Dinkes Manggarai Barat Tidak Periksa Sampel MBG yang Dikonsumsi Pelajar di Kuwus
January 31, 2026 12:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales 

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Hasil pemeriksaan cepat Membran Filter dan Compact Dry yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, ternyata tidak mengambil sampel menu MBG yang dikonsumsi pelajar di Kuwus, Kecamatan Kuwus.

Kepala Dinas Manggarai Barat, Adrianus Ojo, Jumat (30/1/2026) menyampaikan Pemeriksaan sampel makanan tidak dapat dilakukan.

"Alasan utamanya adalah tidak tersedianya sampel makanan (food sample bank) dari produksi hari kejadian," terang Ojo.

Menyikapi karena tidak adanya sampel makanan dan mengutamakan prinsip kehati-hatian, maka Kadis Ojo menyampaikan Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Manggarai Barat, telah mengeluarkan perintah untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan produksi dan distribusi makanan dari SPPG Kuwus Barat. 

Baca juga: Keracunan MBG, Sekda Hans Sodo Minta Publik Menunggu Informasi Jelas dari BGN dan Dinkes

Penutupan dilakukan hingga observasi internal dari pihak Badan Gizi Nasional (BGN) dan seluruh protokol keamanan pangan dapat dipastikan telah dipatuhi sepenuhnya.

Pada sisi lain, Dinkes Manggarai Barat hanya melakukan inspeksi kesehatan lingkungan eksternal dan pemeriksaan kualitas air.

"Hasil inspeksi mencapai skor 94 persen. Nilai ini sangat baik dan telah memenuhi syarat standar kesehatan lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum, kondisi sanitasi lingkungan di lokasi dalam kategori baik," kata Kadis Ojo.

Dirinya menerangkan, tim Dinkes melakukan pengujian cepat terhadap air minum dan air bersih yang digunakan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan NEGATIF terhadap bakteri E. Coli dan NEGATIF terhadap Total Koliform. 

"Ini mengindikasikan bahwa, berdasarkan sampel yang diuji, air bukan merupakan sumber masalah pada kejadian ini," katanya. 

Menurut Ojo, Dinkes Manggarai Barat tidak bisa memberikan kesimpulan apakah dari hasil pemeriksaan tersebut terbukti atau tidak terbukti adanya keracunan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para korban, gejala umum yang terjadi yakni BAB encer atau cai, nyeri perut, muntah-muntah, rasa lemas, dan nyeri kepala.

Berdasarkan data yang terkumpul, total para pelajar yang menjadi pasien saat hari kejadian sebanyak 132 orang, dengan rincian per sekolah yakni SMAN 1 Kuwus, 42 orang. SMKN 1 Kuwus, sembilan orang.SMPN 2 Kuwus, 31 orang. SDI Golowelu 2, 20 orang dan SDI Golo Bombong, 30 orang.

Dikabarkan, para pelajar kini sudah pulang ke rumah masing-masing. Masih satu orang yang dirawat di Puskesmas Golo Welu, Kecamatan Kuwus. (moa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.