TRIBUNPRIANGAN.COM, CISARUA - Rapat evaluasi menyepakati operasi pencarian korban longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan dilanjutkan selama 7 hari ke depan.
Rapat evaluasi berlangsung di Posko Basarnas dengan melibatkan berbagai instansi termasuk pemerintah daerah.
"Dari hasil asesmen, kami mendengar informasi dari berbagai pihak, termasuk Incident Commander, teman-teman DVI dan seluruh anggota operasi, kami memutuskan operasi pencarian dan pertolongan akan terus dilaksanakan," Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mochamad Syafii, Jumat (30/1/2026).
Syafii mengungkapkan, sejak Sabtu (24/1/2026), sudah ada 60 kantung jenazah yang diserahkan Basarnas ke Tim DVI Polri. Dari 60 kantung jenazah, 44 jenazah telah berhasil diidentifikasi.
Hingga 7 Februari 2026, Syafii optimis 20 warga hilang yang diduga masih berada di balik lumpur akan ditemukan petugas.
"Mudah-mudahan sebelum 14 hari tanggap darurat yang dideklarasikan pemda, seluruh korban sudah ditemukan," ungkapnya.
Baca juga: Kerangka Manusia Ditemukan di Lokasi Longsor Pasirlangu, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya
Baca juga: Tim SAR Temukan 2 Jenazah Korban Longsor Cisarua dan Satu Kerangka Manusia, 25 Lagi Masih Dicari
Syafii menuturkan, cuaca yang tidak menentu menjadi kendala utama dalam misi pencarian korban di area longsor. Hujan, kabut, dan adanya potensi longsor susulan membuat operasi berjalan lambat.
Modifikasi cuaca yang dilakukan BNPB diharapkan dapat membuat cuaca menjadi cerah hingga operasi dapat dilakukan secara maksimal.
"Kita maksimalkan pencarian dengan pelibatan maksimal semua unsur," tandasnya.
Syafii mengungkapkan, cuaca yang tidak menentu menjadi hambatan utama dalam pencarian korban. Hujan, kabut, dan potensi longsor susulan mengakibatkan proses pencarian kerap dihentikan sementara.
"Pelaksanaan pencarian memang belum maksimal karena kondisi cuaca dan medan yang menantang. Alhamdulilah BNPB juga terus melakukan modifikasi cuaca mendukung kelancaran operasi," ungkapnya.
Sepekan operasi, 5 helikopter, pesawat, anjing K-9, belasan alat berat, hingga 22 unit drone telah digunakan untuk mendukung proses pencarian korban. Selain itu, lebih dari 3.000 petugas terlatih maupun relawan terlibat dalam misi pencarian.
"Mohon doa dari semua pihak, agar operasi dapat dilaksanakan dengan lebih baik," tandasnya.
Longsor menerjang 3 kampung di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.
Data dari posko komando longsor Desa Pasirlangu, ada 158 warga warga yang terdampak langsung dengan 78 di antaranya dilaporkan selamat dan 80 sisanya dilaporkan hilang. (*)