Mauricio Souza Ungkap Faktor Kunci Persija Runtuhkan Rekor Kandang Persita
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Persija Jakarta sukses membawa pulang tiga poin setelah menaklukkan Persita Tangerang dengan skor 2-0 pada laga pekan ke-19 Super League 2025/2026 di Indomilk Arena, Tangerang, Jumat (30/1/2026).
Dua gol kemenangan Macan Kemayoran dicetak oleh Gustavo Almeida pada menit ke-33 dan Maxwell pada menit ke-50.
Kemenangan ini juga membuat Rizky Ridho CS sukses mematahkan trend positif Persita yang delapan laga kandang terakhir tak pernah terkalahkan.
Baca juga: Persita Tangerang Punya Rekor Kandang Impresif Saat Jamu Persija Jakarta, Ini Kata Mauricio Souza
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengakui timnya sempat mengalami kesulitan pada babak pertama.
Menurutnya, kondisi rumput lapangan serta pendekatan bertahan yang diterapkan Persita membuat Persija membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
"Di babak pertama, kami butuh sedikit waktu untuk terbiasa dengan lapangan. Bola berjalan sangat aktif. Persita menempatkan banyak pemain di lini belakang dan mencoba bermain direct. Hal itu membuat tempo permainan sedikit melambat dan kami kesulitan menemukan cara menembus pertahanan mereka,” ujar Mauricio usai laga.
Meski demikian, gol yang dicetak Gustavo Almeida disebut Mauricio membawa ketenangan bagi timnya.
Pada babak kedua, Persija tampil lebih efektif dengan pemahaman yang lebih baik terhadap skema permainan, terutama dalam memanfaatkan serangan balik.
Kecepatan Maxwell dan Allano menjadi faktor kunci penguasaan Persija hingga membuahkan gol kedua.
"Di babak kedua, kami bermain dengan pemahaman yang lebih baik. Kami memaksimalkan kecepatan Maxwell dan Allano, hingga akhirnya bisa mencetak gol kedua. Setelah itu, kami mengendalikan permainan dengan baik, bermain lebih rendah, menutup ruang, serta memiliki variasi build-up dan serangan balik. Babak kedua jauh lebih baik,” terangnya.
Sementara itu, pemain Persija, Allano Lima, menilai kemenangan di kandang Persita bukanlah hal yang mudah.
Ia menyebut tuan rumah sebagai tim kuat dengan permainan fisik yang intens.
“Kami tahu laga ini tidak mudah. Persita adalah tim kuat, terutama saat bermain di kandang, dan mereka selalu mengandalkan kontak fisik. Kondisi lapangan juga cukup sulit untuk dimainkan dan bukan gaya permainan kami,” kata Allano.
Namun demikian, ia menegaskan Persija tetap berusaha menjaga tempo permainan sejak awal laga, meskipun pada babak pertama masih belum tampil optimal dalam memahami pola permainan Persita.
“Kami mencoba menetapkan tempo yang kuat, meski di babak pertama masih belum maksimal. Setelah itu, kami bisa tampil lebih baik dan mengamankan kemenangan,” pungkasnya.
Hasil ini memperpanjang tren positif Persija dalam persaingan papan atas klasemen.
Persija untuk sementara berada di peringkat kedua dengan mengemas 41 poin dari 19 laga, sementara kekalahan ini membuat Persita masih tertahan di peringkat kelima dengan mengemas 32 poin.