13 Calon Petugas Haji Dicopot, Ada yang Palsukan Absen Hingga Minta Diistimewakan
January 30, 2026 04:39 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan ada 13 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026 yang dicopot dalam proses pendidikan dan pelatihan (Diklat). 

Menurut Dahnil, pencopotan ini merupakan bentuk penerapan disiplin bagi para calon petugas haji.

"Setidaknya tadi malam laporan ke saya itu ada 13 orang yang dicopot dari proses Diklat," kata Dahnil setelah Pembekalan Peserta Pendidikan dan Pelatihan PPIH Arab Saudi 2026 di Lapangan Galaxy Markas Komando Daerah Operasi Udara I, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Dahnil mengungkapkan terdapat sejumlah pelanggaran yang dilakukan calon petugas haji hingga dicopot.

Pelanggaran tersebut, di antaranya kasus indisipliner, pemalsuan absensi, hingga kondisi kesehatan yang dinilai berisiko bagi petugas lain dan jemaah.

"13 orang itu misalnya ada kasus indisipliner, ada kasus pemalsuan absensi. Jadi ada yang pemalsuan absensi dari hari pertama dan hari kesepuluh tidak pernah hadir tapi kemudian absensinya dipalsukan. Nah itu langsung dicopot," katanya.

Baca juga: Diklat PPIH Berlanjut, Petugas Haji Latihan Belajar Bahasa Arab dan Fikih Selama 10 Hari

Dahnil mengatakan ada calon petugas yang tidak jujur terkait kondisi kesehatannya. 

Padahal, menurut Dahnil, aspek kesehatan menjadi syarat mutlak petugas haji.

"Kemudian juga ada yang sakit, sakit tapi tidak ngaku sakit padahal kemudian kita temukan ternyata yang bersangkutan itu sakit yang kronis, misal TBC. Kenapa TBC itu punya dampak yang buruk kepada petugas lain dan jemaah," jelas Dahnil.

Selain itu, pencopotan juga dilakukan terhadap calon petugas yang meminta perlakuan khusus atau ingin diistimewakan selama diklat.

Baca juga: Diklat PPIH Hampir Usai, Petugas Haji Tetap Dipantau hingga Keberangkatan

"Ada yang sakit, ada yang indisipliner, ada yang mau diistimewakan, karena ini tempatnya sama jadi kita tidak ada yang diistimewakan maka kemudian kita copot," ujarnya.

Dahnil menyebut pemerintah masih akan melakukan kajian lebih lanjut, termasuk kemungkinan penggantian personel.

"Nah itu nanti kita kaji karena begini, karena sudah diinput ya diinput, nanti kita lihat karena para fasilitatornya juga nanti akan kita diskusikan lagi dengan pemerintah kerajaan Arab Saudi terkait itu," katanya.

Dahnil mengatakan sejak awal pemerintah terus mengingatkan agar petugas haji meluruskan niat.

Para petugas haji, kata Dahnil, sebaiknya tidak berpikir hanya untuk pergi haji. 

"Begini, kalimat pertama yang selalu kami ingatkan itu niatkan dulu jadi petugas. Nah kalau kemudian selama bertugas itu ada bonus, artinya bonus menunaikan ibadah haji itu bagiannya," ujarnya.

"Makanya di pelatihan ini ada namanya fikih petugas haji. Jadi kalau mereka melakukan ibadah haji itu ada fikihnya. Jadi yang jelas itu diatur. Jadi jangan kemudian mereka memposisikan diri sebagai jemaah," ucap Dahnil.

Dahnil mengungkapkan, pada penyelenggaraan haji sebelumnya kerap ditemukan petugas yang justru meminta dilayani.

Bahkan ada yang menghilang saat bertugas sebagai petugas haji. 

"Karena banyak yang terjadi sebelum-sebelumnya petugas haji itu malah minta dilayani, bahkan ngilang pada saat ada di Makkah, di Madinah dan sebagainya. Bahkan dalam banyak kasus, ada petugas haji itu ada yang jual dan sebagainya," ujarnya.

Pada penyelenggaraan haji 2026, Dahnil memastikan seluruh petugas bekerja penuh sebagai pelayan jemaah.

Dirinya meminta para petugas haji ini tidak hanya menumpang untuk naik haji lewat jalur PPIH. 

"Nah kita harapkan dengan pola ini, kita bisa menjawab kritik publik selama ini untuk menghindari ada orang-orang yang nebeng naik haji. Jadi konsentrasi kami itu adalah ingin memastikan petugas haji itu niat utamanya itu adalah menjadi petugas haji, bukan orang-orang yang nebeng naik haji," ujarnya.

Sebelumnya, selebritas Chiki Fawzi sempat mengungkapkan bahwa dirinya dicopot sebagai petugas haji tahun 2026.

Fokus Pada Disiplin dan Penguatan Fisik

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan pendidikan dan pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026 fokus kepada aspek disiplin hingga penguatan fisik.

"Pertama, disiplin pasti. Yang kedua, fisik. Karena kegiatan haji itu memerlukan fisik. Jamaah haji perlu fisik, apalagi petugas haji, fisiknya harus kuat," kata Gus Irfan

Selain itu, pengenalan tugas sejak awal juga menjadi perhatian utama. 

Para petugas, kata Gus Irfan, sudah dibagi berdasarkan lokasi dan tanggung jawab masing-masing agar tidak terjadi kebingungan ketika berada di Tanah Suci.

"Kemudian yang ketiga, pengenalan tugas. Sejak di sini kita sudah bagi, Anda di mana. Anda di mana, tugasnya apa, sudah tahu dari sini," ucapnya.

Selain itu, Diklat ini untuk membangun kekompakan atau bonding antar peserta diklat. 

"Karena mereka berasal dari seluruh Indonesia, berasal dari berbagai institusi, dan mereka baru kenal di sini. Karena itu, 20 hari kita bonding-kan supaya mereka bisa bekerja dengan baik. Kalau ditemukan di Saudi tentu perlu waktu untuk bisa bonding itu," kata Gus Irfan.

Selain Gus Irfan, pembekalan tersebut juga dihadiri Wamenhaj Dahnil Anzar Simajuntak, Menko PM Muhaimin Iskandar, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.