BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Signifikan Sepekan ke Depan, Ini Wilayah yang Perlu Waspada
January 30, 2026 05:40 PM

 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa potensi cuaca signifikan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan dalam sepekan ke depan, periode 30 Januari hingga 5 Februari 2026.

Curah hujan yang cukup tinggi dipengaruhi oleh aktivitas Monsun Asia yang membawa massa udara dingin dari kawasan Asia. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya kecepatan angin di wilayah Laut Cina Selatan.

Selain itu, penguatan angin di wilayah Selat Karimata mengindikasikan masih aktifnya fenomena Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS). Di sisi lain, angin baratan yang menguat di wilayah barat dan selatan Indonesia memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi, sehingga meningkatkan pertumbuhan awan konvektif.

Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya potensi hujan di wilayah Samudra Hindia barat Sumatera Barat hingga Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

 

Baca juga: Viral Banjir Bercampur Lumpur Terjang Permukiman Warga Nangahure hingga Pangkalan Lanal Maumere

 

 

BMKG juga mencatat bahwa Bibit Siklon Tropis 98S yang telah melemah menjadi pusat tekanan rendah turut berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah selatan Indonesia dalam sepekan terakhir. Faktor lain yang memperkuat kondisi ini adalah kelembapan udara yang tinggi serta labilitas atmosfer yang kuat.

Akibat kombinasi sejumlah faktor tersebut, proses pembentukan awan hujan berlangsung lebih intens dan meluas, sehingga memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, genangan, dan longsor di sejumlah daerah.

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan

BMKG memprakirakan pengaruh dinamika atmosfer global, regional, dan lokal masih cukup signifikan dalam sepekan ke depan.

Pada skala global, El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terpantau berada pada fase Netral hingga La Niña lemah, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) +8,6 dan indeks NINO 3.4 sebesar -0,79. Kondisi ini dinilai mendukung peningkatan aktivitas konvektif, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.

 

Baca juga: Prakiraan Cuaca NTT Sabtu 31 Januari 2026: Ini Wilayah Berpotensi Hujan Sedang-Lebat Disertai Petir

 

Aktivitas Monsun Asia diprediksi masih persisten hingga dasarian pertama Februari 2026. Fenomena CENS juga diperkirakan tetap aktif dalam beberapa hari ke depan.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi pembentukan daerah tekanan rendah di Teluk Carpentaria, yang dapat memicu perlambatan kecepatan angin dan membentuk konvergensi di wilayah Indonesia bagian selatan.

Selain itu, kombinasi Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuator, dan Gelombang Kelvin diprakirakan aktif di wilayah Samudra Hindia barat Jawa hingga selatan NTT, Lampung, Laut Sulu, Laut Arafura, Papua Selatan, yang berpotensi meningkatkan aktivitas hujan.

Prospek Cuaca 30 Januari – 1 Februari 2026

Cuaca di Indonesia secara umum didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, perlu diwaspadai potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah:

Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

BMKG menetapkan status siaga hujan lebat–sangat lebat untuk wilayah:

Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, angin kencang berpotensi terjadi di Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

Prospek Cuaca 2 – 5 Februari 2026

Pada periode ini, cuaca Indonesia masih didominasi hujan ringan hingga sedang, dengan potensi hujan sedang–lebat di:

Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Wilayah dengan status siaga hujan lebat–sangat lebat meliputi:

Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Potensi angin kencang tetap perlu diwaspadai di Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi. 

Sumber: bmkg.go.id

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.