Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Guna mendukung ketahanan pangan tahun 2026, Perum Bulog menargetkan serapan gabah petani setara beras sebesar 4 juta secara nasional.
Sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diberi target 400 ribu ton untuk mendukung program tersebut pada tahun 2026 ini.
Target serapan gabah tahun ini meningkat dibandingkan tahun 2025. Pada 2025, Bulog menyerap sekitar 3 juta ton gabah, sementara pada 2026 target tersebut naik menjadi 4 juta ton.
Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, NTB merupakan salah satu daerah di luar Jawa menjadi penyangga pangan nasional.
"Kita ketahui bahwa Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu sentra produksi pangan nasional di luar Jawa," kata Rizal saat mengikuti kegiatan Panen Raya Perdana dan Launching Serapan Gabah Petani di NTB, Jumat (30/1/2026).
Mantan Danrem 162 Wira Bhakti ini mengatakan NTB memiliki potensi yang luar biasa, tidak hanya gabah tetapi juga jagung. Ini dukung dengan kondisi alam yang membuat provinsi berjuluk Bumi Gogo Rancah (Gora) ini selalu swasembada pangan setiap tahunnya.
"Kita saksikan bersama padi sangat bagus, cuaca juga bagus, alamnya sangat mendukung hasil panen juga bagus," kata Rizal.
Pada panen perdana yang dilakukan di Tanjung, Kabupaten Lombok Utara itu, Purnawirawan TNI jenderal bintang dua memanen di sawah seluas lima hektar dari total luas lahan pertanian di Gumi Tioq Tataq Tunaq itu.
Rizal mencoba melakukan panen dengan cara tradisional dan menggunakan mesin pemanen padi. Dia mengatakan bahwa kegiatan seperti ini, bukan hanya dilakukan di NTB saja namun juga di daerah lain.
Ia juga meminta agar Bulog daerah untuk menyerap gabah dari para petani, namun dengan catatan gabah yang dibeli tersebut harus yang kualitasnya baik dan sudah siap panen.
Sebab jika tidak tentunya akan berpengaruh kepada kualitas beras yang dihasilkan, bulir padinya pecah-pecah dan cepat rusak.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (Distambun-Ketapang) NTB, Eva Dewiyani, menyampaikan akan mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah pusat.
Ini juga sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kesejahteraan petani, lewat serapan gabah yang akan diambil oleh Bulog.
"Fokus kami adalah memastikan hasil pertanian petani terserap dengan baik, sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan mendukung terwujudnya kembali swasembada pangan nasional," ucap Eva.
Asisten III Setda NTB ini mengatakan kesuksesan dari program ini membutuhkan dukungan semua pihak, oleh sebab itu sinergi TNI/Polri dan pemerintah sangat dibutuhkan kedepannya.