Dinilai Ukir Sejarah Swasembada Pangan, Mentan Amran Raih Pujian Bungaran Saragih
January 30, 2026 05:38 PM

TRIBUNNEWS.COM – Menteri Pertanian Republik Indonesia periode 2000–2004, Prof. Bungaran Saragih, memberikan apresiasi atas capaian Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam menjaga swasembada pangan nasional, khususnya swasembada beras.

Menurut Bungaran, keberhasilan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mencerminkan kebijakan pangan yang berjalan efektif.

“Saya menyampaikan selamat kepada Pak Menteri karena mendapatkan penghargaan sebagai Menteri Pertanian di bidang pangan. Ini baru yang pertama dan tentu menjadi kebanggaan bersama,” ujar Bungaran usai pertemuan dengan Mentan Amran di Kantor Badan Pangan Nasional, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Pengakuan atas kinerja Mentan Amran tersebut tercermin dari penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama oleh Presiden Prabowo Subianto pada 7 Januari 2026 di Karawang. Penghargaan ini menjadi catatan sejarah karena belum pernah diterima oleh Menteri Pertanian pada periode sebelumnya.

Meski demikian, Bungaran menegaskan bahwa tantangan ke depan tidak hanya mempertahankan capaian swasembada beras, tetapi memastikan keberlanjutannya secara konsisten.

“Swasembada beras memang pernah kita capai sebelumnya, tetapi tugas kita sekarang adalah bagaimana swasembada itu bisa berkelanjutan. Tidak hanya sekali,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan agroindustri dan sektor hilir pertanian. Menurut Bungaran, selama ini nilai tambah hasil pertanian belum sepenuhnya dinikmati petani akibat belum optimalnya hilirisasi.

“Sudah sejalan rupanya pemikiran kami, bahwa salah satu kendala besar kemajuan pertanian ke depan adalah belum berkembangnya agroindustri. Hilirisasi menjadi kunci agar hasil kerja keras petani bisa berkembang dan bernilai tambah,” jelasnya.

Bungaran menyatakan siap terus berdiskusi dan berbagi pandangan dengan jajaran Kementerian Pertanian terkait arah pembangunan pertanian nasional, khususnya dalam memperkuat hilirisasi dan transformasi sektor pertanian.

Sementara itu, Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian swasembada pangan dan berbagai penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, penyuluh, pemerintah daerah, hingga jajaran Kementerian Pertanian.

Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kolaborasi, inovasi, dan kerja nyata di lapangan agar keberhasilan tersebut dapat terus dipertahankan.

Ke depan, Mentan Amran berkomitmen memperkuat transformasi pertanian nasional melalui penguatan hilirisasi dan modernisasi pertanian. Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga swasembada pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani, memperluas lapangan kerja, serta memperkokoh ketahanan ekonomi nasional berbasis sektor pertanian. 

Baca juga: Kementan Pastikan Regenerasi Petani Muda Tetap Berjalan Meski Program YESS Berakhir

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.