SERAMBINEWS.COM - Pertanyaan mengenai kapan pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 akan dibuka kini menjadi topik hangat di tengah masyarakat.
Tingginya minat warga untuk berkarier sebagai aparatur sipil negara (ASN) memicu lonjakan pencarian informasi di berbagai platform digital dan media sosial.
Meski antusiasme publik terus meningkat, hingga saat ini pemerintah belum mengumumkan secara resmi jadwal pembukaan pendaftaran CPNS 2026.
Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi dan kabar simpang siur di masyarakat.
Menanggapi hal itu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) akhirnya memberikan penjelasan resmi.
Melalui akun Instagram resminya, @kemenpanrb, pada Rabu (28/1/2026), KemenPANRB menegaskan bahwa pemerintah belum membuka pendaftaran CPNS untuk tahun 2026.
KemenPANRB menjelaskan, belum dirilisnya jadwal pendaftaran CPNS 2026 disebabkan oleh sejumlah pertimbangan penting.
Saat ini, pemerintah masih melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan seleksi CASN pada tahun sebelumnya.
Selain evaluasi, pemerintah juga tengah melakukan penghitungan kebutuhan formasi secara cermat, baik dari segi jumlah maupun jenis jabatan yang dibutuhkan.
Langkah ini dilakukan agar pengadaan ASN ke depan benar-benar tepat sasaran dan selaras dengan program prioritas nasional serta kebutuhan masing-masing instansi.
“Untuk pengadaan CASN Tahun 2026, pemerintah masih melakukan evaluasi dan penghitungan kebutuhan formasi,” tulis keterangan resmi KemenPANRB, dikutip dari akun Instagram resminya.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap bersabar dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum bersumber dari kanal resmi pemerintah.
Informasi terbaru terkait CPNS 2026 dipastikan akan diumumkan secara resmi oleh instansi berwenang apabila seluruh proses evaluasi dan perencanaan telah rampung.
Baca juga: Cek Fakta: Benarkah Kemenag Buka Rekrutmen CPNS dan PPPK Tahun Ini?
Isu pendaftaran CPNS 2026 kian memanas seiring beredarnya konten manipulatif yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Dalam video yang viral tersebut, tampak sosok Menteri PANRB, Rini Widyantini, seolah-olah mengumumkan bahwa pendaftaran telah resmi dibuka dan mengajak masyarakat untuk mengeklik tautan tertentu di kolom bio.
Menanggapi hal itu, KemenPANRB secara tegas mengonfirmasi bahwa video tersebut adalah hoaks.
Konten tersebut dipastikan hasil rekayasa AI yang sengaja dibuat untuk menyesatkan publik.
"Sosok Menteri PANRB, Rini Widyantini dalam video tersebut merupakan Artificial Intelligence (AI). Hingga saat ini pemerintah belum mengumumkan pembukaan CPNS 2026, sehingga video tersebut adalah HOAKS," tegas KemenPANRB melalui unggahan di akun Instagram resminya, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: Pendaftaran CPNS 2026 Resmi Dibuka, KemenPANRB Tegaskan Video Rini Widyantini Hoaks Buatan AI
Masyarakat pun diimbau untuk waspada dan tidak mengeklik tautan tidak jelas yang berpotensi menjadi sarana penipuan atau pencurian data pribadi.
KemenPANRB meminta publik untuk selalu memverifikasi informasi dan memastikan seluruh kabar terkait seleksi CASN hanya bersumber dari kanal resmi pemerintah.
"Informasi valid tentang CASN hanya diumumkan melalui website maupun media sosial resmi instansi pemerintah. Harap berhati-hati terhadap informasi hoaks," tambahnya.
Isu pembukaan seleksi CPNS dan PPPK 2026 tidak hanya menyerang instansi pusat, tetapi juga mencatut nama Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Informasi palsu yang beredar luas di TikTok dan platform digital lainnya ini kerap memuat daftar formasi tenaga kesehatan, iming-iming gaji besar, hingga kemudahan seleksi melalui tautan pendaftaran ilegal.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait rekrutmen ASN tahun 2026.
Ia menekankan bahwa seluruh proses seleksi, mulai dari penetapan kebutuhan hingga penetapan NIP, dilakukan secara terintegrasi melalui mekanisme nasional yang diawasi langsung oleh BKN.
"Seluruh pendaftaran ASN hanya dilakukan melalui portal resmi SSCASN yang dikelola BKN, bukan melalui tautan pribadi atau situs tidak dikenal," tegas Prof. Zudan, dilansir dari Serambinews.com, Rabu (28/1/2026).
Senada dengan BKN, Kepala Biro SDM Kemenag, Wawan Djunaedi, menyatakan bahwa kabar rekrutmen di lingkungan Kemenag yang beredar saat ini adalah murni hoaks.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak memberikan data pribadi atau membayar biaya pendaftaran kepada pihak mana pun.
Baca juga: Cek Fakta: Benarkah Kemenag Buka Rekrutmen CPNS dan PPPK Tahun Ini?
Wawan memastikan bahwa kebijakan resmi hanya akan dipublikasikan melalui situs kemenag.go.id dan kanal resmi pemerintah lainnya.
Masyarakat diminta untuk selalu melakukan verifikasi secara mandiri.
Cara termudah adalah dengan mengecek validitas informasi pada portal SSCASN.
(Serambinews.com/Yeni Hardika)