Cara Surabaya Antisipasi Banjir Rob dan Gempa: Gunakan Teknologi Robotik
January 30, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi atau Cak Eri, memastikan Kota Pahlawan siap menghadapi berbagai risiko bencana alam. Langkah ini dilakukan dengan memperkuat kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), dan menyiagakan teknologi mutakhir.

Dalam Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana 2026 di kawasan Pabean Cantikan, Jumat (30/1/2026), Cak Eri menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra bagi kota metropolitan seperti Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Tantangan Multidimensi: Rob hingga Sesar Aktif

Catatan SURYA.co.id, sebagai kota besar, Surabaya menghadapi tantangan bencana yang kompleks. Eri Cahyadi yang juga Ketua IKA ITS Jawa Timur ini, memetakan beberapa potensi ancaman serius bagi warga.

Beberapa risiko yang menjadi fokus utama di antaranya:

  • Fenomena banjir rob di wilayah pesisir.
  • Angin kencang yang berpotensi menumbangkan pohon dan reklame.
  • Ancaman gempa bumi akibat adanya jalur sesar aktif yang melintasi wilayah kota.

"Ini membutuhkan komitmen moral kita untuk memberikan kepastian dan ketenangan kepada warga. Kami bersama TNI dan Polri siap menjaga wilayah Surabaya," tegas Eri Cahyadi.

Teknologi Canggih dan Armada Khusus

Untuk memitigasi risiko tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiagakan sarana dan prasarana (sarpras) yang masif. Tercatat ada 97 unit kendaraan pemadam yang siap beroperasi sewaktu-waktu.

Menariknya, Surabaya kini didukung oleh teknologi robotik untuk menangani medan berbahaya. Berikut adalah rincian armada yang disiagakan:

  • 2 Unit Robot Pemadam: Khusus untuk menangani kebakaran di gedung berisiko tinggi atau paparan kimia.
  • 30 Unit Pompa: Memiliki kemampuan khusus untuk penyedotan genangan air secara cepat.
  • Mobil Pemadam Hamsat dan DAPS: Sistem navigasi dan posisi yang presisi.
  • Armada Kapasitas Besar: Tanki air berkapasitas 5.000 liter.

"Seluruh personel dan armada saling terintegrasi dan terhubung dengan Command Center 112 serta Posko Terpadu yang siaga 24 jam," tambah Wali Kota dua periode tersebut.

Sinergi Forkopimda dan Skema Operasi

Tak hanya armada pemadam, dukungan juga datang dari TNI Angkatan Laut yang menyediakan mobil medical check-up dan fasilitas kesehatan lengkap. Bahkan, mobil PMK Surabaya kini dilengkapi fitur hyperbaric untuk bantuan oksigen darurat.

Cak Eri memaparkan 4 skema utama dalam kesiapsiagaan tahun ini:

  1. Kesiapan Total: Memastikan personel dan logistik dalam kondisi siap operasi 100 persen.
  2. Komando Terpadu: Memperkuat koordinasi lintas sektor dengan mengutamakan keselamatan warga.
  3. Edukasi Publik: Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana secara mandiri.
  4. Evaluasi Berkala: Melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap sistem pelaksanaan tugas di lapangan.

"Secara lahiriah kita harus siap dengan skema tercepat, tepat dan terukur. Namun, kita juga terus berdoa agar Surabaya dihindarkan dari segala bala," tutup politisi PDI Perjuangan tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.