Petani di Sigi Sulteng Tewas Dimangsa Ular Piton Saat di Kebun
January 30, 2026 05:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, SIGI - Sukri (46) warga Desa Bangga, Kelurahan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) meninggal dunia diduga akibat dililit ular piton saat berada di kebun, Kamis (29/1/2026).

Korban disebut hendak dijemput oleh sang istri setelah Magrib ketika peristiwa naas itu terjadi.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu (28/1/2026) malam dan sempat disiarkan langsung melalui akun Facebook milik Wiwin Wahidin.

Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban berada di kebun dan rencananya hendak dijemput usai waktu Magrib. 

Namun hingga waktu yang ditentukan, korban tidak kunjung kembali.

Pihak keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian dan menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa, sehingga menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Waspada Saat Berkebun

Ketua Evolux IDN Indonesia, Youssel Edbert Daniel Panggabean, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun.

Ia menjelaskan, dugaan keterlibatan ular piton dalam kejadian tersebut cukup masuk akal jika melihat karakteristik ular piton di wilayah Sulawesi. 

Menurutnya, ular piton di dataran Sulawesi dan kepulauan utama dikenal memiliki ukuran tubuh yang relatif lebih besar dibandingkan dengan daerah lain.

Baca juga: 4 Fakta Pria Tewas Dalam Perut Ular Piton di Buton Selatan, Videonya Viral, Keluarga Menangis

“Ular piton di Sulawesi bisa berukuran sangat besar. Dalam kondisi tertentu, manusia dapat menjadi mangsa, terutama jika berada di habitat alaminya,” jelasnya.

Youssel menegaskan bahwa area kebun pada dasarnya merupakan bagian dari habitat satwa liar.

Oleh karena itu, potensi perjumpaan antara manusia dan ular tidak dapat sepenuhnya dihindari, meskipun kewaspadaan telah dilakukan.

“Habitat satwa yang kemudian dimanfaatkan sebagai kebun membuat risiko itu selalu ada. Di mana pun berada, kejadian serupa bisa terjadi,” katanya, mengungkapkan kebun sebelumnya adalah Habitat satwa.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat berkebun, khususnya di area yang banyak terdapat tumpukan daun kering, semak-semak, serta lokasi yang jarang dilalui manusia karena berpotensi menjadi tempat persembunyian ular.

Baca juga: Belah Perut Ular Piton Sepanjang 8 Meter, Warga di Busel Temukan Jasad Lansia, Korban Sempat Dicari

Selain itu, Youssel juga menjelaskan bahwa banyaknya hewan herbivora atau pengerat di suatu wilayah dapat menjadi indikator keberadaan predator di rantai makanan, termasuk ular.

“Jika di suatu wilayah banyak hewan pengerat, maka predator di atasnya pasti ada. Ular biasanya menjadi lebih agresif saat lapar atau ketika berada dalam kondisi terdesak,” tambahnya.

 

dan

Warga Sigi Tewas Diduga Diterkam Ular, Ketua Evolux IDN Ingatkan Waspada Saat Berkebun

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.