SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi atau Cak Eri, memastikan Kota Pahlawan siap menghadapi berbagai risiko bencana alam. Langkah ini dilakukan dengan memperkuat kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), dan menyiagakan teknologi mutakhir.
Dalam Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana 2026 di kawasan Pabean Cantikan, Jumat (30/1/2026), Cak Eri menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra bagi kota metropolitan seperti Surabaya, Jawa Timur (Jatim).
Catatan SURYA.co.id, sebagai kota besar, Surabaya menghadapi tantangan bencana yang kompleks. Eri Cahyadi yang juga Ketua IKA ITS Jawa Timur ini, memetakan beberapa potensi ancaman serius bagi warga.
Beberapa risiko yang menjadi fokus utama di antaranya:
"Ini membutuhkan komitmen moral kita untuk memberikan kepastian dan ketenangan kepada warga. Kami bersama TNI dan Polri siap menjaga wilayah Surabaya," tegas Eri Cahyadi.
Untuk memitigasi risiko tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiagakan sarana dan prasarana (sarpras) yang masif. Tercatat ada 97 unit kendaraan pemadam yang siap beroperasi sewaktu-waktu.
Menariknya, Surabaya kini didukung oleh teknologi robotik untuk menangani medan berbahaya. Berikut adalah rincian armada yang disiagakan:
"Seluruh personel dan armada saling terintegrasi dan terhubung dengan Command Center 112 serta Posko Terpadu yang siaga 24 jam," tambah Wali Kota dua periode tersebut.
Tak hanya armada pemadam, dukungan juga datang dari TNI Angkatan Laut yang menyediakan mobil medical check-up dan fasilitas kesehatan lengkap. Bahkan, mobil PMK Surabaya kini dilengkapi fitur hyperbaric untuk bantuan oksigen darurat.
Cak Eri memaparkan 4 skema utama dalam kesiapsiagaan tahun ini:
"Secara lahiriah kita harus siap dengan skema tercepat, tepat dan terukur. Namun, kita juga terus berdoa agar Surabaya dihindarkan dari segala bala," tutup politisi PDI Perjuangan tersebut.