SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Persebaya Surabaya melakoni putaran kedua Super League 2025/2026 tanpa striker murni lokal.
Itu terjadi setelah Persebaya Surabaya melepas Rizky Dwi ke Garudayaksa FC, tim kontestan Championship 2025/2026.
Praktis, Persebaya Surabaya hanya menyisakan dua striker murni asing, Mihailo Perovic dan Bruno Paraiba.
Sebetulnya ada dua pemain lain yang juga pernah dimainkan sebagai striker, Malik Risaldi dan Bruno Moreira.
Baca juga: Bernando Tavares Ungkap Kondisi 4 Pemain Asing Barunya Jelang Persebaya Surabaya Vs Dewa United
"Tidak mudah untuk merekrut pemain lokal di jendela transfer ini, karena pemain lokal memiliki kontrak, sangat sulit untuk dibawa ke sini (Persebaya)," kata Bernardo Tavares, pelatih Persebaya Surabaya.
"Tapi bagaimanapun Malik bisa bermain di sayap dan striker."
"Semua orang perlu dipersiapkan, ini target kami," tambahnya.
Malik Risaldi memang cukup ideal dimainkan sebagai striker.
Selain memiliki kecepatan dan tendangan keras, pemain berusia 29 tahun itu juga memiliki tinggi badan cukup, yakni 1,79 cm.
Ia efektif untuk menerima umpan-umpan crossing.
"Siapa pun yang bermain di posisi ini harus dipersiapkan dan sesuai dengan pemain yang bermain di sana, memiliki karakteristik yang berbeda," tegas Bernardo Tavares.
Pelatih asal Portugal itu menyebut sudah menyiapkan semua kemungkinan.
Termasuk menyiapkan Malik sebagai striker jika dibutuhkan.
"Jadi tim perlu tahu cara bermain."
"Ada perbedaan pemain yang membutuhkan ruang untuk menjelajahi pertahanan lawan, juga pemain yang akan lebih banyak menguasai bola," ucapnya.
"Jadi kami perlu mengetahui pemain yang kami miliki sebelum kami dapat membuat rencana," pungkas Bernardo Tavares.