Banyak Desa Gelar Adat Tulude, Sekda Minut Novly Wowiling: Peletarian Budaya Jalan Terus
January 30, 2026 09:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gelaran Pesta dan Upacara Adat Tulude mulai Sabtu 31 Januari 2026 besok, bakal berlangsung di banyak Desa yang ada di Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Tulude oleh masyarakat Nusa Utara di maknai sebagai ungkapan syukur, atas berkat Tuhan di tahun sebelumnya dan permohonan perlindungan untuk tahun baru.

Pesta Adat Tulude hari ini Jumat 30 Januari 2026, berlangsung di jaga 1 Desa Wisaya Budo Kecamatan Wori Minut.

Pelaksanaan Tulude di banyak Desa yang ada di Minut, bakal berlangsung di Desa yang ada di Likupang Raya dan Kecamatan Wori Sabtu besok.

Ada banyak Desa dari 126 Desa yang ada di Kabupaten Minut, yang melaksanakan Tulude tidak di tampik oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minut Novly Wowiling.

Sekda Novly yang mewakili Bupati Joune Ganda hadir di Pesta Adat Tulude Kabupaten Minut, di Desa Wisata Budo.

"Banyak undangan pelaksanaan Tulude yang masuk ke Pemkab Minut," kata Sekda Minut Novly Wowiling dari atas bangsal Pesta Adat Tulude Kabupaten Minut di Desa Wisata Budo, Jumat (30/1/2026).

Pesta Adat Tulude Pemkab Minut di Desa Wisata Budo Kecamatan Wori, berlangsung di sebuah lahan kosong berumput hijau.

Posisinya seperti di bukit, di atas jalan ruas Wori - Likupang.

Dari simpang empat Transmart Kairagi Manado dan Ring Road 3, jalan SH Sarundajang Desa Wisata Budo berjarak 17 Kilometer (KM).

Menggunakan kendaraan bermotor, memakan waktu tak sampai 30 menit.

Menggunakan pakaian adat Nusa Utara warna hijau dengan topi paporong warna putih, Sekda Wowiling sampaikan dari 126 di Minut hampir seluruhnya menggelar atau melaksanakan Tulude.

Ini berarti, pelestarian budaya berjalan baik di hampir semua desa di Kabupaten Minut dan terima di tengah masyarakat.

Seperti di Desa Wisata Budo, tiap tahun rutin dilaksanakan oleh masyarakat dan pemerintah.

Ini sejalan dengan yang menjadi komitmen Bupati, Wakil Bupati serta Pemkab Minut.

Dengan ini, sudah meletakkan budaya dan  tradisi tahunan warga Nusa Utara Sangihe, Sitaro dan Talaud jadi prioritas.

"Atas nama Bupati dan Wakil Bupati, kami sampaikan terima kasih serta aprestasi dari untuk masyarakat dan pemerintah Desa yang terus lestarikan pesta adat Tulude," tambahnya.

Sekda Wowiling bilang, Tulude dikaitkan dengan rasa syukur dan kebersamaan yang pusatnya Tuhan Yesus Kristus.

Permohonan di tahun ini agar perjalanan kehidupan masyarakat diberkati, disertai dan dilindungi.

Serta harapan besar, agar usaha dan kerja yang dilakukan masyatakat akan di berkati.

Pelaksanaan Pesta Adat Tulude, pandu Kapitang Bisara (bahasa Sangir) atau Pembawa Acara Kahiking David Lumuhu dan Dian Lumuhu.

Dalam pesta Adat Tulude tersebut, ada ibadah yang dipimpin Ketua BPMJ GMIM Golgota Budo Pdt Oliva Kangki Pemohon.

Pdt Oliva membaca Alkitab dalam 1 Yohanes 2:17 dan berkhotbah.

Kapitang Bisara (bahasa Sangir) atau Pembawa Acara Dian Lumuhu juga ambil bagian dalam prosesi Tulude yakni, Mahiwu Sala Menahulensing atau Doa Pengakuan dosa dan permohonan.

Dan potong Tamo bernama Hortinapus Masambe.

Ia memotong kue Adat Tamo yang di taruh di atas perahu yang di cat warna merah putih.

Ada empat tenda yang di pasang dalam Pesta Adat Tulude tersebut.

Satu tenda ada bangsalnya untuk Kapitang Bisara atau pembawa acara, jajaran Pemkab  Minut.

Hadir dalam kegiatan itu lembaga adat Paimpuluan Nuwu Ne Tonsea (PNNT) di Kabupaten Minut, mereka menggunakan pakaian adat Minahasa.

Ada juga pejabat Pemkab Minut, TNI Polri, tamu undangan lainnya hingga masyarakat Desa Wisata Budo Kecamatan Wori.

Baca juga: Wawali Manado Richard Sualang Hadiri Perayaan Tulude di GMIM Betani Sindulang Singkil

(TribunManado.co.id/Crz)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.