Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Selfiani Baki Wukak
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dalam rangka memperingati HUT ke-18 Partai Gerindra, panitia HUT tingkat Provinsi NTT akan menggelar aksi peduli lingkungan dan kegiatan Gerindra Berbagi.
Ketua Panitia Perayaan HUT Partai Gerindra tingkat Provinsi NTT, Stenly Boymau mengatakan, tema besar yang diusung dalam perayaan HUT kali ini diterjemahkan ke tingkat daerah.
"Kami menterjemahkan tema besar ke tingkat daerah, tema besar itu kompak, bergerak dan berdampak. Kompak secara organisasi tentunya kita harus kompak, saling sinergi satu sama lain, kemudian kita juga harus bergerak. Yang paling penting itu kita bergerak terus berdampak untuk orang lain dan sesama," jelasnya saat menjadi narasumber dalam Pos Kupang Podcast, Kamis (29/1/2026) kemarin.
Menurutnya, Partai Gerindra di Provinsi NTT mencoba menterjemahkan misi besar dari Prabowo Subianto yang merupakan Ketua Partai dan Presiden ke-8 Republik Indonesia terkait tema tersebut.
"Kita harus bisa melakukan sesuatu untuk menyelematkan lingkungan, sekecil apa pun juga harus kita lakukan bagaimana cara kita pulihkan kembali lingkungan. Sehingga kita hadirkan program penghijauan dan sebagainya," tambahnya.
Isu lingkungan ini diangkat dikarenakan ada begitu banyak bencana alam terutama banjir yang terjadi akibat penebangan terlalu masih.
Termasuk di wilayah NTT yang sering ditemukannya penjualan kayu-kayu lokal yang diperdagangkan di pinggir jalan dan sudah berbentuk balok maupun sebagainya.
"Ketika ada orang yang melakukan penebangan untuk memenuhi kebutuhannya, tetapi harus ada upaya untuk penanaman kembali. Upaya untuk memuliakan kembali lingkungan dengan cara penanaman kembali," ungkapnya.
Selain melakukan penanaman anakan, Stenly mengatakan, akan ada intervensi dengan menyiapkan perawatan lanjutan bagi anakan yang sudah ditanam serta adanya dana untuk melaksanakan perawatan lanjutan tersebut.
"Walaupun jumlahnya 1.000 di Kota Kupang, kami memastikan 75 persen itu tumbuh karena kami ada intervensi lanjutan," tuturnya.
Anakan yang ditanam dalam kegiatanan HUT Partai Gerindra ke-18 ini yakni 30 persen terdiri dari anakan penghijauan dan 70 persen anakan produktif.
Anakan tanaman produktif dipilih karena menurut Stenly, saat melakukan aksi penanaman pada waktu dahulu, ia melihat pohon angsana dan evergreen yang memiliki daun lebat. Disitulah muncul ide untuk menanam anakan produktif.
Baca juga: Gerindra NTT Ibadah Natal Bersama, Momentum Menyatukan Kekuatan Kader
Lokasi pemilihan untuk melakukan penanaman anakan pohon ini berada di empat titik yakni di Kelurahan Alak, Kelurahan Oebobi, Daerah Aliran Sungai Liliba dan di Kelurahan Kolhua.
Selain itu, lahan yang dipilih untuk menanam anakan merupakan lahan milik masyarakat yang berkomitmen bersama-sama untuk tidak membangun di lahan yang sudah ditanami.
Stenly menungkapkan respon dari masyarakat yang berada di lokasi sekitar sangat begitu antusias, dari anak-anak hingga orang dewasa terlibat dalam aksi tersebut hingga mencapai 300-an warga yang terlibat.
Pada Jumat (30/1) menjadi puncak kegiatan dimana Partai Gerindra akan melakukan penanaman di daerah Jalur 40 dan akan menjadi kebun contoh dari Partai Gerindra serta akan hadir kader-kader partai akan hadir pemimpin di daerah ini dan turut hadir anggota DPRD dari partai Gerindra untuk ikut terlibat.
"Kemudian untuk di Jalur 40 yang akan ditanam, kita sudah menyiapkan anggaranny untuk perawatan. Ini akan menjadi kebun contoh Partai Gerindra," tambahnya.
Selain melakukan aksi penghijauan, perayaan ulang tahun ini juga dilaksanakannnya kegiatan aksi Gerindra Berbagi yang dilakukan pada lima titik panti asuhan yang berada di Kota Kupang seperti Panti Asuhan Sonaf Manekat, Panti Asuhan Holy Anggel, Panti Asuhan GMIT 221 Kupang, Panti Asuhan Agape,dan Panti Asuhan Nurussa'adah.
"Ini bentuk kepedulian dari partai, agar bantuan yang tidak seberapa ini digunakan untuk uang sekolah anak-anak. Dengan sedikit bantuan itu kita bisa meringankan beban panti," ujarnya.
Stenly mengatakan, ia bersama panitia sedang menunggu kiriman anakan bambu dari Kabupaten Ngada yang akan ditanam di beberapa titik.
Berawal dari keprihatinan Fernando Soares terhadap Daerah Aliran Sungai Liliba yang curam yang membuat panitia merencanakan untuk menanam anakan bambu yang langsung dibawa dari Kabupaten Ngada yang memiliki kekualitas bagus.
"Kami sudah koordinasikan dan akan disiapkan 1000 anakan bambu dan dari pengurus Gerindra di Kabupaten Ngada juga mendukung kegiatan ini," ungkapnya.
Stenly menuturkan ia bersama tim pernah mengagaskan program Kupang Green and Clean yang sukses menyumbang tiga Piala Adipura untuk Kota Kupang yang sampai saat ini belum terpecahkan rekornya.
"Saat itu Kupang sedang ada banyak lahan kosong yang dibiarkan untuk tidak ditanami contohnya di depannya Hotel Neo Aston dan hari ini kita melihat di depan hijau sekali," pungkasnya. (ria)