunuh diri, dan sekarang lebih banyak diam dan menyendiri di kamar," kata MS.
Baca juga: Polda Jambi Proses Laporan Kasus Rudapaksa yang Diduga Libatkan 2 Oknum Polisi
Baca juga: Ibu MS Sebut 2 Polisi Inisial I dan K yang Perkosa Anaknya, Tugas di Tanjabtim dan Jambi
Peristiwa ini bermula ketika putri MS sedang berda di rumah temannya di kawasan Pinang Merah, Kecamatan Alam Barajo dan hendak pulang ke rumah.
Saat itu, pelaku I menghubungi korban dan akan menjemput serta mengantarkan korban pulang ke rumah.
"Anak saya bilang sudah mau pesan ojek online, tetapi dilarang oleh si I, bilangnya dia saja yang antar, dan akhirnya anak saya dijemput," kata MS.
Namun, di dalam perjalanan, tepatnya di kawasan Simpang Rimbo, Kota Jambi, I memutar arah mobilnya dan membawa korban ke wilayah Kebun Kopi, Kota Jambi.
Setibanya di lokasi pertama, korban langsung disetubuhi oleh tiga orang, yakni I, K, dan S.
Setelah melakukan tindakan tersebut, S dibantu oleh rekannya memasukkan korban ke dalam mobil, kemudian membawanya ke sebuah indekos di kawasan Arizona, Simpang III Sipin untuk bertemu dengan anggota polisi bernama N.
MS memastikan bahwa dua pelaku merupakan anggota polisi.
Dia mengaku telah melihat secara langsung empat pelaku yang sudah ditangkap, termasuk dua anggota polisi.
"Empat sudah ditangkap dan saya sudah lihat ke Polda Jambi," ucap MS.
Usai kejadian ini, ibu korban MS mendatangi DPRD Kota Jambi untuk meminta pendampingan sekaligus mendorong percepatan penuntasan proses hukum.
Ia menyebut telah melaporkan kasus ini ke Polda Jambi pada 6 Januari 2026 dan berharap proses hukum dapat segera dituntaskan.
Baca juga: Mobil Tangki Terbalik di Tikungan Sukadamai, Jalan Lintas Palembang-Jambi Banjir Solar
Baca juga: Harga Sawit di Jambi Rp3.592 per Kg di Pabrik, Emas Perhiasan Rp10.300.000 per Mayam
Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban.
"Untuk melakukan kordinasi pendalaman terkait mental, jadi nanti ada psikolog yang datang ke rumah korban," ujarnya.
Kemas menegaskan, DPRD Kota Jambi mendorong agar kasus tersebut dikawal secara serius dan diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk ditangani secara profesional.
"Kepada bapak Kapolda, Kapolri, karena ini melibatkan diduganya ada anggota yang terlibat, keterangan dari ibu (MS) dan melibatkan sipil juga, kami harap kasus ini dikawal diselesaikan dengan baik," ungkapnya.
Ia juga menyinggung bahwa sejumlah peristiwa dalam beberapa waktu terakhir turut mencoreng citra daerah.
"Dan ini menjadi catatan bagi kita, khususnya di Jambi, agak mencoreng ya, karena nama Kota Jambi dan Provinsi Jambi sempat viral," ucapnya.
Dalam penanganan polisi
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi Kombes Jimmy Christian Samma menyebut bahwa kasus tersebut masih berproses.
"Semua yang terlibat sudah diproses hukum," kata dia singkat pada Jumat (30/1/2026).
Ditanya lebih jauh terkait keterlibatan aparat, Jimmy tak berkomentar dan berjanji akan menyampaikan kasus ini ke publik. (*)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Tiket Pilkada Terlalu Mahal, PSI Usul Pangkas Syarat Pencalonan Demi Putus Rantai Korupsi
Baca juga: Harga Perak Hari Ini Jumat 30 Januari 2026 Turun, Kini Rp1.9 Juta Per Ons
Baca juga: Polda Jambi Proses Laporan Kasus Rudapaksa yang Diduga Libatkan 2 Oknum Polisi