Profil Iman Rachman, Dirut BEI yang Mundur Setelah Kemerosotan IHSG 2 Hari Berturut-turut
January 30, 2026 01:46 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Pasca kemerosotan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama dua hari berturut-turut, Jumat (30/1/2026), Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari jabatannya hari ini.

Disebut sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar yang bergejolak selama dua hari terakhir, pengunduran diri Iman ini.

Pasca pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan evaluasi perubahan saham di bursa Indonesia, IHSG anjlok tajam hingga 8 persen diwarnai aksi jual saham oleh banyak investor asing. 

Hal itu memicu sentimen negatif pasar. Asing mencatatkan net sell hingga Rp6,17 triliun. Saham-saham yang paling banyak dilepas adalah saham sektor keuangan dan saham industri tambang.
 
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG ditutup anjlok 7,34 persen ke level 8.320,55 pada penutupan perdagangan, Rabu (28/1/2026). 

Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di zona merah dengan level terendah 8.187 dan tertinggi 8.596. Kejatuhan IHSG juga terjadi di hari berikutnya, Kamis, 29 Januari 2026.

Tekanan pada IHSG terjadi secara beruntun dan menjadi sorotan pelaku pasar. Situasi tersebut mendorong langkah Iman Rachman untuk mundur dari posisi pucuk pimpinan otoritas bursa, meski masa jabatannya sejatinya belum berakhir.

Profil Iman Rachman

Iman Rachman resmi menjabat sebagai Direktur Utama BEI berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022, mengutip situs resmi BEI.

Selama memimpin BEI, ia dikenal sebagai sosok berlatar belakang kuat di bidang pasar modal, keuangan korporasi dan strategi bisnis, baik di sektor jasa keuangan maupun BUMN.

Karier profesional Iman dimulai di industri pasar modal sebagai Manager di PT Danareksa Sekuritas pada periode 1998-2003.

Ia kemudian melanjutkan karirnya di PT Mandiri Sekuritas dengan menduduki jabatan Direktur Investment Banking selama lebih dari satu dekade, yakni pada 2003-2016.

Pengalaman panjang tersebut membentuk reputasinya sebagai bankir investasi dengan pemahaman mendalam terhadap transaksi korporasi dan pasar keuangan.

Setelah itu, Iman dipercaya menempati sejumlah posisi strategis di perusahaan-perusahaan milik negara. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) pada 2016-2018.

Lalu melanjutkan peran serupa di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) pada 2018-2019. Pada periode 2019-2020, ia ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero), perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan aset dan restrukturisasi.

Sebelum akhirnya memimpin BEI, jabatan terakhir Iman Rachman adalah Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) pada 2020-2022.

Iman Rachman meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran pada 1995. 

Dia kemudian melanjutkan studi ke luar negeri dan memperoleh gelar Magister of Business Administration (MBA) Finance dari Leeds University Business School pada 1997.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.