Gayo Lues, Aceh (ANTARA) - Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Jumat, sudah bisa diakses pascabanjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025 lalu, meski penuh tantangan karena belum sepenuhnya pulih seperti semula.

Jalan menuju Desa Pintu Rime, Kecamatan Pining, yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Blangkejeren, pusat kota Gayo Lues, masih terkendala material longsor dan jalan terjal lantaran dua jembatan rangka baja putus dan berbagai titik amblas.

Tanah bercampur kayu bertumpuk di sisi kiri dan kanan jalan, tiang listrik tampak tumbang, serta batu berukuran kecil hingga besar masih berjejeran. Sementara itu, jalan utama yang terbawa arus banjir kini digantikan dengan jalan darurat dari tanah merah.

Adapun jembatan yang dahulunya menghubungkan Desa Pintu Rime dan Desa Pertik terputus. Sebagai penggantinya, dibangun jembatan darurat dari kayu yang bisa dilalui masyarakat dan kendaraan roda dua.

Untuk kendaraan roda empat mesti menyeberangi sungai yang memisahkan kedua desa tersebut. Hingga saat ini, sungai itu hanya bisa diseberangi oleh mobil jenis kendaraan utilitas sport (SUV).

Jalan menuju Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Jumat (30/1/2026). (ANTARA/Fath Putra Mulya)

Feri (24), salah satu warga Pintu Rime, mengatakan akses di desanya sudah lebih baik dibandingkan masa-masa awal pascabencana. Ketika itu, dia menuturkan, masyarakat hanya bisa berjalan kaki untuk mengambil bantuan.

“Kita mengambil bantuan itu satu hari satu malam, 18 kilometer, karena apa pun belum bisa, sekarang sudah mulai bisa,” ucap dia saat ditemui ANTARA di jembatan putus itu, Jumat.

Sebelumnya, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0113/Gayo Lues Letnan Kolonel Artileri Medan Fran Desiapan Eka Saputra menyebut hingga akhir Januari 2026, sudah tidak ada lagi daerah yang terisolasi total di Gayo Lues.

Kendati sudah tidak ada daerah yang terisolasi total, Dandim mengatakan akses jalan ke sejumlah daerah di Gayo Lues masih terbilang sulit, seperti ke Kecamatan Pining.

Fran saat ditemui ANTARA di lokasi pembangunan hunian sementara (huntara) di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Kamis (29/1), menjelaskan jalan ke Pining sudah terbuka, tetapi kendaraan yang bisa melaluinya masih terbatas.

“Kecamatan Pining sampai sekarang kami masih mengusahakan untuk bisa terbuka akses jalannya. Memang sudah terbuka, tetapi masih terbatas untuk muatan yang bisa dimuat. Jadi, sampai sekarang untuk akses Pining itu masih baru bisa kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat yang double gardan,” tuturnya.

Keterbatasan alat berat karena akses jalan yang masih sulit begitu bencana terjadi merupakan kendala utama untuk memulihkan infrastruktur Gayo Lues. Sebab, kabupaten yang terdiri atas 11 kecamatan ini berada di jantung pegunungan.

“Begitu jalan dari Aceh Tengah ke Gayo Lues terputus, Gayo Lues ke Aceh Tenggara terputus, itu kita terisolir untuk logistiknya, termasuk terisolir untuk mobilitas,” ucap Dandim.

Jalan darurat menuju Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Jumat (30/1/2026). (ANTARA/Fath Putra Mulya)