TRIBUNMANADO.CO.ID - Daerah kepulauan punya kesulitan tersendiri terkait pemenuhan bahan pokok.
Seperti yang dialami Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara selama ini. Sebagian besar kebutuhan pokok dipasok dari luar daerah.
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari melakukan terobosan agar hambatan tersebut bisa diminimalisir.
Thungari mengungkapkan pihaknya melobi pemerintah pusat agar jalur Tol Laut dari Jakarta dan Surabaya ke Tahuna bisa lebih pendek.
Katanya, selama ini Tol Laut yang jadi andalan logistik hanya 10 voyage (perjalanan) dalam setahun. Itu tidak sampai sebulan sekali ke Tahuna.
"Tahun lalu, kami minta agar jalur dipotong. Tol Laut tidak lagi singgah ke Nunukan dan bisa langsung ke Tahuna," kata Thungari dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) Kepulauan Sangihe di Tahuna, Jumat 30 Januari 2023.
Katanya, sebagian pasokan beras di Kepulauan Sangihe bersandar pada stok yang dibawa kapal Tol Laut.
"Dengan dihilangkannya Nunukan sebagai tempat singgah, trip ke sini bisa lebih cepat," ujar politisi Partai Nasdem ini.
Dengan 'potong jalur' itu, kata bupati, perjalanan Tol Laut ke Tahuna bisa lebih banyak. "Trip bisa jadi 15 kali dalam setahun," ujarnya
Beras dan lain-lain kita harus ambil dari Jawa melalui Tol Laut.
Tahun lalu Tol laut tidak sampai 10 voyage tidak sampai sebulan sekali.
Kami minta pemerintah menghapus Nunukan sebagai tempat singgah mempercepat time line per satu kali trip sehingga setahun bisa lebih dari satu kali trip itu mempercepat pasokan sehingga bisa mengendalikan inflasi.
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto mengatakan, kendala geografis menjadi tantangan pengendalian inflasi di daerah.
"Bahan pokok yang didatangkan dari luar mendorong kenaikan biaya transportasi sehingga dapat memicu kenaikan harga," katanya.
Katanya, pengendalian harga perlu dilakukan agar daya beli masyarakat terjaga sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
Untuk menjaga inflasi tahunan berada pada rentang sasaran nasional sebesar 2,5 ± 1 persen, BI dan instansi terkait membentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di provinsi maupun kabupaten kota.
TPID berfungsi menyusun kebijakan pengendalian inflasi, memperkuat sistem logistik, dan menyusun peta jalan pengendalian inflasi 2025–2027.
Pengendalian inflasi berpijak empat strategi yang bisa dilakukan, yakni:
Kegiatan operasi pasar melalui Gerakan Pangan Murah merupakan upaya agar komoditas bisa diperoleh dengan harga yang terjangkau.
Hal ini dilakukan secara lebih sistematis dan bersifat jangka menengah panjang antara lain melalui Kerjasama Antar Daerah (KAD) dan peningkatan produktivitas pertanian.
Gotong royong antar lembaga untuk Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) agar pasokan dapat didistribusikan ke berbagai wilayah secara merata.
"Hal ini menjadi salah satu faktor penting bagi kabupaten Sangihe mengingat adanya kebutuhan biaya angkut dari kabupaten kota lain," kata Joko Supratikto.
Kegiatan High Level Meeting untuk mensinergikan berbagai langkah bersama dan Capacity Building guna meningkatkan kemampuan pengendalian harga, terutama untuk menghindari panic buying.
Kabupaten Kepulauan Sangihe pusat pemerintahan dan ibukotanya ada di Tahuna. Berjarak sekitar 464 dari Kota Manado, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara.
Perjalanan dari Manado ke Sangihe memakan waktu sekitar 3,5 hingga 4 jam menggunakan kapal cepat.
Sementara kapal malam/ferry memerlukan waktu 8 hingga 10 jam.
Pesawat terbang (Wings Air) adalah pilihan tercepat, sekitar 50 menit
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini