TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Viral di media sosial video menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) diduga basi ditemukan di SDN 060 Mampie Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (30/1/2026).
Video itu viral usai sempat di unggah salah satu guru sekolah, pada Kamis (29/1/2026) kemarin.
Dalam video guru sekolah memperlihatkan menu pentolan bakso lembek, diduga basi dan berbau.
Baca juga: Kejari Pasangkayu Terima Pelimpahan Tersangka Kasus Pembunuhan Karyawati Koperasi di Desa Sarjo
Baca juga: Guru Besar STAIN Majene Sebut Wacana Polri di Bawah Kemendagri Kemunduran Agenda Reformasi
Serta perekam video ini menyebutkan, menu MBG tersebut basi dan dikembalikan ke pihak dapur.
Saat ditelusuri, penemuan menu MBG basi ini memang terjadi di SDN 060 Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo.
Kepala SDN 060 Mampie, Marhaban menyebut menu MBG itu basi dan tidak sempat dibagikan.
"Informasi awalnya itu ditelpon dari pihak SPPG jika ada ditemukan menu MBG basi di sekolah lain," kata Marhaban kepada wartawan.
Dia mengaku setelah mendapat informasi itu, pihak guru langsung mengecek menu MBG sebelum disalurkan.
Karena ditemukan menu bakso yang basi, Marhaban bersama pihak SPPG sepakat mengembalikan ompreng MBG itu.
Sehingga 128 ompreng MBG tidak jadi dibagikan kepada siswa di SDN 060 Mampie pada Kamis (29/1/2026) kemarin.
"Harapannya kita pihak sekolah agar pihak SPPG mengevaluasi menu makanan, agar kejadian serupa tidak lagi terjadi," ungkap Marhaban.
Sementara itu, Kepala SPPG Campurjo II Polman, Muh Fadil menyampaikan kronologi ditemukannya ompreng menu MBG diduga basi.
Fadil menyampaikan awalnya laporan itu diterima dari pihak sekolah SDN 031 Tumpiling adanya menu dalam ompreng diduga berubah bentuk dan aroma.
"Sehingga kita hentikan penyaluran ompreng yang ditemukan berubah aromanya atau diduga basi," ungkap Fadil.
Dia menyampaikan tidak semua ompreng menu MBG berubah rasa dan aroma atau diduga basi di SDN 031 Tumpiling.
Beberapa ompreng yang masih terjamin higenis tetap disalurkan kepada murid di SDN 031 Tumpiling.
Sementara di SDN 060 Mampie, penyaluran menu MBG langsung ditarik dan tidak jadi disalurkan ke penerima manfaat.
"Ternyata di SDN 060 Mampie juga ditemukan adanya menu dalam ompreng sudah berubah aromanya, jadi kita tidak salurkan," ungkapnya.
Fadil menyebut hanya ada beberapa ompreng MBG di SDN 060 Mampie yang sudah berubah aromanya.
Namun karena kesepakatan dengan pihak sekolah, sehingga seluruh ompreng tidak jadi dibagikan kepada penerima manfaat.
Fadil menduga penyebab menu bakso yang basi karena pada saat dikemas dalam ompreng masih cukup panas.
Dia berjanji akan mengevaluasi menu makanan hingga penyajian menu agar kejadian serupa tidak lagi terulang.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli