Tabung Gas Pink Jadi Sorotan di Kematian Lula Lahfah, Ini Hasil Pemeriksaan Puslabfor Bareskrim
January 30, 2026 10:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU -- Sebuah tabung semprot berwarna pink yang ditemukan di kamar apartemen Lula Lahfah (26) menjadi sorotan publik dalam penyelidikan kasus kematian selebgram tersebut.

Polisi memastikan tabung itu berisi gas nitrous oxide (N₂O), berdasarkan hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Mohamad Iskandarsyah mengatakan, tabung gas pink tersebut merupakan salah satu barang bukti penting yang dikirim ke Laboratorium Forensik untuk memastikan kandungannya sekaligus menelusuri keterkaitannya dengan kematian Lula.

Baca juga: Kata Polisi Soal Kehadiran Reza Arap di Lokasi Meninggalnya Lula Lahfah, Datang Bersama Dokter

“Tabung pink ini yang menjadi polemik di masyarakat, banyak yang bertanya apa sebenarnya isi di dalamnya. Untuk itu kami serahkan pemeriksaannya kepada Puslabfor,” ujar Iskandarsyah dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).

Selain tabung gas, penyidik juga mengirimkan sejumlah barang bukti lain untuk diperiksa, mulai dari spray, tisu dan kapas berbercak darah, kotak obat warna pink, tabung gas ukuran 2.050 gram, hingga sampel darah ayah korban sebagai pembanding DNA.

Kaur Subbid Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri, Azhar Darlan, menjelaskan pemeriksaan dilakukan secara bertahap untuk memastikan ada tidaknya material biologis serta kecocokan DNA.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan bercak darah pada spray, kapas, dan tisu, serta DNA sentuhan yang ditemukan, seluruhnya identik dengan profil saudari LL,” kata Azhar.

Ia juga memastikan bahwa Lula Lahfah merupakan anak biologis dari Muhammad Feros, berdasarkan hasil pencocokan DNA pembanding yang dikirim penyidik.

Sementara itu, Kasubbid Bioser Puslabfor Bareskrim Polri Kombes Pol Irfan Rofik memaparkan hasil pemeriksaan toksikologi terhadap total 16 item barang bukti.

Dari hasil analisis, tidak ditemukan kandungan pestisida, alkohol, arsen, maupun sianida.

“Untuk delapan pods berbagai merek ditemukan kandungan nikotin dan gliserin. Begitu juga pada cairan liquid rokok elektrik,” jelas Irfan.

Selain itu, dari 44 tablet obat yang diperiksa dan dikelompokkan berdasarkan bentuk serta warna, Puslabfor menemukan sejumlah zat aktif.

Di antaranya Citalopram, Dietilpropion, Sulpirid, Mepivakain, Enkainid, Paramomisin, hingga Klozapin.

Terkait tabung gas pink yang menjadi perhatian publik, Irfan menjelaskan tabung tersebut diterima penyidik dalam kondisi kosong.

Namun, melalui pemeriksaan tabung pembanding dengan merek dan produksi yang sama, Puslabfor memastikan isinya adalah nitrous oxide (N₂O).

Baca juga: Dikaitkan dengan Kematian Lula Lahfah, Ini Bahaya Kecanduan Whip Pink

“Meski tabung yang kami periksa dalam kondisi kosong, dari tabung pembanding dapat dipastikan bahwa gas yang digunakan adalah nitrous oxide,” ujarnya.

Hingga kini, polisi masih terus mendalami seluruh hasil laboratorium tersebut untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di unit apartemennya.

Penyidik juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu kesimpulan resmi dari proses penyelidikan yang masih berjalan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.