BANGKAPOS.COM - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam selama dua hari berturut-turut.
Di tengah gejolak pasar modal tersebut, publik pun menyoroti total harta kekayaan Iman Rachman yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tercatat pada 24 Maret 2022/Periodik - 2021.
Saat itu Iman menjabat sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina pada 2020-2022.
Adapun total harta kekayaanya mencapai Rp38.818.451.353
Baca juga: Kuasa Hukum Jambret Tewas Dikejar Suami Korban Nilai DPR RI Tak Dengarkan Dua Pihak: Saya Kecewa
Berikut rincian harta kekayaannya:
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp 13.600.000.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 640 m2/450 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI 4.700.000.000
2. Tanah dan Bangunan Seluas 140 m2/305 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI 3.700.000.000
3. Tanah dan Bangunan Seluas 111 m2/57 m2 di KAB / KOTA KOTA DEPOK , HASIL SENDIRI 350.000.000
4. Tanah dan Bangunan Seluas 105 m2/240 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, WARISAN 550.000.000
5. Tanah dan Bangunan Seluas 117 m2/140 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI 4.300.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp 1.630.000.000
1. MOBIL, MERCEDEZ BENZ CLA 200 Tahun 2016, HASIL SENDIRI 520.000.000
2. MOBIL, JEEP WRANGLER Tahun 2011, HASIL SENDIRI 635.000.000
3. MOBIL, HONDA CRV Tahun 2019, HASIL SENDIRI 475.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp 1.000.000.000
D. SURAT BERHARGA Rp 632.354.857
E. KAS DAN SETARA KAS Rp 24.600.443.828
F. HARTA LAINNYA Rp 27.388.268
Sub Total Rp 41.490.186.953
II. HUTANG Rp 2.671.735.600
III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-II) Rp 38.818.451.353
Sosok
Dikutip dari laman BEI, Iman Rachman lahir di Jakarta dan meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran pada 1995.
Ia melanjutkan pendidikan dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) bidang Finance dari Leeds University Business School, Inggris, pada 1997.
Karier Iman dimulai di dunia pasar modal sebagai Manajer di PT Danareksa Sekuritas pada 1998 hingga 2003.
Ia kemudian menjabat Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas selama 13 tahun, dari 2003 hingga 2016.
Selanjutnya, ia mengisi sejumlah posisi strategis di BUMN, yakni Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (2016-2018), Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia III (2018-2019), dan Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (2019-2020).
Sebelum menjadi Direktur Utama BEI, Iman menjabat Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina pada 2020-2022.
Iman diangkat sebagai Direktur Utama BEI periode 2022-2026 melalui Rapat Umum Pemegang Saham pada 29 Juni 2022. Ia menggantikan Inarno Djajadi yang terpilih menjadi Anggota Dewan Komisioner OJK.
Sepanjang kariernya, Iman meraih sejumlah penghargaan, antara lain CEO Visioner Terbaik BUMN Track 2020, Best CFO pada 2017, dan Indonesia Future Business Leader pada 2016.
Mengundurkan Diri
Sebelumnya, Iman menyampaikan pengunduran dirinya pada Jumat (30/1/2026).
Ia menegaskan langkah tersebut merupakan tanggung jawab moral dan profesional sebagai pimpinan tertinggi BEI.
“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman Rachman.
Iman berharap pengunduran dirinya dapat menjadi yang terbaik bagi pasar modal Indonesia. Ia juga menegaskan fokus utama saat ini adalah menjaga kepercayaan pasar agar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali stabil.
Dinamika Pasar Modal dan Trading Halt
Pengunduran diri Iman terjadi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan selama dua hari berturut-turut.
Tekanan ini terjadi pasca pengumuman MSCI (Morgan Stanley Capital International), yang memicu aksi jual besar-besaran pada IHSG. Pada Rabu (28/1/2026), BEI menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt) pada pukul 13:43 WIB sebagai respons atas volatilitas pasar.
Trading halt kembali terjadi pada Kamis (29/1/2026) pukul 09:26 WIB dan dibuka kembali pada pukul 09:56 WIB.
Trading halt adalah mekanisme penghentian sementara perdagangan saham yang bertujuan menstabilkan pasar saat terjadi fluktuasi harga yang tajam dalam waktu singkat
(Kompas/Tribunnews)