BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Suasana Pasar Pagi Kota Pangkalpinang tampak berbeda pada Jumat (30/1/2026) pagi. Di antara hiruk-pikuk pedagang dan pembeli, hadir sosok Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin yang akrab disapa Prof Udin.
Mengenakan batik biru berpadu sepatu hitam, Prof Udin berada Pasar Pagi Pangkalpinang. Ia menyusuri lorong-lorong pasar, berhenti sejenak di lapak pedagang, berbincang ringan sekaligus mengamati kondisi pasar secara langsung.
Dalam peninjauan, Prof Udin menaruh perhatian khusus pada persoalan kebersihan. Masih ditemukannya tumpukan sampah di sejumlah titik menjadi catatan penting selama ia berkantor di Pasar Pagi.
"Kita harapkan dulu pasarnya bersih dan rapi. Pagi tadi kami juga melakukan penghimbauan kepada para pedagang agar membersihkan tempat berjualan masing-masing," ujar Prof Udin kepada awak media, Jumat (30/1/2026).
Tak hanya soal kebersihan, penataan pasar juga menjadi agenda yang disampaikan.
Menurutnya, kedepan seluruh pedagang akan difokuskan beraktivitas di lantai bawah, sementara area atas akan difungsikan sebagai sarana publik.
"Nanti pedagang semuanya di bawah. Untuk lantai atas akan kita manfaatkan sebagai fasilitas publik seperti mushola, kantor dan sarana lainnya," jelasnya.
Menariknya, kebijakan "ngantor keliling" ini bukan hanya dilakukan di Pasar Pagi.
Prof Udin mengungkapkan rencana untuk membawa aktivitas perkantoran ke ruang-ruang publik lainnya.
"Mungkin sekarang di Pasar Pagi, minggu depan bisa di Pasar Ratu Tunggal. Atau di Kantor Lurah, Kantor Camat," katanya.
Ia mengakui, persoalan sampah dan kesemrawutan Pasar Pagi memang menjadi perhatian utama selama berkantor di lokasi tersebut.
Namun, pembenahan akan dilakukan secara bertahap, dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada para pedagang.
Untuk mengatasi persoalan kebersihan, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga berencana menggelar kegiatan gotong royong bersama di kawasan pasar.
"Soal kebersihan nanti kita akan gotong royong bersama. Pelan-pelan kita benahi, termasuk soal tata letaknya," ujar Prof Udin.
Menurutnya, pasar yang bersih dan tertata rapi bukan hanya memberi kenyamanan bagi pedagang, tetapi juga bagi masyarakat yang berbelanja.
"Agar belanja nyaman, pasar rapi, tidak semrawut," tuturnya.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)