BANJARMASINPOST.CO.ID - Liverpool dikabarkan mempertimbangkan Denzel Dumfries (29) dari Inter Milan sebagai target transfer untuk memperkuat sisi kanan pertahanan.
Analisis membandingkan profil teknis, statistik performa utama 2025/26, serta peran taktis keduanya antara Dumfries dan right back utama Liverpool yang menjadi fokus musim 2025/26 Conor Bradley.
Meskipun ia telah menjadi salah satu bek kanan terbaik di Eropa selama setengah dekade terakhir, Denzel Dumfries sebenarnya mengalami cedera sejak pertengahan November.
Namun, menurut laporan Kamis dari Sempre Inter, pemain berusia 29 tahun itu bisa kembali masuk dalam daftar pemain mulai Februari. Itu bisa menjadi waktu yang ideal bagi Liverpool.
Namun, yang membuat situasi Dumfries menjadi lebih menarik adalah kabar terbaru dari dua jurnalis Italia.
Pertama, pakar transfer Romano melaporkan pada Kamis malam bahwa mantan bek kanan Arsenal, Brooke Norton-Cuffy, sedang dalam pembicaraan untuk bergabung dengan Inter sebelum batas waktu hari Senin.
Baca juga: Lupakan Yan Diomande, Pemain Rp490 M Ingi ke Liverpool, Data dan Fakta Brajan Gruda
Untuk memperjelas hubungan tersebut, reporter yang berbasis di Inter, Marco Barzaghi, mengkonfirmasi bahwa ada ketertarikan pada Norton-Cuffy, tetapi hanya jika Dumfries pergi.
“Hati-hati, karena semua media olahraga membicarakan kemungkinan tawaran besar yang akan datang untuk Dumfries di hari-hari terakhir jendela transfer ini,” kata Barzaghi kepada saluran YouTube- nya pada hari Jumat.
“Romano dan [Gianluca] Di Marzio sama-sama mengatakan kemarin bahwa Juventus dan Everton adalah klub yang diincar Norton-Cuffy, bukan Inter. Tetapi menurut penjelasan sumber kami, Norton-Cuffy dipandang sebagai opsi cadangan untuk Dumfries, jika Dumfries pergi.”
Mengapa Dumfries akan menjadi lokasi yang masuk akal bagi Liverpool?
Sebagian orang akan melihat fakta bahwa Dumfries saat ini sedang menunggu pemulihan setelah absen lebih dari dua bulan dari sepak bola dan menganggap pemain asal Belanda itu sebagai calon rekrutan yang potensial.
Meskipun benar bahwa Liverpool membutuhkan tambahan pemain baru untuk bermain lebih cepat, kedatangannya bulan ini tetap akan sangat masuk akal.
The Reds mengambil pandangan jangka panjang tentang apa yang harus dilakukan di posisi bek kanan, dan meskipun ia akan berusia 30 tahun pada bulan April, Dumfries masih bisa menjadi pilihan yang tepat dalam jangka pendek dan menengah.
Denzel Dumfries di Inter Milan
Musim Penampilan Sasaran Membantu
Conor Bradley telah menunjukkan bahwa ia tidak dapat diandalkan dalam hal menjaga kebugaran, yang berarti Liverpool benar-benar membutuhkan pilihan berkualitas tinggi kedua di posisi bek kanan.
Frimpong bisa menjadi pemain tersebut, tetapi juga jelas bahwa pemain berusia 25 tahun itu lebih efektif dalam menyerang.
Dengan masa depan Mohamed Salah yang masih belum pasti, kemungkinan besar di situlah ia akan lebih sering bermain untuk Liverpool.
Jika demikian, maka The Reds membutuhkan bek kanan lain terlepas dari cedera yang ada saat ini, dan dengan kontraknya yang berakhir pada tahun 2027, Dumfries akan menjadi pilihan yang murah, berpengalaman, dan berkualitas tinggi untuk Slot.
Dumfries sudah dikenal baik oleh para pemain Belanda di Liverpool, dan ia berteman baik dengan Cody Gakpo, khususnya.
Hal ini bisa membantu penyesuaian di tengah musim. Semakin Anda memikirkannya, semakin mantan pemain PSV ini memenuhi semua kriteria. Ini bisa menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan.
Baca juga: Jadwal Bola Hari ini Siaran SCTV-RCTI: Persija, Persib, Liverpool vs NU, Spur vs Man City, Juventus
1) Profil Pemain & Peran Taktis
2) Statistik Inti 2025/26
Denzel Dumfries (Inter) – 2025/26
(Data Champions League + Serie A sebagian)
Conor Bradley (Liverpool) – 2025/26
Apps: menjadi starter reguler hingga cedera lutut yang mengakhiri musimnya.
Statistik kompetitif tak selalu tersedia lengkap di publik, namun Bradley sering dipuji karena defensive duels high intensity, posisi anchor di sayap kanan saat menghadapi wide attackers lawan.
Catatan dari musim sebelumnya: Bradley tampil impresif termasuk dalam kemenangan besar atas Real Madrid di UCL, menunjukkan kapasitas menghadapi level elite.
3) Statistik Perbandingan (Teknis & Dinamis)
Distribusi & Build-Up
• Dumfries: Passing accuracy tinggi (~86.5? % ) menunjukkan keterlibatan di fase penguasaan bola dan build-up.
• Bradley: Lebih fokus pada defensive contribution dan closing spaces; data passing kurang dominan dibanding Dumfries, namun value-nya erat dengan pressing intens di EPL.
Duels & Defensive Actions
• Dumfries: Membaca bola cukup baik, recoveries di UCL melambangkan kapasitas defensif dalam level tertinggi.
• Bradley: Dipandang sangat kuat dalam duel 1v1 dan menunjukkan performa defensif berdampak tinggi saat fit.
Mobilitas & Transisi
• Dumfries: Power runner, top speed tinggi — cocok sebagai wing back yang menyerang.
• Bradley: Energi tinggi, cepat menutup ruang lawan, namun mobilitas ofensif sedikit lebih tradisional sebagai full-back.
4) Kelebihan & Kekurangan Teknis
Denzel Dumfries – Kelebihan
Kekurangan: Crossing dan assist output kurang menonjol dalam sample UEFA Champions League 2025/26 — mungkin tidak se-playmaker seperti Alexander-Arnold.
Conor Bradley – Kelebihan
Kekurangan: Cedera signifikan mengakhiri musim, membuat kontribusi ofensif tidak sebanyak targetman wing-back yang ideal.
Siapa yang Lebih Unggul?
Kesimpulan: Secara statistik 2025/26 dalam konteks strategi transfer, Dumfries memiliki edge sebagai opsi siap pakai yang bisa langsung membawa stabilitas + mobilitas ofensif, sedangkan Bradley lebih ideal sebagai pick jangka panjang jika cedera bisa diatasi.
(Banjarmasinpost.co.id)