Aceh Utara, Aceh (ANTARA) - Aksi saling suap sesama siswa mewarnai kembalinya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Baktiya, Aceh Utara, di tengah pembelajaran kelas darurat pascabencana banjir yang melanda wilayah itu.
Nurisna, siswi kelas XI mengaku menikmati menu MBG yang diterima di sekolah setelah sebelumnya terhenti akibat bencana banjir yang mengharuskan kegiatan proses belajar mengajar dihentikan.
"Menu makanan MBG yang kami terima enak," kata Nurisna kepada ANTARA di Aceh Utara, Jumat.
Senada, Isnaeni Saputri, siswa di kelas yang sama merasakan menu MBG terasa enak dan bersyukur program itu kembali ada untuk kebutuhan gizi harian selama pemulihan bencana di daerahnya.
Menurut dia, selama mengungsi dua minggu di rumah bertingkat bersama keluarga, Isnaeni bertahan hidup dari bantuan warga, dan kini merasa terbantu dengan makanan bergizi sekolah yang rutin diterima setiap hari melalui MBG.

Menu MBG yang diterima para siswa berisi nasi, lauk hewani, sayur, dan buah, menjadi asupan penting di tengah keterbatasan fasilitas belajar pascabanjir bagi tumbuh kembang pelajar sekolah tersebut.
Shifa, siswi lainnya mengaku kondisi belajar darurat kurang nyaman, namun Program MBG membantunya tetap bersemangat datang ke sekolah meski situasi belum pulih.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Baktiya Marzuki Hasan menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis kembali aktif setelah kegiatan belajar mengajar dilanjutkan pascabanjir.
"Hanya waktu banjir sekitar sebulan (MBG tidak masuk), karena memang kita enggak aktif, enggak sekolah, jadi setelah itu sudah masuk (kembali)," kata Marzuki.
Dia menyampaikan bahwa saat pembelajaran kembali dimulai pada 5 Januari 2026, penyaluran Makan Bergizi Gratis beriringan dengan hal itu. Hanya saja saat hari pertama masuk sekolah distribusi belum optimal.

Marzuki menjelaskan selama masa pengungsian, distribusi makanan bergizi dialihkan ke pesantren dan lokasi pengungsian agar tetap dapat dimanfaatkan oleh siswa serta masyarakat terdampak.
Penyaluran tersebut dilakukan dengan koordinasi pihak penyedia program, mengingat siswa tersebar di berbagai tempat dan tidak seluruhnya berada di lingkungan sekolah.
Ia kembali menegaskan saat ini, Program Makan Bergizi Gratis di SMA Negeri 1 Baktiya telah kembali berjalan normal dengan kuota mencukupi untuk mendukung kebutuhan gizi siswa selama pembelajaran darurat.
SMAN 1 Baktiya mengoptimalkan pembelajaran di kelas darurat pascabanjir setelah seluruh sarana prasarana rusak parah, terendam air hingga tiga meter, dan ruang belajar dipenuhi endapan lumpur tebal.
Dalam keterbatasan tersebut, sekolah memprioritaskan trauma healing pada pekan awal agar siswa dapat pulih secara psikologis, kembali berinteraksi, serta membangun semangat belajar setelah mengalami bencana berat bersama guru dan orangtua.
Ia mengatakan, SMAN 1 Baktiya memiliki 318 siswa yang mayoritas terdampak banjir. Meski begitu, kehadiran belajar dilakukan bergiliran tanpa paksaan, menyesuaikan kondisi keluarga dan pemulihan pascabencana.







