TRIBUNJAMBI.COM - Laju harga perak domestik dan global menunjukkan pergerakan kontras pada penghujung Januari 2026.
Di pasar domestik, harga perak Antam tercatat turun sebesar Rp150.000 menjadi Rp72.750 per gram.
Penurunan ini terjadi setelah harga perak dunia berakhir mixed pada penutupan perdagangan Kamis.
Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Meski harga spot perak sedikit terkoreksi 1,22 persen ke level 115,44 Dolar AS atau Rp1.937.602,68 per ons, kontrak berjangka justru mencatatkan sejarah baru.
Perak berjangka kontrak Maret 2026 sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level 120,07 Dolar AS atau Rp 2.015.314,91 per ons.
Lonjakan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar AS akibat meningkatnya defisit perdagangan dan lemahnya data tenaga kerja Amerika.
Baca juga: Harga Perak Hari Ini Naik: Beli, Jual, atau Tahan? Apa yang Harus Dilakukan Investor?
Baca juga: Profil Safaruddin, Eks Kapolda Jadi DPR RI Kelahiran Sulsel Marahi Kapolresta Sleman di Kasus Hogi
Baca juga: 2 Oknum Polisi Diduga Terlibat Pemerkosaan Gadis Remaja di Kota Jambi, Ibu Ngadu ke Dewan
Geopolitik vs Sentimen Domestik AS
Ketegangan antara AS-Iran serta konflik di Ukraina dan Venezuela terus memperkuat posisi perak sebagai aset safe-haven.
Namun, penguatan ini tertahan oleh meredanya kekhawatiran terkait government shutdown di AS.
Pemimpin Mayoritas Senat Thune mengindikasikan adanya kesepakatan pendanaan pemerintah hingga September mendatang.
Proyeksi Harga Selanjutnya
Fokus pasar sore nanti tertuju pada rilis data inflasi produsen (PPI) AS Desember.
Jika data ini menurun, dolar AS berpotensi makin tertekan dan memberi ruang bagi perak untuk kembali terbang.
"Harga perak dapat bergerak naik dengan masih berlangsungnya ketegangan geopolitik... Namun perlu mewaspadai profit taking setelah harga melonjak," tulis laporan Vibiz Research Center.
Secara teknis, perak berjangka diperkirakan bergerak pada kisaran Support 99,10 Dolar AS atau Rp1.663.343,95 hingga Resistance 129,46 Dolar AS atau Rp2.172.921,37.
Sebagai catatan, nilai tukar Rupiah per 1 Dolar AS dalam naskah yakni Rp16.780.
Emas dan perak sama-sama mencetak rekor pada tahun 2025; kami membahas apakah Anda sebaiknya berinvestasi pada logam mulia ini.
Setelah mencetak rekor pada tahun 2025, harga emas dan perak telah mencapai titik tertinggi baru di atas $5.100 dan $100, masing-masing.
Pertumbuhan emas, perak, dan logam mulia lainnya sebagian disebabkan oleh ketegangan geopolitik.
Logam juga sering dianggap sebagai aset safe-haven, karena umumnya mempertahankan nilainya dari waktu ke waktu lebih baik daripada saham atau investasi lainnya.
Baca juga: Harga Perak Meledak di Tengah Ketidakpastian Pasar: Volatilitas Tinggi dan Risiko Pasar
Baca juga: Harga Sawit di Jambi Rp3.592 per Kg di Pabrik, Emas Perhiasan Rp10.300.000 per Mayam
Meskipun membeli emas atau perak fisik selalu menjadi pilihan, hal itu dapat menimbulkan biaya tinggi dan masalah penyimpanan.
CNBC Select membahas mengapa Anda mungkin ingin berinvestasi dalam emas atau perak, tiga metode untuk berinvestasi dalam logam mulia, dan mana yang tepat untuk Anda.
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat berinvestasi emas vs. perak, mulai dari aksesibilitas dan volatilitas hingga potensi risiko dan keuntungan:
Aksesibilitas
Emas jauh lebih mahal daripada perak, sehingga memiliki hambatan masuk yang lebih tinggi.
Harga spot emas (sekitar 5.050 atau Rp84.761.725) pada saat penulisan lebih dari 4.600 persen lebih tinggi daripada harga spot perak (sekitar 106 Dolar AS atau 1.779.157).
Karena harga spot perak jauh lebih rendah, lebih mudah untuk menemukan peluang investasi tanpa dana awal yang besar.
Volatilitas
Secara historis, perak jauh lebih volatil dari waktu ke waktu —lebih dari 10 persen lebih volatil dibandingkan harga emas selama 60 tahun terakhir.
Meskipun ini bukan hal yang negatif, hal ini mempersulit estimasi nilai perak dalam jangka waktu yang lebih pendek.
Manfaat yang diharapkan
Apa tujuan Anda berinvestasi dalam logam mulia? Apakah Anda mencari cara untuk membantu melindungi kekayaan Anda saat ini, atau Anda berharap investasi Anda akan tumbuh?
Biasanya, emas mempertahankan nilainya lebih baik, tetapi perak lebih cenderung menawarkan peluang pertumbuhan.
Jika Anda tertarik berinvestasi dalam logam mulia, keduanya merupakan pilihan yang berkinerja baik saat ini.
Meskipun perak lebih murah untuk memulai investasi, emas cenderung tidak banyak berfluktuasi, yang bisa menjadi pilihan bagus jika Anda mendekati masa pensiun.
Baca juga: Polda Jambi Proses Laporan Kasus Rudapaksa yang Diduga Libatkan 2 Oknum Polisi
Baca juga: Mobil Tangki Terbalik di Tikungan Sukadamai, Jalan Lintas Palembang-Jambi Banjir Solar