TRIBUNNEWS.COM - Klub legendaris AC Milan menyiapkan cara ampuh untuk 'melincinkan' kepindahan gelandang timnas Jerman, Leon Goretzka ke San Siro.
AC Milan terus memantau peluang merekrut Leon Goretzka dari Bayern Munchen pada bursa transfer musim panas 2026 mendatang.
Leon Goretzka akan berstatus bebas transfer karena kontraknya berakhir pada 30 Juni 2026. Situasi tersebut membuat AC Milan aktif menjajaki kesepakatan pribadi dengan pemain berusia 30 tahun itu.
Media Italia, Calciomercato, melaporkan bahwa direktur olahraga AC Milan, Igli Tare, kini bergerak lebih agresif.
Ia menilai peluang menuntaskan negosiasi cukup terbuka jika dilakukan lebih cepat sebelum klub lain masuk lebih jauh.
Goretzka sendiri disebut siap mencari tantangan baru setelah delapan musim membela Bayern Munchen.
Ketertarikan Rossoneri terhadap Goretzka juga sejalan dengan kebutuhan tim dalam menyambut Liga Italia musim depan, terutama untuk menambah pengalaman di lini tengah.
Terlebih dengan proyek klub untuk tampil di Liga Champions 2026/2027 ditambah peluang kepergian Luka Modric di akhir musim ini, kedatangan Goretzka sangat dibutuhkan.
Belum lagi beberapa gelandang AC Milan, seperti Ruben Loftus-Cheek berpeluang besar untuk meninggalkan San Siro setelah kehilangan tempat utama di starting line-up.
Meski pelatih Milan, Massimiliano Allegri mencoba mempertahankan sang pemain, namun eks Chelsea itu sudah terlanjur masuk daftar list penjualan klub. Bahkan beberapa tim asal Turki seperti Galatasaray serta dari Serie A, Lazio, sudah melayangkan penawaran kepada Milan.
Keluarkan Loftus-Cheek melapangkan jalan demi tersedianya tempat Goretzka di skema permainan lapangan tengah Rossoneri.
Baca juga: Rafael Leao Masuk Radar MU, AC Milan Intip Untung Besar
Keuntungan AC Milan dalam perburuan Goretzka datang dari hubungan dengan pihak agen.
Rossoneri sudah bekerja sama dengan agen yang sama saat mendatangkan Niclas Fullkrug pada bursa transfer Januari. Situasi itu dinilai dapat memperlancar komunikasi dan negosiasi lanjutan.
Keberhasilan AC Milan merekrut Luka Modric secara gratis dari Real Madrid sebelumnya juga menjadi acuan.
Igli Tare percaya pendekatan serupa dapat diterapkan untuk Goretzka, terutama dengan menawarkan peran penting dan menit bermain reguler di skuad utama.
Meski begitu, Il Diavolo Rosso tidak sendirian. Beberapa klub Eropa seperti Barcelona dan Atletico Madrid juga memantau situasi Goretzka.
Persaingan tersebut membuat AC Milan harus bergerak cepat dan menyusun proposal yang menarik.
Di balik peluang tersebut, AC Milan tetap menghadapi sejumlah tantangan.
Saat ini, Goretzka menerima gaji sekitar 7 juta euro (sekitar 137,3 miliar rupiah) per musim di Bayern Munchen.
Angka itu berpotensi menjadi hambatan karena struktur gaji di Serie A berbeda dibanding Bundesliga. Selain itu, biaya agen diperkirakan menambah nilai total kesepakatan.
Terlebih jika jumlah gaji Goretzka di Munchen diterapkan Milan, otomatis sang gelandang sejajar dengan Rafael Leao sebagai pemain berbayaran tertinggi klub.
AC Milan perlu menyusun skema finansial yang seimbang agar transfer ini tetap sesuai dengan kebijakan klub, sekaligus menarik bagi Goretzka.
Dengan berbagai faktor tersebut, proses negosiasi masih berjalan.
Rossoneri berharap relasi yang sudah terbangun melalui transfer Fullkrug dapat memberi keuntungan dalam usaha mendatangkan Goretzka ke Milan.
(Tribunnews.com/Giri)