TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Pemandangan berbeda tampak setiap pagi di SMAK Frateran Maumere. Sebelum memasuki lingkungan sekolah, para siswa terlebih dahulu menyalami guru-guru yang telah menunggu di depan pintu utama sekolah.
Tradisi sederhana namun sarat makna ini menjadi budaya khas SMAK Frateran Maumere.
Melalui salaman pagi, terbangun suasana persaudaraan, keakraban dan rasa saling menghargai antara guru dan murid sejak langkah pertama memasuki sekolah.
Budaya salaman ini juga menjadi simbol penanaman tata krama dan sopan santun kepada para siswa.
Baca juga: Kepala Sekolah SMAK Frateran Maumere Sampaikan Provisiat 3 Alumni Jadi Lurah
Setiap siswa diingatkan bahwa proses belajar tidak hanya dimulai di ruang kelas, tetapi juga dari sikap dan perilaku sehari-hari.
Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang dibagikan akun Facebook @Kristoforus Igo dan dilansir Tribunflores.com, Jumat (30/1/2025).
Dalam video itu, terlihat para guru dengan penuh antusias menyambut dan menyalami siswa satu per satu, sementara para siswa pun dengan tertib dan hormat menyapa guru mereka sebelum masuk sekolah.
Selain membangun budaya saling menghormati, SMAK Frateran Maumere juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui Program Adiwiyata.
Program ini dijalankan secara konsisten dengan melibatkan seluruh siswa dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah setiap hari Jumat.
Melalui program tersebut, siswa dilatih untuk menjaga kebersihan mulai dari hal-hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya dan merawat fasilitas sekolah.
Dari kebiasaan sederhana itu, tumbuh kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.
Kombinasi antara budaya salaman pagi dan program Adiwiyata menunjukkan komitmen SMAK Frateran Maumere dalam membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, beretika dan peduli terhadap sesama serta lingkungan sekitar.